Menunggumu

Menunggumu
bab 73


__ADS_3

Preng!!!


Serpihan gelas yang kini bertebaran di lantai membuat jantung Morgan berdebar kencang.


"Ada apa, sayang?" kata mama menghampirinya ke ruang dapur. Melihat putranya yang sudah mematung di tempat memandangi serpihan gelas itu.


"Morgan, kamu gak apa-apa?"


"Aa, tidak ma! Aku tidak sengaja menjatuhkannya.


Ada apa dengan perasaan gue?


"Ya sudah, sayang! biar pelayan aja yang membersihkannya." Mama menarik Morgan untuk duduk di kursi.


Sementara disisi lain.


**


"Auu,, kaki gue!" ringis Jey ketika kakinya di jatuhi oleh fas bunga yang terjaruh saat dia mengambil berkas di meja. Melihat fas yang isinya mawar kuning itu dan mengambilnya.


Willa?


Teringat akan Willa yang ketika melihat mawar kuning. Jey juga ikut-ikutan menyukai mawar kuning karena Willa. Setiap pagi dia menyuruh petugas untuk meletakkan mawar di mejanya.


Mengambil ponselnya dan mencari nama Willa disana.


nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, atau berada di luar jangkauan! operator


Willa, kamu baik-baik aja kan? aku khawtir!


Peperangan yang terjadi tadi malam, tepatnya jam 10 malam di sebuah dusun Xx, menyebabkan beberapa pasukan pembela negara terluka. Dan Salah satu pengusaha dari Jerman yaitu Argo Ziko, yang terlibat dalam kasus penjualan putri Diana.


Argo??


Siapa itu? Ziko?


namanya mirip Morgan Ziko, batin Jey. Bagaimana dengan Willa? apakah dia sedang bertugas disana?


Jey keluar dari kantornya dan berpapasan dengan Ana di depan pintu. "Jey, kamu mau kemana?" tanya nya melihat Jey yang sudah berkeringat.


"Aku ada urusan!"


"Iya, tapi kemana? Tunggu Jey!"

__ADS_1


Tanpa mendengarkan Ana, Jey memutar mobilnya menuju sebuah tempat.


**


Morgan menerima berita tentang kakak sepupunya yaitu Argo Ziko yang kini di rawat di rumah sakit Xx. Mendapatkan luka tembak di bagian perut dan kaki membuatnya tidak berdaya. Semua kluarga Ziko mengunjungi tempatnya berada dan segera membereskan masalah yang menimpanya. Sudah Beberapa hari ini juga kekasihnya tidak bisa di hubungi.


Willa, ayo angkat dong, sayang! apa kamu baik-baik saja disana?


"Argo? kamu sudah sadar sayang?" ucap mamanya mencium telapak tangan Argo. "Siapa yang melakukan ini sama kamu? Mama akan membuat perhitungan dengan orang itu."


"Tante, tenang dulu. Biarkan Argo istrahat dulu." Pegang Morgan pada bahunya.


Mama Argo mengangguk dan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang berjabatan tinggi untuk mencaritahu pelaku yang menyebabkan anaknya terluka.


Sudah seminggu Argo di rawat di rumah sakit terkenal di Jerman, keadaannya juga sudah semakin membaik. "Lenyapkan tentara itu!" suruhnya pada bodigat itu."


"Baik, bos!"


Mereka keluar dari ruangan Argo dan berpapasan dengan Morgan di pintu ruangannya. Melirik dengan tatapan curiga. Siapa mereka? apa hubungannya dengan Argo?


Morgan masuk dan menghampiri Argo.


"Siapa mereka?" tanya nya menunjuk ke arah pintu.


"Bukan siapa-siapa. Mereka hanya rekan bisnis gue, Mor."


"Iya, terimakasih. Lo sepupu gue yang paling baik deh pokoknya!"


Ting... pesan masuk. Meliha layar ponselnya dengan nama Willa, Morgan langsung membuka pesan tersebut dengan mata yang berbinar. Sayang?


~Maaf jika aku membuat mu khawatir!"


"Lo kenapa senyum-senyum begitu, Mor?" tanya Argo memandang Morgan yang sibuk memandangi ponselnya.


"Mm, ini mas. Dari cwek gue!"


"Lo punya cewek, emang?"


"Ya elah, mas."


Morgan langsung melakukan panggilan video. Namun di tolak oleh Willa.


Lo kok di matiin?

__ADS_1


~Aku lagi bertugas, nanti aku telfon balik!


~Iya sayangku. Aku merindukan mu😘.


"Lo ngapain sih? senyam senyum macem anak ABG aja!"


"Gak ada! Gue tinggal dulu ya, mas!"


Maafkan aku Morgan, aku sudah menghindar dari mu. Aku hanya tidak ingin membuatmu lebih khawatir melihat ku terluka seperti ini, batin Willa.


.


.


.


.


2 bulan sudah berlalu, Kasus yang menimpa merek sudah berlalu dan selesai dengan baik. Namun rasa ingin melenyapkan Willa, masi terbayang di benak Argo. Ia akan mencari cara lain untuk menyingkirkan gadis itu. Minggu ini Morgan sudah mengambil cuti untuk berlibur ke tempat kekasihnya berada. Mereka akan menghabiskan waktu bersama selama tiga hari di sebuah pantai yang terkenal di kota itu.


"Sayang? panggil Morgan saat melihat Willa yang kini tengah mencarinya. Berlari dan memeluk gadis itu dalam dekapannya.



"Aku merindukan mu, sayang!" bisiknya


"Aku juga rindu kamu!"


Mengecup pipi dan juga rambut Willa berkali-kali. Setelah sekian bulan tidak berjumpa, Morgan melampiaskan rasa rindunya dengan mengajak Willa untuk ke sebuah pantai dan menginap disana. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari bandara menuju pantai itu. Setelah sampai disana, Mereka langsung membersihkan diri dan langsung menuju tempat itu.


"Morgan, tempat ini sangat indah!"


Memejamkan matanya menikmati kesejukan alam di malam hari. "Kamu suka, sayang?" memeluk tubuh Willa dari belakang.


"Mm!" Berbalik menghadap Morgan yang kini telah memandangnya. Mereka mempersatukan keningnya dalam hening sejenak. Mengangkat dagu gadis itu dan perlahan mengecup bibirnya.


"Apa kamu bahagia, sayang?"


"Tentu saja. Sudah sekian lama aku tidak pernah liburan, jawab Willa.


"Mmm, aku juga senang."


Morgan memeluk pinggang dan mendudukkan Willa di pangkuannya. Menyelipkan anak rambut gadis itu. Begitu juga dengan Willa yang menyandarkan kepalanya di bahu Morgan. Sejenak Morgan menatapnya dan,

__ADS_1


"Boleh?" tanya Morgan. Ingin sekali ia melahap bibir merona itu. Dan yang di tanya pun hanya mengangguk saja.


Morgan segera ******* bibir itu dengan perlahan. Ia gigit sedikit bibir Willa untuk membuka mulutnya. Mereka Saling berbalas ciuman yang hangat.


__ADS_2