Menunggumu

Menunggumu
bab 48


__ADS_3

haiii..


selamat malam dan happy reading yaauuu


jangan lupa tinggalkan jejak nya disini


like, komen and vote.


**


sepulang sekolah aku dan morgan pergi ke taman untuk belajar bersama. suasana taman lebih tepat untuk menuangkan ilmu kedalam pikiran kami dengan suasana nya yang begitu sejuk. seperti yang telah kami sepakati, aku akan menjadi guru buat morgan.


morgan, apa kamu sudah siap? iya gue siap asalkan bersama lo. tu kan mulai lagi kamu ah, serius dong! wil gue mau tanya deh, semenjak lo keluar dari rumah sakit kemarin kok sifat lo jadi berubah jadi jutek begitu sih?


aku menatap morgan dan meraba pipiku, biasa saja kok. yang berubah itu bukan pipi lo, tapi sikap lo. apa jangan jangan waktu gue donorin darah gue buat lo, lo jadi jutek begini sama kaya gue? mmm seharusnya tadi otak mesum gue yang nular ke lo wil hihi


sudah bicaranya? cepat buka bukumu!


kalau sudah begini, gue mah tinggal ngikut printah aja batin morgan. kali ini mereka bener" serius belajar. sesekali aku menjewer telinga morgan karena jawaban yang aku tanya menyeleweng dari pertanyaan. setelah aku selesai menjelaskan, aku menyuruh morgan untuk mengerjakan latihan. aku duduk disampingnya dan menatap langit biru yang begitu indah.


"lo lagi liat apa wil? "


aku menatap awan biru yang terlihat seperti malaikat kecil. morgan kamu tau gak, kita pernah seperti malaikat kecil itu ketika di lahirkan kedunia ini. malaikat itu dibesarkan oleh kedua orang tuanya sehingga kita bisa seperti sekarang ini. dan sekarang yang menjadi malaikat itu adalah orang tua kita. sepatutnya kita juga harus menjaga dan menyayanginya sampai akhir hidupnya.


"morgan, apapun yang kamu alami dengan kedua orang tuamu, sepatutnya kamu tetap menyayangi mereka. kamu bisa mengubah hubunganmu dengan papa dan mama mu menjadi lebih baik. dan itu adalah tugas kita menjadi seorang anak. anggap saja perbuatan baikmu adalah tanda terimakasih mu kepada beliau."


kamu seharusnya bersyukur masi bisa melihat kedua orang tuamu dan masih bisa mengubah hal" buruk tentang mereka sedangkan aku? aku hanya sebatang kara yang hidup di dunia ini. mau mengubah pun tidak ada yang harus di ubah, mau membahagiakan pun tidak ada lagi yang ingin ku bahagiakan. mereka sudah pergi dan menyuruhku untuk membahagikan diri sendiri. bagaimana aku bisa bahagia tanpa dukungan mereka disisiku?


aku sangat rindu bermanja manja dengan mereka, (air mataku mulai menetes ) dan itu hanya sebatas mimpi.


morgan hanya bisa terdiam terpaku mendengar ucapanku. aku memandangnya dengan mata berkaca kaca. morgan, aku tahu bagaimana hubungan mu dengan orang tuamu, benahi lah dan padami api yang membara di batinmu. tanpa mereka di dunia ini bagaikan hidup seperti kehilangan arah.


setelah banyak bercerita, kami jadi lebih canggung begini, morgan jadi memilih untuk diam saja. aku berpikir dan menatapnya heran apa yang sedang ada dalam pikirannya? aku bahkan berkali kali menerangkan kembali pelajaran kami, dia hanya diam membisu.


morgan kamu jangan gitu ih, aku jadi takut.


"diam saja.." aduh bagaimana ini apa aku salah bicara ya?


morgan, aku mau es cream!


dia langsung beranjak dari duduknya dan melangkah kearah tukang es cream.


morgan memberikan es cream cup strobery padaku dan dengan senang hati aku menerimanya. kecanggungan kami mulai diredakan oleh es cream. setelah itu kami melanjutkan belajar beberapa menit lagi.

__ADS_1


wil, ini sudah sore ayo kita pulang!


sekalian gue mau lihat situasi restoran yang lo abaikan beberapa minggu ini.


kan ada chef ari dan bik ipa yang mengurus restoran. untuk saat ini aku mau fokus belajar dulu.


" ya itu pun juga harus di kontrol"


.


.


.


.


Amerika


**


jeslin...? panggil seorang pria di seberang sana. saat itu jeslin dan jey sedang menikmati kopinya di sebuah restoran xx


jeslin melihat laki" itu yang tidak asing baginya.


siapa laki" ini? tanya argana.


oh ini jey, dia adalah tunanganku.


kamu serius jes?


iya arga, kami bertunangan beberapa bulan yang lalu. "jes, apa kita bisa bicara sebentar? "


jeslin melirik jey yang sama sekali tidak peduli dengan mereka.


jey, aku tinggal sebentar ya.


mmm...


argana dan jeslin berbicara 4 mata jauh dari keramaian pengunjung reatoran itu.


jes, kenapa kamu bisa bertunangan dengan orang lain dan secepat itu melupakan ku?


sudah lah ar, kamu kan dulu yang ninggalin aku?

__ADS_1


jes, aku sudah menceritakan smua alasan aku pergi dari kamu.


so? apakah aku harus menunggu orang tidak jelas sepertimu? " jeslin, aku masih sangat mencintai mu, aku sudah pernah berjanji, setelah masalah ini selesai aku akan kembali ke kamu." sudah cukup ar! sebaiknya kamu pergi dari kehidupanku, aku sudah punya tunangan.


jes aku mohon, kembali padaku! argana memeluk pinggang jeslin dan meraup bibirnya untuk di cium. jeslin mencoba melepaskan pelukan argana namun kekuatan pria itu lebih kuat darinya.


jeslin pun mencoba membalas ciuman argana, karena memang jujur rasa cintanya dulu begitu besar dengan argana.


ini sudah hampir 30 menit mereka belum juga kembali, jey bangkit dari kursinya dan ingin mencari jealin. toilet tidak ada, dimana sih jeslin?


jey pergi ke sebuah ruang yang lumayan sepi dan melihat mereka yang sedang bercumbuh.


ck.. ternyata gadis seperti itu yang dikagumi oma. jey pergi keluar dari restoran itu dan meninggalkan jeslin. hatinya tidak sama sekali merasa kacau karena dia memang tidak mencintai jeslin.


merasa kehilangan nafas, argana melepaskan ciuman mereka, jes kamu ikut aku ya.


tapi bagaimana dengan jey? dia pasti sudah menunggu ku. jeslin pergi dan tidak melihat jey di meja itu lagi.


"kemana dia pergi?"


argana menyusul jeslin dan melihat jeslin mencari" seseorang.


apakah tunangan mu sudah pergi?


aku tidak tau, bagaimana ini kalau jey curiga dengan ku?


ya bagus dong, dengan begitu kita bisa bersatu kembali. cukup argana, kita tidak mungkin bersatu kembali.


jeslin, ayo ikut aku!


hei kita mau kemana? aku harus cari jey.


argana tidak mendengarkan perkataan jeslin dan tetap membawanya pergi dari restoran itu. beberapa menit di perjalanan, mereka sudah sampai di apartemen argana. ar, aku tidak ingin melakukan itu lagi bersama mu.


jeslin, ayo lah! aku sangat merindukan mu.


tidak argana, jangan lakukan lagi.


argana mengangkat tubuh jeslin dan membawanya ke kamar.


argana membuka baju jeslin dan mereka pun melakukan nya lagi.


**

__ADS_1


__ADS_2