
**
mataku sudah bagaikan mata panda yang tidak mampu ku buka lagi. tiada henti hentinya aku menangis dan menangis. chef ari bibik berusaha menenangkanku namun aku tidak mendengarkan perkataannya. aku bersyujut dilantai mengeluarkan isakan nyaring yang tidak mampu untuk ku pendam.
sekujur tubuhku merasa kaku dan lemas sehingga membuat ku tidak sadar kan diri. mereka membawaku kerumah dan menimbalkan conicare di pangkal hidungku.
" mas ari, bagaimana ini apakah kita membawa non willa ke rumah sakit saja? "
" tidak usah bik, dia hanya pingsan karena syok. aku akan menghubungi morgan. "
ari mencoba menghubungi morgan namun tidak aktif lagi. " sttt lo kemana sih mor, angkat dong batinya, sejenak dia berpikir kalau seminggu yang lalu morgan sudah di bawa ibunya ke jerman. sial!!!
setelah 1jam berlalu, willa perlahan membuka matanya. " wil, kamu udah sadar, dimana yang sakit? " aku menunjukkan dadaku yang terasa sesak sekali.
"bik, ayo kita kerumah sakit, sepertinya willa merasa susah bernafas"
mereka segera membawaku ke rumah sakit. setelah sampai di rumah sakit, mas ari mengangkatku kedalam dan segera memanggil perawat.
**
jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku mulai membuka mata ku dan melihat bibik yang setia menemaniku, "bik.. aku mau minum! sebentar ya non, biar bibik ambilkan.
setelah itu aku mengingat kejadian tadi subuh yang membuat ku lemah begini. air mataku mulai menetes,
orang kaya memang pantang sedikit saja di lawan, mmhh sudah lah!!
keadaan restoran sudah hancur lebur dengan serpihan kaca yang bertebar dimana mana. betapa kejamnya orang kaya itu!
bahkan aku belum sempat membayar utang ku kepada morgan, semuanya sudah hancur begitu. aku sungguh tidak berguna tanpamu!
" wil, bagaimana keadaan mu, apakah masih sakit? tanya ari.
__ADS_1
" aku tidak apa apa mas, aku hanya syok dengan ini semua. wil, kamu yang sabar ya anggap saja ini adalah sebuah cobaan dan aku yakin kamu kuat menjalaninya kata ari.
" makasih ya mas.
selamat pagi!!!
kami mengarahkan pandangan kami ke suara itu dan seorang dokter muda yang ingin memeriksaku. maaf kita periksa dulu keadaan kamu ya. " eh ri, apa dia saudaramu?
" dia teman aku bal, "
oh!! keadaan nya baik baik saja, sebaiknya kamu jangan terlalu banyak fikiran ya, kata dokter itu. dan aku hanya mengangguk.
" willa, dia ini dokter iqbal, kami sudah lama berteman. kami saling melempar senyuman manis.
"willa, panggil seseorang gadis yang langsung berlari memelukku. dimana yang sakit, mana aa? " aduh rik, kamu menekan tanganku. maaf aku terlalu khawatir sama lo.
dokter, bagaimana keadaan teman saya? tanya rika.
"keadaan nya sudah membaik, kamu jangan khawatir. oya ri apa kita bisa bicara sebentar?
"rika memegangi seluruh badan ku, "rika, kamu apaan sih, aku tidak demam kok.
kalau lo tidak demam, terus ngapain masuk rumah sakit lagi aa?
aku menceritakan semua yang terjadi tadi subuh.
brengsek!!
ini sudah kelewatan wil, gak bisa di biarin.
" sudah lah rik, emang kamu bisa melakukan apa? "
__ADS_1
"kita harus laporkan ini ke polisi! "
percuma saja!
sementara di luar
.
.
ri apa gadis itu yang marah" kemaren di restoran? "iya bal, ini semua menyangkut perdebatan kemarin."
ari menceritakan semua tentang willa.
"apa dia tidak punya keluarga?"
ari hanya menggeleng
"kasian sekali, apa dia masih sekolah?
"iya, kenapa lo jadi kepo begini terhadap gadis itu? "
gpp ri, dia cantik ya hehe!
"emmhh lo suka?
"iya 😊😊"
"lo jangan ngarep begitu, dia masih sekolah."
"ya gpp gue akan tungguin itu, lo bisa atur gak?
__ADS_1
" gue gak bisa men, soalnya willa tidak mudah di rayu. "
**