Mentari (2021)

Mentari (2021)
71


__ADS_3

"ngasih apa dia na?". Tanya Rossa.


"kalung kayak nya, atau gelang ya?".aku berpikir sejenak.


"Nih liat". aku memberikan nya kepada Rossa.


"kalung na, ada inisialnya. Kayak mata pancing Kelihatan nya".


"nanti deh aku tanya dia".


...****************...


setelah mengantar Rossa pulang aku pun langsung pulang tidak sempat singgah kemana-mana karena memang lelah dan matahari sangat terik hari ini.


"Assalamualaikum bunda". aku mencium tangan Bunda yang sedang menyusui si kecil.


"Waalaikumsalam. ganti baju dulu ya".


"Iya Bun".


aku masuk kedalam kamar mengganti seragam sekolah dengan pakaian rumahan lalu merebahkan diri di kasur.


ku buka handphone ku hendak mengirim pesan kepada Andra.

__ADS_1


(Note: sebelah kanan adalah pesan dari Yuna dan kiri balasan dari Andra)


^^^"sayang".^^^


berpacaran sebulan dengan nya sudah membuat ku berani memanggil nya dengan embel-embel sayang tapi hanya melalui chat saja jika secara langsung aku masih memakai Kata aku, kamu.


Itu sudah merupakan usaha ku yang paling keras karena paksaan darinya dengan mengatakan hanya dialah yang menyayangiku karena hanya dialah yang memanggilku sayang. Sedangkan aku tak pernah jadi dia memaksaku memanggilnya begitu jika tidak dia tidak menganggap ku serius dengannya. sebenarnya tidak masalah bagi ku tapi melihat perlakuan dia, Sayang sekali Jika aku menyia-nyiakan orang sebaik dia.


"Tuan sayang Kamu udah sampai?".


^^^"Udah baru aja, btw Makasih ya kalung nya".^^^


"sama-sama sayang".


"kamu tahu arti liontin nya?".


"itu tuh huruf JJ, tahu nggak kenapa huruf j?. ada 2 lagi".


^^^" kenapa?".^^^


"karena Jaylen akandra, kalau rumah dipanggil Jay, Kalau bahasa cepat nya JJ".


^^^"bisa gitu ya, tapi aku nggak pernah dengar orang-orang manggil kamu itu".^^^

__ADS_1


"orang rumah manggilnya itu sayang, dulu pas kamu ke rumah kan ada Mami, kamu nggak ngeh Kalau Mami panggilnya aku Jeje".


flashback on


Aku di undang Andra ke rumah nya dengan beberapa teman sekelas yang dekat dengan nya, namun hanya aku yang datang sedangkan yang lain sibuk mencari alasan untuk tidak datang.


Aku pergi dengan Maya ke rumah nya, saat ini kami masih belum berpacaran baru berteman dengannya seperti teman pada umumnya. Hari ini adalah acara lamaran kakaknya. Sebenarnya aku sedikit malu untuk datang namun dia memaksa.


^^^"Andra Aku udah di depan".^^^


"iya tunggu bentar".


dalam sekejap aku sudah dapat melihat dia keluar dari pintu pagar rumah nya. ku akui dia tampan, dengan tubuhnya yang tinggi, badannya yang kekar dan menggunakan batik sungguh menimbulkan kesan yang berbeda bagi ku.


perlu diketahui Andra adalah tipe laki-laki yang sejauh kulihat lelaki lain hanya dialah yang rambutnya selalu rapi dan memenuhi standar rambut paling rapi di mata para guru, kalian bisa bayangkan betapa rapi rambutnya. Jika dilihat dari tampangnya dia adalah tipe laki-laki yang good boy.


"Ayo Masuk". ajaknya.


"Andra, jangan bilang kalau didalam cuma ada keluarga kamu doang". aku berkata demikian karena Setahuku tidak mungkin mengundang banyak orang di acara lamaran.


"Nggak papa ada temen Cici juga kok". Cici adalah kakaknya, nama kakaknya Yunika, dipanggil Cici karena mereka keturunan Chinese, ayahnya salah seorang mualaf yang tinggal di Indonesia.


"tahu gini nggak datang aku ndra".

__ADS_1


"Kok gitu sih? Ayo masuk dulu".


Aku berjalan di belakangnya bersama Maya, dia membawa ku duduk di halaman rumahnya dengan beberapa anggota keluarga.


__ADS_2