Mentari (2021)

Mentari (2021)
31


__ADS_3

Sejak hari itu, sudah sebulan lama nya. Ayra masih belum berbaikan dengan aca. Padahal aca sudah melakukan berbagai cara untuk berbaikan akan tetapi ayra masih berpegang pada ego nya.


Sejak saat itu juga pertemanan kami mulai hancur sedikit demi sedikit. Satu persatu teman ku mulai di jauhi oleh ayra. Aku tidak habis pikir mengapa ayra begitu kekanakan, tidak bisa kah dia berpikir dewasa?.


Sekarang aku baru percaya bahwa kedewasaan itu bukan di lihat dari umur melainkan dari tingkah laku dan sikap.


Ayra memusuhiku. Alasan nya tidak lain adalah karena aku dekat dengan aca, aku duduk sebangku dengan aca, kalau dipikir-pikir bagaimana bisa aku memusuhi aca dan lebih dekat dengan nya. Aku juga saat pertama masuk kesini lebih dulu berteman dengan aca.


Innara teman sebangku nya juga terlihat di musuhi oleh nya karena innara memang jarang ke kantin ibu, jadi dia sering menghabiskan waktu di kelas bersama teman-teman yang lain. Dan semenjak aca putus dengan denis, aca tidak pernah lagi pergi ke kantin ibu, alhasil innara sering duduk dengan aca di kelas bersama rosa, dan ayra juga memusuhi rosa.


Sedangkan via?. Dia masih menemani ayra ke kantin ibu, meskipun sudah putus dengan rezky, dia tetap banyak menghabiskan waktu di sana. Mungkin saja dia ingin berusaha mendapatkan perhatian rezky kembali , dan aku berharap dia memang mendapatkannya sehingga pertemanan kami akan segera membaik.


Kalian tahu bagaimana kami menghadapi sikap kekanakan ayra?, yaitu dengan diam. Disaat dia mengatakan sesuatu yang menyindir, kami tidak pernah menjawab nya. Terkadang aku ingin menegur nya dengan baik-baik karena dia juga masih sering berbicara baik dengan ku walaupun dia memusuhiku (istilahnya dibelakang benci di depan say hy besti).


Namun, aca selalu melarang, kata nya “udah gapapa, aku juga ga mau balas, kalau di balas itu tandanya aku ga beda dari dia”. Dengan begitu lah aku hanya mendiamkannya. Di saat dia butuh teman untuk berkeluh kesah aku akan mendengarkan nya seperti biasa, seperti tidak ada tanda-tanda bermusuhan dari kami.


Begitu lah aku menjalankan hari-hari ku selama sebulan ini. Tetap bersikap netral, toh aca juga tidak bermasalah jika aku berteman dengan ayra.

__ADS_1


“na, temenin ke kantin yuk”. Ajak ayra.


“udah balikan sama rezky?, kok masih sering ke sana?”. Tidak seperti Rasya yang menghindari segala hal yg membuat ia sakit, ayra malah mendekati hal tersebut.


“engga, aku di sana bukan duduk bareng rezky tapi bareng bang ken”. Sanggah nya.


“bang ken?. Siapa sih?, baru denger namanya”


“yaampun yuna,, kenza loh yang suka sama kamu itu”. cepat sekali aku melupakan kedekatan mereka.


“udahlah gausah di bahas”.


“boleh deh”.


Selama perjalanan menuju ke kantin, ayra menceritakan asal usul dia memanggil kenza dengan sebutan bang ken. Dia mengatakan kenza memiliki umur lebih tua setahun dari nya oleh sebab itu akan lebih sopan ia memanggil kenza dengan embel-embel bang.


“eh, ngomong-ngomong hari ini kok tumben ngajak aku biasa nya kan bareng via”. Seperti nya akan ada yang aneh hari ini, biasa nya jika urusan kantin ayra akan sangat lengket dengan via.

__ADS_1


“bang ken sering curhat sama aku, dia itu udah berapa kali nembak kamu. Kok kmau ga terima sih?, kalau itu aku pasti ku terima”. Mendengar dia mengatakan itu semakin kuat alasan ku untuk tidak menerima kenza. Ayra seperti nya menyimpan perasaan kepada kenza, mungkin hanya sebatas suka namun aku tidak mau nanti itu akan menjadi masalah dalam hubungan kami.


“kenapa ga coba pepet aja ayy?”. Saran ku.


“ya ga lah, dia itu udah kayak saudara kandung bagi ku. Alasan kamu ga terima dia pasti karna fathan?”. Aku mengangguk. Itulah alasan ku menutup hati untuk laki-laki lain.


“ngapain sih sama fathan? dia itu ga jelas, liat aja tampang nya kaya bad boy gitu. Kaya ga keurus tau ga”. Haha sedikit sakit mendengar orang lain menjelekkannya tapi harus bagaimana lagi padangan orang berbeda-beda.


“ga boleh gitu ay, setiap yang di cinta pasti terlihat sempurna tetapi yang sempurna itu belum tentu di cinta. Bad boy kalau udah jatuh cinta dia akan kasih seluruh dunia dan seisiinya kepada mu”.


“tapi dia belum tentu punya perasaan yang sama kayak kamu na”. Kenyataan yang sulit ku dengar.


“udah lah ga usah di bahas”.


Memang benar yang ayra katakan, meskipun fathan sering mengatakan sayang kepada ku tetapi aku juga tidak yakin dengan perkataan nya. Aku hanya perlu mempersiapkan dia untuk segala kemungkinan yang buruk.


“heyy!!”.

__ADS_1


“aaaaaa!!!!”. Aku terkejut, seseorang mengejutkan ku dari belakang. Sedangkan ayra hanya tertawa melihat ku terkejut.


__ADS_2