
"May beneran ini?. Tanya ku karena Maya yang memegang handphone nya untuk melihat Maps
"Di maps titik nya di sini".
"Ya udah sini hp-nya". Maya yang memberi kan handphone-nya kepada ku.
aku segera menghubungi Andra karena tidak ingin menunggu lama. menunggu adalah hal yang sangat sulit di lakukan jika tidak ada alasan yang tepat dan kepastian di akhir nya.
"Halo ndra ini aku udah sampai tapi nggak tau kamu nya di mana".
"liat Ke kiri". aku melihat ke arah kiri, Andra Melambai kan tangan nya dari jauh.
Setelah memarkirkan motor ku, aku memegang tangan Maya saat menghampiri Andra pasal nya Maya juga cukup introvert.
"sendiri aja?". Tanya ku pada nya
"iya nih". dia menarik kursi untuk ku duduki.
Kami duduk di sebuah kafe di pinggir pantai, karena sangat ramai orang Oleh sebab itu Aku tidak dapat menemukan Andra tadi.
"Siapa?". Andra melihat ke arah Maya.
"kenalin dia Maya teman ku". Andra mengangguk sedang kan Maya diam saja seolah tidak peduli.
****************
__ADS_1
Setelah lama duduk dengan pesanan kami, akhir nya Andra mengajak ku berfoto.
"aku nggak bisa Andra, aku nggak bisa foto". tolak ku.
meskipun memiliki Android aku sangat jarang berfoto bahkan bisa di bilang tidak pernah.
"kamu takut ketahuan Pacar mu ya?". pertanyaan yang benar-benar gila menurut ku.
"kalau aku punya pacar sampai kiamat pun nggak bakal mau aku jumpa kamu ndra". jawab ku kesal. di anggap wanita seperti apa diri ku ini?.
"Terus kenapa juga?. Ayo dong sekali aja". paksa nya.
"udah na, cepetan biar aku yang foto". Maya mengambil hp-ku mengarah kan kamera nya kepada ku.
"Kamu kan tau sendiri May aku gimana". aku ingin di mengerti tetapi seperti nya tidak ada yang mengerti.
"Ya udah deh". pasrah ku
sangat tidak nyaman rasa nya jika sudah di paksa namun masih menolak.
"Nah gitu dong. senyum na". ucap Andra.
kami berfoto seperti pada umum nya. aku duduk tegak dengan wajah tersenyum persis seperti saat berfoto untuk kartu tanda penduduk atau KTP, sedang kan Andra menaruh tangan nya di belakang ku, Bukan memeluk ku, dia sama sekali tidak menyentuh ku dia meletakkan tangan nya pada sandaran kursi di belakang ku.
setelah berfoto aku langsung pamit untuk pulang pada nya
__ADS_1
"aku juga pulang na". jawab nya.
"kirain kamu mau di sini dulu".
kemudian aku berlalu pergi beriringan dengan Maya dan di ikuti oleh Andra di belakang.
masih di perkotaan arah jalan pulang.
"sayang!!!, kamu mau pulang?!!". Ryan pacar Maya yang entah dari mana muncul.
"iya udah Magrib!". teriak Maya
"Yaudah aku antar ya!". Maya mengangguk.
itu sudah menjadi kebiasaan kami saat pulang, entah dari mana pun jika aku bersama Maya, Ryan sudah pasti ada. kami tidak tahu dia datang dari mana tetapi Saat kami melihat ke belakang tiba-tiba saja dia sudah ada di sana.
"May dari mana dia?".
"entah kayak nya dari rumah deh".
"tahu aja dia kita di sini".
"biasa Na, aku kan pamit sama dia Jadi dia tau lah". sungguh tidak apa-apa jika Ryan mengantar kami karena kami perempuan yang di antar merasa terlindungi tapi jika keseringan aku malah kasihan melihat nya.
Ryan tinggal di perkotaan sedang kan kami tinggal di desa, setiap kami keluar ia akan mengantar kami pulang dan itu berlawanan arah antara rumah nya dengan kami.
__ADS_1
happy reading 🥰😍