Menunggumu

Menunggumu
bab6


__ADS_3

"Jey lo ada acara gk nanti sore?" tanya Zaja


"Gue mau nemani mami ke mol."


Yaelah anak mami lo, sekali sekali tolak gpp kan?" Sebenarnya tim black nantangin kita buat main balapan."


"Balapan motor?" trus lo bilang apa?"


"Ya belum bilang apa" sih. Bagaimana menurut lo?"


"Gue sebenarnya malas ngeladinin orang kayak gitu. Yang ada mah, sehabis balapan juga masalah belum kelar,"


"Ayo dong bro, masa kita kalah sama tim black, "sambung Reno


"Ok, ini terakhir kita berurusan dengan tim mereka."


*/*/*/*/*/*/*/


Setelah tiba di rumah, Willa langsung mengganti pakaiannya dan segera menuju ruang makan. Menarik kursi makan dan mengambil piring. Seketika Miska muncul di hadapannya,


"Mau ngapain kamu?"


"Willa mau makan ma." Udah deh nanti aja makannya, lagian makanan juga udah habis. Sekarang kamu belanja kepasar, beli ikan sama sayur. Jangan pake lama, nanti anak saya kelaperan lagi."


"Tapi ma, kan ada bik imah." Udah cepetan sana, bik imah masi sibuk."


Uhhhhh, kok papa bisa nikah sama orang kayak gitu ya, batinnya.


dretttt... dretttttt....


Mengambil ponsel di dalam saku celananya, dan menggeser layar tombol hijo.


"hallo?"


"Willa tolongin gue!!!"

__ADS_1


Terdengar suaran isakan tangis Kori di sebrang telpon, "segera datang ke jl xx kalau tidak kakak mu akan mati." Nada seorang lelaki yang berbicara kasar padanya.


tutttttt..... tuttttt panggilan terputus.


Hallo... hallo. Willa mengambil kunci motor mamanya dan segera melajukan motor tsb dengan kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan dia kepikiran Kori, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya?


"Ah sial, lampu merah lagi."


Morgan melihat Willa di balik kaca spionnya.


Mau kemana gadis itu??


Lampu hijo kembali melajukan kendaraan yang sudah melanda kemacetan sejenak.


Willa melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Tidak menunggu waktu lama, dia sudah tiba di sebuah gedung tua.


Tanpa dia sadari, Morgan mengikutinya dari belakang "Mau ngapain dia kesini?"


Willa berlari memasuki gedung tersebut. disana ada seorang penjaga, "Apakah anda yang bernama Willa?"


Menunjukkan sebuah kamar yang terlihat luas. "Silahkan masuk, kakak anda ada di dalam." Willa membuka pintu kamar tsb dan tidak bisa melihat siapa" didalam.


"Kenapa sangat gelap?"Kori, apa kamu ada disini? panggilnya dengan suara sedikit keras.


Namun tidak ada yang menjawab.


tekkkkkk.... lampu sudah dinyalakan, betapa terkejutnya Willa melihat seorang lelaki tua berbaring di tempat tidur.


"Selamat datang sayang!" katanya dengan posisi kaki terlentang melipat kedua tangan di dada. "Siapa kamu dimana kakak saya?"


"Sangat cantikk."


"Jangan macam" kamu!


Ouu ternyata kamu sangat galak ya." Perlahan menurunkan kakinya dan melepaskan baju kemeja lalu melemparkan ke lantai.

__ADS_1


Menatap Willa dengan sorotan mata tajam,"Kau gk akan bisa lari dari sini." Kemudian segera beranjak dan menarik tangan Willa.


Willa terkejut dan terhempas ke kasur. Dengan sigap, lelaki itu menginci tangan nya sehingga Willa sangat susah untuk melawannya.


tolong!! tolong.....


Laki" itu merobek lengan baju Willa. Terlihat kulit mulus nan putih, yang membuat lelaki itu semakin bergelora. Ketika dia ingin menghisap jenjang leher nya, Willa berusaha sekuat mungkin menendang perutnya.


Auuuu!!


Sesaat tubuhnya terlepas dari cengkraman tua itu, beranjak dan berusaha membuka pintu namun tak bisa.


"Kurang ajar kamu!"


Lelaki itu berdiri dan menarik tangan Willa.


Mengambil posisi siap menyerang, dan melanyangkan kakinya tepat pada dada lelaki itu. Sekali lagi menarik kembali kerah baju, dan memukul hidungnya dan bercucuran darah merah membuat lelaki itu jatuh pingsan


Mencari remot pintu dan segera merainya. Beberapa saat pintu sudah terbuka, Willa mencoba berlari keluar, namun sayang disana masih banyak para penjaga.


Kedua penjaga itu menangkap Willa,


"Lepaskan saya!!" tolong.....


"Diam kamu." mereka mencekal pergelangan Willa sehingga tidak bisa mengelak lagi.


"Woi lepaskan dia!" terdengar suara laki-laki menghentak dengan kerasnya.


kesempatan itu Willa gunakan untuk berlari kearah Morgan.


"Morgan tolong aku!" meringuk dibawah lengan kekar nya.


Morgan menatap willa dengan wajah iba dan melihat lengan baju gadis itu sudah sobek.


"Keluarlah dari sini!"

__ADS_1


Willa segera berlari keluar dari gedung itu.


__ADS_2