Menunggumu

Menunggumu
bab2 ~berkenalan~


__ADS_3

Baca lagi yuk gaes, jangan lupa dukung ya tinggalkan jejak like, komen, vote beserta saran dari kalian untuk melengkapi kekurangan dari cerita ini 😊😊


Maaf ya jika masih banyak typo.


selamat menyaksikan huiiiiii....


*/*/*/*/*/*/*/*/


Zaka melihat saat Jey kurang semangat hingga membuat tim mereka dibawah tim black. "Oiiii Jey lo kenapa sih, semangat nyet!"


Zaka mengodekan tangannya ke pada para murid nusantara untuk memberikan dukungan yang lebih semangat ke tim mereka.


"Jei, i love muuuaahhhhh teriak Jeni,"


Sesaat melihat ke arah suara itu, Zaka mendengar itu dan menarik hembusan yang melayang di udara dengan tangan sebelah kirinya dan mengeluskan di hatinya.


"I love you too.. muah"


"Is kok malah si kampret itu sih yang membalas?" gerutu Jeny yang memonyongkan bibirnya ke atas.


Waktu istrahat kini membuat mereka sejenak melepaskan rasa letihnya. Mereka mendudukkan dirinya di pinggir lapangan untuk menegukkan air minum yang di berikan oleh salah satu tim penyemangat.


Jey menatap seorang gadis yang sedang memberikan minuman kepada Morgan. Wah,kalau gini gue bisa tambah semangat nih, goda morgan ke Willa.


"Ok, tetap semangat!"


Katanya dan kemudian Willa melirik ke arah lawan timnya, melihat kapten dari tim white yang juga memandangnya. Tersenyum manis dari arah kejauhan.


Jey melihat ke belakang, kanan kiri, apakah dia tersenyum padaku, batinnya. Jey juga membalas senyuman itu dan mengangguk, seakan akan dia mengerti kalau gadis itu juga memberikan senyum semangat padanya.


Kini bola sudah di tangan Jey, kemudian melakukan overan. Yeeeeiiiiiiiiii 👏👏 teriakan anak" Nusa. Lagi dan lagi teriakan tepuk tangan anak Nusantara. Morgan melirik Jey dengan tatapan murka. Namun yang di pandang hanya bersikap santai saja.


Morgan melakukan serangan licik.

__ADS_1


Permainan saat ini begitu menegangkan dan


seketika Morgan melakukan kecurangan yang bisa membahayakan lawannya, tepat sekali pada sasaran, Kalau kelemahan tim white tanpa kapten nya. sehingga Jey terdampar jatuh saat ia ingin memasukkan bola kedalam ring.


bakkkk!


Teriak Jeni juga anak anak Nusa.


friiitttttttt!! terdengar suara pluitan wasit, karena Morgan melakukan pelanggaran.


Morgan mendapat peringatan dan sangat puas melihat Jey saat terjatuh. Belum apa" lo sudah jatuh begitu batin Morgan tersenyum puas.


Lo nggak apa" Jey? tanya Reno mengangkat tangan nya, mengangguk dan melirik Morgan dengan wajah angkuhnya. Bergantian melirik ke arah Willa, yang lagi lagi memberikan semangat padanya dan memberikan anggukan.


Pertandingan di mulai!


Jey tidak membalas perbuatan morgan. Baginya menang dan kalah itu soal biasa.


Dia sepakat dengan timnya untuk lebih extra dan mulai melakukan serangan, lalu mengover bola ke ring..


lagi dan lagi....👏👏


Yeiiiiiiiiiii kini teriakan anak Nusa sangat merdu atas kemenangan sekolah mereka.


Tim white juga berteriak dan mereka saling berpelukan.


Bangsatttt!! ucap Morgan.


Morgan tidak terima atas kekalahan timnya. Slama ini tidak ada tim yang mampu mengalahkan nya. Tim white dan tim black saling bersalaman


"Mungkin kali ini gue kalah, tapi gue akan balas ini di lain waktu, mengeratkan jabatan tangannya dengan Jey".


Jey hanya tersenyum membalas perkataan Morgan dan melihat kearah anak" bangsa, dia tidak melihat gadis itu lagi.

__ADS_1


Dimana dia??


Jey i love you! Jeni berlari menghampiri nya namun Zaka langsung menarik tangan Jeni dan memeluknya.


Terimaksi trimakasi jawab Zaka.


"Ihhhh lepas kringat lo bau banget tau nggak!" Zaka melepaskn tangannya kemudian mencium keteknya hehhehe.


" Uuuuweekkkkkk gue mau muntah"


"Udah lo gk usah berlebihan deh Jen, padahal lo suka kan cium baunya Zaka?" ledek Reno dan mereka saling tertawa. "Oya tim putri akan segera mulai nih, apakah mereka sudah siap?


Mereka sedang siap" di ruang ganti, jawab Jeni.


Morgan sibuk mempersiapkan tim putri dari sekolahnya. Dia memberikan arahan yang terbaik untuk mereka. Menyadari salah seorang timnya tidak ada, dimana Willa?


Willa masih di ruang ganti jawab rika. Melirik jam tangannya yang menandakan sekitar 5 menit lagi pertandingan akan di mulai, Willa segera berlari ke arah lapangan.


brukkkkkkk.....


Tanpa sadar willa menabrak tubuh seorang laki". Dia perlahan menatap laki" itu yang ternyata Jey dan seakan mata mereka saling bertatapan. Melihat kegantengan nya dengan rambut yang bercucuran keringat. oh god, ganteng sekali pria ini.


"Kamu gk apa" kan?" tanya Jey


Willa hanya menggelengkan kepalanya. "Lain kali hati hati ya, gk usah terburu buru begitu.


Kamu ikut juga main basketnya?"


"Iya!"


cantik sekali gadis ini. Jey sangat terkagum" dengan paras gadis yang sedang berada di hadapanya yang kecantikannya begitu mengumbar dimata. tidak terlalu kalem kalem gitu dan juga imut.


"Kalau begitu saya pergi dulu ucap Willa. semangat ya!!"

__ADS_1


Ok!


**


__ADS_2