
Perlombaan di mulai pukul 9 pagi, sejak pukul 6 pagi aku dan reno sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang kami butuh kan, menjumpai bu desi untuk menanyakan hal-hal apa saja yang wajib kami lakukan dan hal-hal apa saja yang harus kami hindari.
Setelah lama berbincang dengan bu desi akhir nya nomor peserta kami dipanggil untuk menuju ke tempat perlombaan.
Aku memposisikan duduk ku di samping reno kemudian para petugas perlombaan membagikan selembar kertas kosong kepada kami.
“gambar kan karya kalian di kertas tersebut kemudian deskripsikan secara jelas tentang karya yang akan kalian perlombakan!. Ingat, gambar kalian juga ikut di nilai”.
Mendengar itu aku beruntung mempunyai hobi menggambar. Aku mengakui gambar ku tidak terlalu bagus tetapi banyak tetangga yang menyuruh ku membantu mereka membuat tugas yang berhubungan dengan gambar dan kata mereka gambar ku bagus. Karena itu hobi ku jadi ku kerjakan dengan senang hati, selain bisa mengasah kemampuan ku aku juga mendapat pahala karena membantu.
Selesai menggambar selama 30 menit, para petugas mengumpulkan kertas yang tadi nya kosong sekarang telah terisi dengan rakitan kata dan gambar yang indah.
“baiklah begitu hitungan ke tiga, kalian segera memulai pekerjaan kalian, oke?”.
“okee!!”. Jawab semua peserta lomba.
“1...2...3!!!”. hitungan ketiga terdengar, kami memulai merakit karya, semua peserta sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Di sini sunyi, tidak ada yang mengeluarkan suara, jangan kan mengeluarkan suara melihat peserta yang lain saja tidak memiliki kesempatan. Kenapa?, karena di takut kan kami terganggu karena ke tidak fokus an kami.
__ADS_1
Hampir 6 jam kami berkutat dengan tugas kami tanpa istirahat se detik pun.
“sekarang waktu nya kalian istirahat, kami beri waktu kalian untuk makan minum selama 30 menit. Jangan sampai ada yang terlambat kembali ke sini”.
Selesai petugas berbicara semua peserta lomba bangun dari duduk nya termasuk aku dan reno, meluruskan otot-otot yang sedari tadi monoton pada satu posisi.
Begitu masuk ke kamar tempat menginap aku tidak makan, yang ku lakukan hanya berbaring, melihat langit-langit kamar. Memperhatikan lampu dengan saksama namun hati dan pikiran berada di tempat lain, merindukan seseorang yang jiwa dan raga nya bukan untuk ku, bayangan nya saja terasa sangat jauh.
Selagi mengingat-ingat kenangan tentang nya aku di kejutkan dengan nada dering di handphone ku.
“yuna, kamu kenapa belum turun?. Ini udah lewat jam istirahat nya”.
Ku pakai kembali sepatu ku, menutup pintu kamar dan bergegas turun tangga. Benar saja, sesampainya ku di sana mereka semua telah melanjutkan tugas mereka, hanya aku yang terlambat. Semua nya salah ku yang mengingat dia yang bahkan tak mengingat ku.
...****************...
“nih minum dulu”. Bu desi memberi kan dua botol minuman kepada ku dan aku memberi kan satu kepada reno.
“gimana tadi?”.
__ADS_1
“yuna terlambat bu, hampir saja tadi tapi untung nya terkejar juga”. Jawab ku dengan nada sedikit kecewa.
“ya udah gapapa. Reno gimana?”.
“alhamdulillah bu, kendala nya Cuma di cat aja, kurang kering jadi pas di pegang lengket di tangan”. Bu desi hanya mengangguk-angguk mengerti.
“ya udah kalian langsung istirahat dulu nanti malam kalian ke aula ada acara seru-seruan sebelum pengumuman besok pagi”. Kami mengangguk kemudian berlalu pergi.
...****************...
Aku bangun terlambat hari ini, teman sekamar ku tidak membangunkan ku karena memang hari ini tidak ada kegiatan apa pun selain pengumuman lomba yang akan di adakan pukul 10 nanti.
Setelah seru-seruan semalam ternyata bukan hanya aku yang bangun terlambat, ada satu lagi teman sekamar ku. Melihat jam berapa ia kembali ke kamar aku memakluminya.
Semalam hanya mereka yang bersenang-senang sedangkan aku di kamar sendirian, menonton drama favorit ku. Sebenar nya aku sudah ke aula tetapi begitu melihat banyak sekali orang yang berada di sana aku merasa tidak nyaman jadi aku memutuskan untuk kembali ke kamar.
Aku bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Tidak ada antrian lagi karena aku bangun terlambat jadi teman sekamar ku yang lain nya sudah selesai berurusan dengan kamar mandi.
Setelah mandi aku mengambil sarapan yang sudah di sedia kan oleh panitia perlombaan. Biasa nya jika bangun pagi aku akan turun ke bawah untuk mengambil sarapan tetapi pagi ini seperti nya teman ku membantu ku mengambil sarapan dan meletakkan nya di meja kamar.
__ADS_1
Setelah semua kegiatan di dalam kamar selesai kami semua sepakat keluar kamar untuk mendengarkan pengumuman yang memang kami tunggu-tunggu. Jika menang kami akan tinggal untuk melanjutkan perlombaan ke tingkat provinsi, jika kalah maka hari itu juga kami akan berangkat pulang.