Menunggumu

Menunggumu
bab 9


__ADS_3

Willa sangat menikmati film tsb, sesekali Jey menyodorkan popkron ke mulut nya. Willa menerimanya dan tersenyum.


Cewek cewek yang ada di bioskop itu sudah njirit" ketakutan dan memeluk pasangannya, namun berbeda dengan Willa, tampaknya film ini sangat memarik baginya.


Ckk!


Dasar ***** lo Jey ,lihat saja dia begitu santai liat setannya, tanpa menoleh sdikitpun ke lo. idihhhh lagi lagi dia tersenyum sama setan ******* itu. tau gini, lebih baik gue pilih aja tadi film romantis


Willa menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu dan Jey sangat terkejut dengan reaksi Willa. Sesaat tersadar dan mengangkat kelapanya dan menatap Jey. sejenak mereka saling bertatapan muka. dengan jarak yang hanya beberapa cm saja.


"Waaaaaaaaa...."


suara hantu mengejutkan pandangan mereka"


mereka sangat terkejut dan saling tertawa..


dasar setan kampretttttt..... 😂😂😂


*/*/*/*/*/*/*/


Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Willa.


"Bang, terimakasi ya Willa sangat bahagia hari ini. "Sama-sama Wil, kamu masuk gi istrhat!"


Willa melambaikan tangannya sampai mobil Jey menghilang dari tatapannya. Dan masuk kedalam kamarnya lalu membaringkan tubuh dikasur kesayangannya. "Untung saja mak lampir tidak ada di rumah. Kalau tidak, gue pasti akan kena semprotan beracun."


Beranjak kemudian ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sambil senyum senyum sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


Morgan teringat coklat yang di berikan Willa saat di parkiran tadi pagi. Dia membuka bungkus coklat itu dan mulai menggigit perlahan ujung nya.


"Manis, ternyata hari valentine itu semanis ini." guman Morgan berdecih.


*D*ia melihat di story sosmed nya. Para anak muda memberikan bunga kepada kekasinya.


kemudian dia teringat, Willa pergi dengan Jey selepas pulang sekolah tadi.


Apa yang di lakukan si ******* itu dengan Willa ? Beranjak kemudian mengambil kunci mobil dan jaketnya dan melajukan mobilnya ketoko bunga.


"Ckk, apa yang gue lakukan disini?" Morgan melihat sepasang kekasih keluar dari toko bunga itu. Dia melangkahkan kakinya kedalam untuk melihat lihat bunga yang cocok untuk Willa.


"Beli bunga mawarnya pak!"


" Ooh iya, mau warna apa mas? "


Morgan berpikir sejenak, "ahh terserah lo aja deh, gue mana ngerti mau milih warna apa."


Morgan menatap mawar yang dia pegang dan dan menggempaskan ke kursi penumpang.


"Ck, apa gue sudah gila kali ya? kalau kedua anak monyet itu tau dia pasti menertawakan gue.


"Aahhhhhh bodo amet la pokok nya."


Morgan melajukan mobilnya kerumah Willa. dalam waktu beberapa menit saja dia sudah sampai depan gerbang rumah rumah klasik itu.


dreettt... dreett...


panggilan dari morgan


"Buat apa Morgan nlpn aku"

__ADS_1


Hallo?


"Keluar lo skarang, gue ada di depan. "Ngapain kamu datang kemari?"


panggilan terputus.


"Bik, tolong lanjutkan sebentar ya ,aku mau kedepan sebentar." iya non."


Willa berlari kedepan dan membuka pintu gerbang.


"Morgan, ada apa ya?"


Morgan keluar dan membuka pintu depan. Dia mengambil buket mawar merah itu lalu melemparkan bunga itu ke hadapan Willa.


"Aaawwww...."


Menangkap bunga, dari lemparan jauh.


"Apa ini?"


"Kata tukang penjual bunga buat hari valentine. Jangan lo tanya sm gue, karna gue tidak tau." Morgan membuka pintu mobilnya dan langsung pergi meminggalkan gadis itu yang masi menganga. Willa menggaruk kepalanya yang penuh dengan rasa bingung.


"Keserupan x ya si Morgan?"


*/*/*/*/*/


"Lo habis dari mana men? tlpon gk di dijawab." kata Adam. Morgan hanya terdiam, dan merasa geli mengingat kejadian beberapa menit lalu. Ia tidak bisa menahan tawanya.


ntah roh apa yang memasuki jiwanya.


"Wooiiii *******, diem aja lo sambung Remon. "Lo dapat job ni men, dan kali ini penghasilannya sangat besar."


Remon menunjukkan brosur itu ke Morgan.

__ADS_1


***


__ADS_2