Menunggumu

Menunggumu
bab 72


__ADS_3

"Tepat jam 2 pagi tadi, segerombolan parasit masuk ke area dusun xx. Argo Ziko adalah seorang pengusaha dari Jerman yang ikut ambil alih dalam kasus ini." Ungkap komandan Eko.


Argo Ziko? ziko?


Sejenak mengingat nama Morgan Ziko. Mungkin hanya kebetulan saja.


Maka dari itu, mereka akan melakukan tugasnya sebagai pelindung negara. Mempersiapkan segala yang di perlukan dan akan berangkat sekitar jam 7 malam ini.


Mereka juga memiliki koneksi di setiap negara yang akan di kunjunginya. Misi ini mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk kembali. Mengambil ponselnya dan melakukan panggilan ke 'Morgan'.


Willa? mmm pasti kangen sama gue, batin Morgan tersenyum.


~ Iya, sayang? mengarahkan ponsel nya tepat pada wajah manis itu.


~Kamu lagi sibuk?


~Tidak, ada apa?


~Aku akan pergi bertugas, mmm_. terdiam sejenak menatapi wajah lelaki itu, Maaf jika nanti aku tidak bisa menghubungimu.


~Kemana?


~Di sebuah dusun terpencil yaitu Xxx


Menatap sang gadisnya dengan mata sayu.


~Willa, brapa lama kamu akan pergi?


~Aku belum bisa memastikannya.


~Sayang, bagaimana dengan janjimu?


Iya janji pada Morgan, akan berkunjung ke Jerman. Bukan untuk trevling dan apa lah sgala macam, melainkan Morgan akan memperkenalkan Willa dengan seluruh keluarganya. Dan mereka akan melaksanakan sebuah ikatan cinta, yaitu bertunangan.


~Aku akan tepati janji ku padamu. Doakan saja semua berjalan dengan baik, kata Willa menunduk setelah mengucapkan menepati janji.


~Jaga diri mu untukku! Aku menyangimu, balas Morgan memberi kecupan singkat lewat ponsel nya.


.

__ADS_1


.


.


.


Sesudah memutuskan panggilan. Ponselnya kembali bergetar menerima sebuah pesan dari Ardika.


~ Kamu lagi apa?


~ Willa akan berangkat tugas bang, Jey.


Setelah membalas pesan singkat itu, Willa langsung mematikan ponselnya dan bersiap-siap untuk bekerja lagi.


~Kemana?


Menunggu balasan chat yang sudah beberapa jam tidak di jawab, akhirnya dia melakukan videocall. Namun tidak di jawab juga. Kemana dia akan pergi?


***


sayang, aku sangat mencintau mu.


"Lagi liatin apa sih, sayang?" kejut mama dan langsung merampok ponsel nya. "Oo, ini dia calon menantu mama?"


Tersenyum canggung. "Ini kan, Willa? apa dia seorang tentara?"


"Iya, ma."


"Wah, keren dong. Kenapa kamu tidak pernah cerita sama mama, sayang?"


"Bagaimana mau cerita, mama aja sibuk nya luar biasa."


"Iya, mama minta maaf ya sayang! Jadi kapan kamu akan membawanya Ke rumah, nak?"


"Sabar, ma. Willa masih bertugas. Dan dia juga sudah berjanji sama aku, 3 bulan mendatang akan berkunjung ke Jerman." Sambil bersandar di pangkuan mamanya. Mengusap rambut anak lelakinya dan tersenyum. "Morgan dan Willa akan bertunangan pada saat itu juga ma."


"Oh, sayang! Sepertinya kamu sangat bahagia, nak. Pokoknya mama akan tetap mendukung keputusan mu."


"Terimakasih ma!"

__ADS_1


Mengepung di berbagai tempat tersembunyi di dusun terpencil itu. tentu saja Argo ziko tidak begitu bodoh untuk pergi ke tempat ini dengan tangan kosong. Mereka sudah menugaskan beberapa suruhannya untuk mengantisipasi seluruh lokasi. "Hahha, bagus sekali! Dengan begitu saya tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mencapai target. Uang..., hahaha...!!" riang tawanya menggema di ruangan sempit itu.


Tidak begitu lama terdengar suara ledakan bom di luar sana. Mengalihkan semua pandangan bodigat itu dan segera mengambil posisi sigap melawan.


"Maju!" printah komandan Akas.


Mendengar keributan di luar, Argo segera mencari jalan keluar lain dan membawa Putri Diana. Sebelum kluar dari pintu belakang, Willa dan juga Afi sudah berdiri sigap dengan senjatanya.


"Wah, kenak deh!" ucap Argo santai dan tersenyum pada Willa.


"Lepaskan gadis itu!"


Sementara Diana sedang mencoba menggerakan tangannya berontak untuk di lepas.


"Jangan berurusan dengan ku, kalau kau tidak mau out dari tugasmu!" katanya lagi tersenyum mencoba mendekati Willa dan juga Afi. "Dimata ku, kau hanya seorang pengemis jabatan. ucapnya di depan wajah Willa.


Buar!!


Layangan sebuah tinjuan tepat di wajah lelaki tegap itu. Memejamkan matanya dan meraba perlahan sudur bibir yang kini mulai berceceran darah. Selama ini mungkin tidak pernah seorang pun yang berani menyentuhnya. "Aku masi menggunakan tangan ku untuk berkenalan dengan mu. Maka dari itu lepaskan Putri Diana!"


"Wkwkw,," gelak tawanya semakin terdengar. Mengalihkan pandangan ke sebelah kiri. Dimana Komandan Pembela negara dari Jerman yaitu Mojai, sudah berada disana. Afi dan juga Willa saling melirik. Menghampiri mereka dan, "Apa batin mu masi sanggup? pergilah lah, Aku melepaskan mu." ucapnya memegang bahu Willa.


"Pantaskanlah diri anda dan kerjakan aja tugas mu sebagai pelindung, pak!"


Dengan cepat Mojai melayangkan tangannya di wajah Willa. Sesaat terjadi perang diantara mereka. Kesempatan itu di ambil oleh Argo untuk melarikan diri membawa putri Diana. Belum sempat pergi jauh dari sana, beberapa dari tim mereka mengepung jalan Argo.


Setelah sekian menit pertempuran baik didalam maupun di luar sana. Willa mencoba bangkit dari kesadarannya. Luka pada bagian lengan dan juga kakinya membuatnya tak berdaya untuk berdiri cepat. Argo dan juga komandan Mojai perlahan berlari untuk keluar dari lokasi.


Tarr!!


2 kali melakukan tembakan pada kaki mereka sehingga membuatnya bersungut jatuh ke tanah. Putri Diana segera berlari ke arah Willa.


"Pergi jauh dari sini!" kata Willa melirik Diana.


Kesempatan itu juga diambil oleh Argo untuk menembaknya pada bagian perut.


" Akkk!!"


Mata jernihnya kini sudah mulai memburam menatap lelaki itu. Namun tangannya masi sanggup melepaskan beberapa kali tembakan pada mereka. Tidak menunggu waktu lama, mereka sama-sama kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


"Willa!!" teriak timnya.


__ADS_2