
Membuka pintu dan segera masuk kedalam mobil Morgan. Beberapa menit kemudian Morgan kluar dan melihat Willa meringut ketakutan didalam mobilnya. Dia memang sedikit tomboi sehingga dia bisa melawan lelaki itu. Namun sekuat apa pun tenaganya, dia tidak akan mampu melawan beberapa laki" yang mencoba menyerangnya.
"Lo gk apa" kan, apa ada yang terluka?"
Willa hanya menggeleng, dia memegang dada nya yang begitu sakit. Morgan melepas jaketnya, "pakai lah ini! kemudian menerima jaket itu dan memakainya.
"Morgan, bisa kah kita mencari Kori?"
Diem lo!!
"Lo itu terlalu ***** untuk di bohongi."
Hentaknya dan menghidupkan mesin mobil."Sekarang lo gue antar pulang." Tapi bagaimana dengan motorku?"
Buang saja motor buntut mu itu."
"Morgan, itu motor mamaku. Jangan sampai hilang nanti aku bisa digantung hidup".
Cihh....
Morgan mengambil ponsel di dalam sakunya.
"Hallo, tolong lo datang ke gedung xx!
Kemudian bawa motor buntut yang ada di parkiran depan sana dan segera bawa ke rumah Kori.
"aaaa?" (adam belum sempat menjawab, Morgan langsung mematikan panggilannya)
"apa lagi??"
"Lo dimana sih, sebentar lagi pertarungan akan dimulai." Batalkan saja, gua gk berniat ngelawan banci itu.
"******* lo! Mereka bakal nggap lo yang banci taii," kata Adam dengan kesalnya.
"Terserah!" Tanpa mendengar ocehan lebih lama, Morgan langsung mematikan panggilannya.
__ADS_1
**/*/*/*/*/*/
"Kenapa Dam?"
"Morgan kamprettttt!! dia seenaknya saja mengundurkan diri."
"Whatt? Tu anak udah gila kali ya, mempermalukan diri sendiri."
Zaka menghampiri mereka di seberang yang sudah terlihat gelisah dengan kesalnya. "Mana temen lo itu? Sebentar lagi pertarungan akan segera di mulai."
"Sory bro, sepertinya teman gue ada urusan mendadak lebih penting dari pertarungan ini."
"Ya elah, cemen lo! Gaya doang yang banyak." Buang" waktu kita aja jawab Reno.
"Ayo Jey, si pengecut itu gk akan datang."
Mereka sudah sampai di depan rumah gadis itu. Willa segera turun di ikuti dengan Morgan. "Terimakasi ya, kamu sudah menolongku, Morgan menarik tangan Willa masuk ke dalam rumah. Sedangkan Kori dan mamanya langsung keluar dan melihat Morgan dan Willa yang sudah berdiri di ruang tamu.
"Willa , dari mana saja kamu pulang jam segini?" tanya Miska
Willa juga Miska sangat terkejut mendengar ancamannya. Morgan mencengkram leher Kori dengan erat.
"Apa yang kamu lakukan, lepaskan anak saya!"
Diam lo!!
"Gue peringatkan sama lo jangan coba" sakiti Willa, ngerti lo!" *melepaskan cengkramannya.
uhuuuukkkkkk*
Ketika ingin melangkahkan kakinya, Morgan mengalihkan pandangannya ke Willa yang sedang menatapnya heran. Kenapa tiba" Morgan membelanya?" kemudian pergi keluar dari rumah itu.
*/*/*/*/*/*/
******* lo ***, ucap Adam. "Bisa" nya lo pergi bersama Willa, dan membatalkan pertarungan kita. Morgan tidak menanggapi ocehan Adam. Dia kembali menengkuk minuman yang ada di hadapan nya dan akhirnya dia angkat suara.
__ADS_1
"Lo tau gk si Kori, dia menjual Willa ke bokap gue.?" masih bicara dengan santai.
"Apa? Tapi apa urusan nya dengan kita?"
"Heii sadar lo men, sejak kapan lo suka ikut campur masalah perempuan?"
Diam lo *******!! morgan membantik gelas minumannya. "Masalahnya itu adalah bokap gue!
Hari ini adalah hari valentine (hari kasih sayang). Jey mangambil ponselnya dan memanggil nama Willa.
Tidak menunggu waktu lama, panggilan sudah terhubung dan terdengar suara gadis itu di sebrang telepon.
"Hallo bang Jey?"
"Wil, kamu ada acara gk pulang sekolah nanti?" Mmhh tidak ada bg, ada apa ya?"
"Aku mau ngajak kamu makan siang bareng, mau nggak?"
Boleh!
"Ok, pulang sekolah aku jemput ya."
Ketika berjalan menuju arah parkiran, Willa melihat Morgan bersama dengan kedua temannya dan menghampiri mereka. "Morgan, aku mau ngomong sama kamu."
"Mau ngomong apaan lo?" balas Adam.
"selamat hari valentine! Ini buat kamu!" Willa memberikan sebuah coklat dan jaket Morgan yang dia pakai kemarin. Terimakasi ya sudah menolongku.
"wkwkwkwkkwkw...... kedua teman Morgan mencekal perutnya sambil tertawa.
"Apa lo bilang Wil? apa kita gk salah dengar?" seorang keparat tidak akan mengenal hari valentine, kata Adam
"Apa ada yang lucu?"
Kata kata Willa membuat kedua nya menjadi hening dan merapatkan bibir nya perlahan. "Aku pikir tidak ada yang lucu, bukankan itu soal biasa jika kita mengucapkan happy valentine day ke orang yang kita sayang atau pun orang terdekat."
__ADS_1
Meninggalka mereka bertiga yang menganga tanpa berkedip.