
Malam ini aku duduk di kamar ku sendirian, aku hanya menonton Run BTS, tidak ada lagi yang ku kerjakan, hanya mereka yang bisa ku jadi kan penghibur ku. Aku tidak ingin membagi beban ku kepada teman-teman ku terlebih aca yang ku ketahui baru saja mengobati diri dari masa lalu.
Aku rindu fathan, tetapi tidak ada yang bisa ku lakukan. Dia di lukai oleh seseorang yang dia pilih kemudian dia melukai ku orang yang membantu nya untuk pulih.
Jika aku jadi dia, aku akan memilih sendiri dari pada harus melukai orang baru hanya karena masa lalu.
Hahaha yang benar saja setelah banyak hal yang kami lalui, kenapa aku harus melepas nya?. Aku yang membahagiakan nya, aku juga yang menemani nya melewati depresi, lalu dia yang entah dulu dimana tiba-tiba datang merebut nya dari ku kemudian mereka bahagia berdua.
Aku sangat ingin dia mengingat ku sebagai orang yang membantu dia pulih dan bisa kembali lagi kepada masa lalu nya.
Aku mencintai nya dan membenci nya dalam satu hati. Aku merindukan nya tapi seperti nya aku lebih baik tanpa nya. Aku ingin dia keluar dari hidup ku tapi aku tak pernah benar-benar ingin dia pergi.
Seandainya dia mengatakan sesuatu untuk berhenti berharap pada nya dulu, mungkin aku tidak akan sesakit ini.
...****************...
Pagi ini aku masih harus harus ke sekolah, pasal nya hari ini adalah hari pembagian raport. Setelah pembagian raport kami akan libur selama dua minggu untuk beristirahat dari masalah-masalah sekolah.
__ADS_1
Karena semalam aku sibuk memikirkan fathan, aku sampai bermimpi bertemu dengan nya. Kata orang merindukan seseorang sampai terbawa mimpi itu adalah konsep yang paling sedih. Jadi tidak di heran kan lagi mengapa air mata ku menetes tanpa sebab saat terbangun.
“gimana na?”. Tanya kenza, ku perlihatkan wajah sedih ku.
“delapannn!!!”. Aku meloncat kegirangan.
“hadiah nya nanti ya pas di rumah”. Aku mengangguk senang. Ternyata masih ada ucapan lelaki yang bisa di percaya.
Se sampai ku di rumah, kudengar muncul notifikasi di handphone ku. Aku melihat kenza mengirim sebuah video melalui aplikasi WhatsApp.
Ini kah yang ia janji kan kepada ku?. Ku buka video tersebut, terlihat jelas wajah nya di sana dengan sebuah gitar yang ia pegangi.
Aku kagum kepada nya. Kalian harus tau, Sebuah hadiah bukan di lihat dari seberapa mahal harga nya tetapi seberapa besar usaha nya melakukan dan mendapat kan hadiah tersebut.
Bukan kah kenza terlihat sangat tulus? Tetapi aku tetap tidak bisa menerima nya, bukan nya aku tidak menyukai nya, aku menyukai nya namun masih di batas suka yang wajar.
Aku juga nyaman dengan nya. Aku hanya tidak ingin menjadi kan kenza sebagai tempat pelampiasan masalah hati ku, pada akhir nya itu juga akan menyakiti kami berdua.
__ADS_1
aku juga tidak ingin berpacaran dengan mantan teman ku sendiri. Bayang kan saja mereka pernah bersama, sangat mungkin bagi salah satu dari mereka masih menyimpan perasaan. Kalian mengerti kan maksud ku?.
Kata nya lidah lebih tajam dari duri, aku tidak ingin di sebut sebagai wanita yang tidak tahu malu, seperti tidak ada lelaki lain saja.
Aku juga tidak ingin sakit hati dengan tingkah nya dan bagaimana cara dia memperlakukan banyak perempuan.
Jika ada yang menanyakan mengapa aku tidak menerima kenza, aku akan menjawab karena tiga hal tersebut. Tiga hal tersebut akan berujung fatal jika di sepele kan.
Entah dengan apa harus ku ucap kan maaf dan terima kasih kepada nya karena telah mencintai ku.
...****************...
Libur dua minggu terasa sangat panjang bagi ku. Dalam dua minggu ini aku menghabiskan hari ku hanya dengan merindukan nya dan mencoba melupakannya. Sulit?, tentu saja, tetapi aku tidak menangis karena sesuatu yang membuat dia bahagia tidak perlu ku tangisi.
Dia adalah obat namun aku meminum nya dengan dosis yang berlebihan, itulah sebab nya aku sakit. Semua salah ku
.
__ADS_1
Rosa bertanya kepada ku. “ kalau kamu tau sesuatu akan berakhir buruk, sanggup kah kamu menghentikan nya saat masih terasa indah?”.
Awalnya aku menolak untuk berhenti sebelum hal buruk itu benar-benar terjadi, kini akhir nya aku menyesali mengapa tak berhenti dari awal.