Mentari (2021)

Mentari (2021)
68


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, dalam seminggu ini aku melakukan pendekatan yang lebih dalam dengan Andra, pasal nya saat minggu awal pacaran kami sama sekali tidak berbicara.


semalam dia mengatakan ingin ke kantin bersama ku, benar saja sekarang dia sudah berada di depan meja ku.


"Yuna kamu udah janji semalam". aku yang paham Maksud nya Langsung memasuk kan buku ke dalam tas.


"ca, Rosa, ayy. aku mau ke kantin kalian ikut nggak?"


"Kita udah janji cuma mau pergi berdua na". protes nya


"Nggak papa na kalian duluan aja nanti kami Nyusul ucap rosa.


Aku dengan ragu bangun dari duduk ku.


"emm..ya udah aku duluan ya". Mereka mengangguk.


Begitu keluar kelas Aku merasa seperti penjahat, para perempuan di sekolah ini menatap ku sinis. aku berhenti, memperhatikan sekitar, Andra yang melihat ku berhenti pun menarik tangan ku.


"kamu jangan jalan di belakang ku". sepanjang perjalanan menuju ke kantin aku hanya menunduk dengan tangan yang di pegang oleh Andra.


di kantin kami hanya membeli 2 botol minum saja, aku bingung entah apa tujuan Andra mengajak ku ke kantin padahal hanya membeli air mineral lalu kami kembali ke kelas.


setelah mengembalikan ku ke kelas, dia pergi keluar yang Entah Kemana tujuan nya.


"Kamu ngapain beli minum Na, kamu kan Bawa minum". tanya Aca.


"entah". jawab ku santai


"kamu udah di hipnotis sama Dia na". sambung Rosa.

__ADS_1


"Ih, enggak bukan gitu. Tadi dia ngasih kan, ya udah dari pada ditolak, kan sayang".


"Kalian tau nggak gimana tatapan para perempuan pemuja Andra?". Tanya ku dengan heboh.


"aku merasa seakan mereka membunuh ku tanpa menyentuh, udah deh terakhir ini aku pergi sama dia. merinding aku".


"Dia ngajak kamu buat pamer kalau dia udah ada yang punya". sambung ayra.


"bukti nya" tanya ku.


"Bukti nya dia nggak tau mau ke kantin Ngapain jadi dia cuma beli minum Padahal dia tahu kamu bawa Tumblr, itu tuh alasan dia biar bisa pergi sama kamu".


"nggak yakin aku Ay".


"sama Aku juga berpikiran sama kayak ayra". aca menyetujui pernyataan ayra.


"aku juga". Jawab rosa


"Yuna mah...". rosa memukul ku pelan.


"tapi ya dia itu aneh tahu nggak?, aku tuh kalau chattingan sama dia merasa nyamannnn banget Terus kalau jumpa sama dia aku tuh canggung nya Subhanallah. Dia itu kayak 2 orang di 1 raga yang sama".


"dia kan pendiam na, biarin dulu dia beradaptasi dengan hubungan kalian".


"kamu Na Kalau udah bisa nerima dia kamu juga harus sanggup menerima semua kekurangan dan kelebihan dia". lanjut ayra.


"kalian tahu kan, Aku tuh nggak suka dia tapi ya gimana ya kalau di lihat-lihat dia lumayan ganteng tapi dia orangnya nggak berani mengambil resiko".


"resiko apa sih Na, kamu ngomongin resiko udah kayak apa aja. tadi Dia ngajak kamu ke kantin itu besar loh resiko nya". ayra kembali menanggapi

__ADS_1


"resiko nya apasih?".


" dia di jauhi cewek-cewek yang suka dia".


"itu kan karena dia suka sama aku". jawabku polos.


"Iya maka nya itu!!!". teriak ayra garam kepada ku.


"udah nggak usah ngomong sama dia, bukan cuma sama kamu, sama kami dia juga kayak gitu kok". Aca mengelus-ngelus bahu ayra yang emosi karena ku.


"sekali lagi na kamu buat aku kesal bakal pindah kepala mu jadi kaki". ayra berlalu pergi setelah mengatakan itu.


itu tidak serius aku tahu bercandaan seperti itu sudah biasa di dalam pertemanan.


"gimana rasa nya pacaran sama ketua kelas yang ganteng terus di sukai banyak orang?". Rosa bertanya sambil tersenyum.


"rasa nya biasa aja sih, nggak ada yang spesial. aku nyaman sama dia, dia ngetreat aku like a queen. Itu baru dichat ya, kalau secara langsung aku belum tau".


"sesering apa kalian chattingan?".


"sebelum pacaran dia sering chat aku, sekarang juga masih sering tapi gimana ya".


"Gimana apa nya". tanya Aca.


"Aku maleeess banget bales chat dia, kayak ada sesuatu yang nahan aku buat batasi perasaan aku. terus aku juga merasa dia tuh ganggu banget, ganggu aku nonton, ganggu aku ngeFangirl, ganggu aku ngerjain tugas, karena aku terganggu jadi aku cari banyak alasan buat nggak bales chat dia. misalnya aku bilang kalau aku ketiduran atau bantuin Bunda jadi nggak pegang HP dan nggak bisa balesin chat dia atau banyak alasan lain nya".


"parah sih kamu Na". Rosa menggeleng geleng.


" jalanin aja dulu". ujar aca. Aku mengangguk menyetujui.

__ADS_1


happy reading ❤️


__ADS_2