
“Menurut mu kalau kamu diam gini itu baik?, ga an. Kamu menghukum aku dengan sikap mu , kamu menuntut aku untuk peka akan sikap mu, padahal kamu semdiri tau manusia punya batasan kemampuan dalam hal memahami. Setidak nya jelas kan bagian mana yang salah, bagian mana yang kamu ga suka”.
“aku balikan sama della”. Perkataan nya bagai petir di siang hari. Mendengar perkataan itu keluar dari mulut nya dada ku sesak, hati ku hancur dan jantung ku berdegup tak karuan. Ini adalah rasa yang tak pernah dan tak ingin ku rasa.
Ku tarik nafas dengan terpaksa dan melepas nya dengan cepat. Aku menatap ke atas agar air bening ini tidak jatuh dan membuat nya mengasihani diri ku.
Sesudah sedikit tenang, aku tersenyum dan menatap nya. Dia mengalihkan pandangan nya tak ingin bersitatap dengan ku.
“kamu bisa janji sama aku?”. Kuambil tangan nya, ku genggam dengan kedua tangan ku. Aku menunduk membuat tangan nya tak berjarak dengan kening ku. Dan di situlah pertahanan ku hancur, air mata yang susah payah ku tahan akhir nya tak terbendung lagi.
“kalau hati kamu udah tetap untuk dia, aku mau kamu ga pernah ngelepas dia. Aku mau kamu bahagia. Aku mau kamu janji sama aku, kamu ga bakal balik lagi ke aku. Aku mau kita kaya orang yang ga pernah kenal satu sama lain”.
Aku mengangkat kepala ku, duduk seperti semula kemudian membersihkan air mata dan merapikan rambut ku. Aku bangun dari duduk ku hendak meninggalkan nya. namun,,
“kamu jangan Cuma nyalahin aku, liat diri mu”. Tidak ingin ku menjawab, aku berlalu pergi begitu saja.
Aku tidak pernah menyalahkan nya atas apa yang terjadi, sakit atau senang nya aku karena dia, aku menerima nya dengan lapang dada. Aku berharap dia bahagia dan tidak pernah kembali lagi kepada ku. Lebih baik aku yang sakit habis-habisan untuk melihat nya bahagia.
__ADS_1
Terkadang yang terindah tidak di ciptakan untuk di miliki, cukup di pandangi dari jauh lalu syukuri bahwa dia ada di sana untuk di kagumi.
Kalian tau? Jenis cinta terindah adalah saat kamu mencintai seseorang dan kamu tau bahwa dia bukan takdir mu tapi kamu tetap mencintai nya dan menginginkan nya selalu bahagia.
Aku ingin merasakan cinta terindah itu.
...****************...
Kini ku jalani hari-hari ku dengan terbiasa tanpa nya. Itu sulit namun harus bagaimana lagi, aku tidak bisa memutar balik kan keadaan.
Pernah ku dengar kata mereka bahwa obat rindu adalah bertemu. Tetapi bagaimana dengan aku yang selalu bertemu namun tak lagi saling bertegur sapa?,
Aku tak bisa mencurahkan patah hati ku kepada mereka, kepada aca, rosa, ayra dan yang lain nya. Karena saat mereka menertawakan ku, memperingati ku karena memilih nya dengan tegas ku katakan bahwa sakit hati adalah resiko ku.
Siapa tau ternyata sakit nya sesakit ini, aku bahkan tidak sanggup menahan nya.
Ujian semester hanya tinggal beberapa hari lagi, seperti biasa guru-guru tidak akan masuk ke kelas karena para guru di sibuk kan dengan tugas nya dalam mempersiapkan ujian semester.
__ADS_1
“nonton teruss”. Aca yang entah dari mana menghampiri ku. Dia bersama rosa.
“kalau lagi sedih itu cerita bukan nya nontonin Run BTS”. Lanjut nya lagi.
“hehe... seneng nya di sini doang”. Aku tersenyum tanpa mengalihkan pandangan.
“udahhhh, taruh hp nya”. aca merebut handphone ku.
“sini cerita ke aku biar lega”.
“aku malu ca”.
“ngapain malu sih, kitakan temen. Jangan biasa kan simpan masalah sendiri”. Sambung rosa.
“jadi gini..”
“na!, ayo ikut aku”. Entah datang dari mana makhluk satu ini, dia tiba-tiba menarik tangan ku tanpa permisi.
__ADS_1
“apa sih an. Sakit tau!”. Dia tidak menghiraukan ku. Dia terus menarik paksa ku.