
Maaf diawal kisah ini masih banyak typo,
penulis tetap berusaha memperbaiki agar tdk terjadi kesalahan yang sama di bab berikutnya. Jangan lupa dukung ya ya gaes.
Happy reading ya😊
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/
4 Tahun kemudian
Disaat melepaskan baju mahasiswa yang selama ini mereka perjuangkan, Masing masing para pejuang kini kembali ke Indonesia. Diantara mereka akan ada yang Menyandang status Calon suami istri yaitu Rika dan Reno. Setelah menyelesaikan study nya Rika juga Reno akan mengadakan pertunangan pada pertengahan bulan Natal ini.
Tidak lupa memberikan undangan kepada para sahabat sahabatnya untuk menghadiri pertunangan mereka. Ini adalah kesempatan mereka untuk meet kembali setelah beberapa tahun lalu.
Dekorasi disebuah hotel terkenal di kota B, menjadikan tempat istimewa bagi mereka yang punya acara. Pagi - pagi sekali Rika sudah di repotkan dengan persiapan pertunangan nya nanti malam.
Pukul 1 siang Rika membaringkan sejenak tubuhnya agar tidak kelelahan pada saat berlangsungnya acara nanti malam. Membuka jendela kamar, dan merentangkan tangannya. Menghirup udara yang selama ini sangat dia rindukan.
Sebuah Album yang terletak di rak buku terjatuh tertiup angin. Mengambil dan membuka album tersebut. Meraba tepat pada wajah yang sangat ia rindukan.
"Gue akan bertunangan hari ini, apakah lo akan datang?"
Air bening itu sudah mulai jatuh pada wajah ku. "Lo jahat banget sih, apa lo gk sayang lagi sm gue? Kemana gue harus cari lo Wil? Kemana?"
Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap hari ini, siang ini juga dia sudah menunggu di sana. Atau aku yang akan menunggumu untuk 1 jam lagi atau lebih dari itu yang penting tidak melewati hari ini. Sesampai disana Jey berlari menyusuri seluruh pantai untuk mencari seseorang disana. 30 menit sudah berlalu, Jey duduk dibawah pohon rindang, yaitu tempat mereka berlindung beberapa tahun lalu.
2 Tahun lalu, Jey menyempatkan waktunya untuk mengunjungi pantai ini. Menunggu selama seminggu namun yang di tunggu tidak datang juga.
Menundukkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya perlahan. Apa yang harus ku lakukan Wil? aku bahkan sudah menunggu mu terlalu lama. Dan kau bahkan juga tidak memberi kabar sampai saat ini.
Yang namanya hidup memang butuh kepastian. Pada saat itu juga hatinya sedikit meluntur untuk menunggu lebih lama lagi.
Membuat keputusan dan tekat sendiri untuk berhenti menunggu. Di pantai ini juga di jam 3 sore ini juga, Jey sudah berniat untuk melepaskan Willa.
Maafkan aku Wil, mungkin pada suatu hari nanti kita berjumpa, saat itu juga kamu pasti akan kecewa pada ku. Itu juga hal yang ku rasakan pada tahun tahun sebelumnya sampai saat ini. Aku kecewa , kamu tidak bisa menepati janji kita.
Ok percintaan mereka sudah mulai rumit.
.
.
.
"Hallo An?"
"Jey kamu dimana, aku sudah sampai di bandara nih!" Ok aku akan segera kesana."
__ADS_1
Menutup mata dan menghembuskan nafas kasar, "Selamat tinggal masa lalu!"
Beranjak dari pantai dan segera melajukan mobilnya menuju bandara untuk menjemput Ana. Pada hari ini juga, Jey menerima cinta Ana yang sudah lama di pendam oleh gadis itu. Dia akan mencoba menerima Ana dalam hidupnya. Ana memeluk Jey sangat erat, rasa sabar nya selama ini berbuahkan manis.
Jey akan mengenalkan Ana pada orang tuanya disaat mereka ingin bertunangan nanti. Tidak ingin terburu buru, karena hatinya belum sepenuhnya pada gadis itu. Hanya saja dia ingin mencoba menyayangi Ana.
Malam pun tiba. Suasana hoter berbintang itu sudah di kunjungi oleh para undangan dan juga para krebat dekat. Rika menggunakan gaun ungu yang berlengan pendek. Dia sangat terlihat sangat anggun.
Berpelukan dan berjabat tangan saat berjumpa dengan teman lama yaitu tim ribet.
"Wah, lo kaya pangeran beneran malam ini Ren." ledek Zaka
"Iya memang malam ini gue jadi pangeran."Uuu pantang aja di puji dikit, lansung lo!"
Mereka tertawa dan banyak bercerita tentang perjuangannya di perantauan.
Kali ini mereka membawa pasangan masing masing, Jey dengan Ana, dan Zaka dengan Jeny.
Pertukaran cincin akan segera di mulai, kedua mempelai saling tersenyum saat mereka memasang cincin di jari manis pasangan nya.
*/*/*/*/*/*/*/
"Ayo, Tika, kita tidak punya waktu banyak."
"Iya sabar Wil, gue capek banget nih ngejar" lo yang dari tadi berlari kencang."
Sesampainya di depan hotel itu, memasuki lift menuju lantai 4. Ketika tiba di depan pintu sebuah ruangan lebar tempat berlangsung nya acara, Willa dan juga Tika dilarang masuk oleh penjaga karena tidak memiliki kartu undangan.
"Tolong, pak, izinka saya masuk sebentar saja, saya ingin mengucapkan selamat pada Rika sahabat saya." Kata Willa meminta izin."
"Maaf nona, kami ttp tidak mengizinkan anda masuk, karna anda tidak memiliki undangan, lagi pula anda juga bukan warga Indonesia."
Melihat dari ujung rambut ke ujung kaki, kedua gadis yang menggunakan seragam berloreng ini. "Kalau begitu, tolong sampaikan kepada Rika, kalau saya ada di depan."
Mengisyaratkan kepada penjaga, agar tidak ada yang mengetahui namanya di lokasi ini.
Salah satu penjaga itu masuk kedalam dan menemui Rika juga Reno.
"Maaf nona, ada seseorang yang ingin berjumpa dengan anda!" bisiknya
"Siapa pak?"
"2 orang wanita berseragam tentara, namanya Willa." Rika melalakkan matanya ketika mendengar nama Willa. "Ada apa sayang?"
"Ayo Ren!" Memarik tangan Reno keluar bersama penjaga itu.
Ketika sampai di depan pintu, "Nona.."
__ADS_1
Panggil penjaga pada mereka yang membelakangi arah pintu. Dengan perlahan Willa membalikkan tubuhnya dan melihat Rika juga Rena di hadapannya. Perlahan membuka topi yang ia gunakan.
Sesaat Rika juga Reno terpaku dalam pandangannya ketika melihat gadis tinggi, kurus, bernoda gores biru pada wajahnya. Sungguh, itu bukan wajah Willa sahabatnya. Keadaanya yang terlihat tidak terurus, bahkan berat badannya juga turun drastis.
"Rika...."
"Aa," Menutup mulut dengan tangannya dan air matanya mulai menetes ketika Willa mulai mendekatinya.
"Ini gue Rik." Mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Rika. Tanpa menunggu aba aba, Rika langsung memeluk tubuh Willa dengan Erat.
"Aaa apakah ini mimpi? melepas pelukan itu dan meraba wajah Willa. Mereka menangis dan menangis bahagia. "Gue sangat rindu lo Wil, gue sudah mencari lo tapi tidak ketemu juga."
"Maafin aku Rik, aku terlalu sibuk denga. dunia perang ku. Kamu sangat cantik malam ini."
"Willa," panggil Reno yang juga mematung di samping Rika. Willa memeluk Reno sebagai sahabatnya. Gue juga rindu elo Wil!"
"Iya sama. Aa selamat ya buat kalian berdua, semoga kalian bahagia slalu!" Dan maaf Rik, aku tidak membawa kado untuk kalian."
"Terima kasih, kedatangan lo itu adalah kado yang gue nantikan selama ini Wil."
"Oya, ayo kita masuk! ajak Reno. " Maaf Ren, Rika, gue tidak bisa berlama lama di acara kalian."
"Titip salam buat seseorang di dalam sana ya!" Kata Willa menekan dadanya saat mengucapkan seseorang. Mereka bertiga berselfi menggunakan ponsel Rika.
"Gue harus pergi sekarang."
"Wil," Memeluk tubuh Willa dan menangis, "Jaga diri lo baik-baik ya!"
Melangkah menjauh dan melepaskan tangan sahabatnya dengan berat. Beberapa kali menoleh ke belakang yang melihat Rika tiada henti menangis.
"Ayo sayang, kita masuk, tidak enak kalau mereka mencari kita!"
Sesampai disana, Zaka dan Jey melihat mereka dengan wajah sembabnya. "Kalian dari mana aja, kok main tinggal pergi sih?" tanya Zaka
"Kita habis menemui seseorang."
"Lo nangis ya Rik?" tanya Jeni yang melihat sisa air mata Rika di sudut matanya.
"Lo berdua abis ketemu siapa?" sambung Jey
Mereka saling berpandangna, dan tersenyum.
"Ada, tante gue tadi!"
"Harus nangis gitu ya?"
"Ya, gue nangis karena bahagia."
__ADS_1
Jey menatap Rika dengan curiga, sepertinya ada yang mereka sembunyikan. Tidak mungkin Rika sampai nangis begitu.