
“gimana kabar kalian selama libur?”.
“baik bu....”. jawab para murid serentak.
“seneng ga?”
“seneng bu....”.
“jadi ini ibu Cuma mau masuk sebentar, paling Cuma 30 menitan. Biar ga buang-buang waktu kita langsung ke inti nya saja. Untuk yuna, asyril, velly, arhan, kalian berempat masih sanggup mengelola kelas atau pengen ibu ganti?”.
“ganti aja bu”. Jawab ku di angguki velly.
“oke kalau gitu, kita mulai dengan pemilihan ketua kelas. Ada yang mau gantiin arhan?”. Semua murid terdiam, tidak ada yang mengajukan diri.
“atau kita lakukan pemilihan?”. Tanya bu mita kembali.
“boleh bu..”. jawab para murid.
Calon pertama yang dipilih oleh bu mita adalah arhan karena arhan sudah memiliki pengalaman sebagai ketua kelas, calon ke dua adalah andra dan calon ke tiga adalah reno. Mengapa mereka bertiga yang di pilih bu mita?. Aku tidak yakin tapi kalian pernah mendengar kata-kata “kamu good looking berarti kamu aman” kan?. Cenderung yang tampan akan lebih dipercayai dalam hal apapun.
“silahkan angkat tangan kalian saat ibu menyebut nama pilihan kalian”. Kami semua mengangguk mengerti.
“ siapa di antara kalian yang masih ingin arhan yang menjadi ketua kelas?”. Begitu ku lihat aca dan rosa mengangkat tangan, aku pun mengikuti. Hanya kami bertiga yang memilih arhan, arhan pasti tidak akan menang jika hanya dengan tiga suara.
__ADS_1
“dia nembak nya gimana?”. Aku berbisik.
“yaa gitu, aku juga kaya nya ga sadar, tiba-tiba udah jadian aja”. Aca tersenyum malu.
“lah kok bisa yaa”. Batin ku bertanya tanya.
“oke, karena banyak yang memilih Andra berarti Andra lah yang akan menjadi ketua kelas”. Aku melihat ke arah andra, dia hanya diam saja.
Kalian masih ingat andra kan?, dia yang mengantar ku dan ayra sehabis futsal. Sejauh yang ku tahu dia memang sangat pendiam. Dia sungguh tidak ku sadari keberadaan nya selama ini, dia ada namun terasa tiada. Begitu lah dia.
Dia tidak bergaul dengan teman sekelas. Jika saja dia bergaul dengan teman sekelas, seperti nya keberadaan nya tidak terasa terlalu fana.
Dengan wajah nya yang tampan menurut kebanyakan wanita, tidak di heran kan lagi mengapa ia yang terpilih sebagai ketua kelas.
Bu mita telah keluar karena pemilihan telah berakhir. Dari pemilihan itu di tunjuk kan Andra sebagai ketua kelas, arhan sebagai wakil ketua, riza dan sinta sebagai bendahara dan sekretaris. Riza dan sinta berasal dari geng sebelah yaitu geng velly.
Sebenar nya kami berteman dengan semua hanya saja circle sebelah yang memisahkan diri dan menyebut geng-geng an dalam pertemanan kami.
“na!”. Panggil dea. Dea menghampiri ku.
Dea adalah wanita yang pintar, dia memegang peringkat ke tiga di kelas. Sudah dua semester lama nya posisi itu tidak pernah di ganti oleh orang lain.
Peringkat kedua di pegang oleh kania dan peringkat pertama berada di tangan arhan.
__ADS_1
“hmm?”. Aku menarik kursi yang kosong di sebelah ku.
“kamu mau ikut lomba seni ga?”. Dea duduk dikursi yang ku sedia kan.
“ikut aja na, kan lagi nyari kesibukan”. Sambung aca.
“iya naa, biar ga sad terus”. Rosa pun ikut menjawab.
“di mana?”. Tanya ku kepada dea.
“perlombaan dari sekolah tapi aku ga tau tempat di ada kan lomba nya di mana. Ntar kamu aku yang dampingi”.
“beneran?”
“iyaaa”
“boleh-boleh, tapi kamu janji yaa mau dampingi aku?”.
“iyaaaaa”. Dea meyakinkan ku.
“ya udah aku ke sana dulu yaa”.
“iyaa,, makasih yaa”. Dea tersenyum dan berlalu pergi. Aku senang, semoga dengan sibuk ku aku dapat melupakan seseorang yang benar-benar ingin ku lupakan.
__ADS_1