Menunggumu

Menunggumu
bab 39


__ADS_3

terdengar suara pintu yang sedang di obrak abrik. morgan terkejut dan bangun dari tidurnya. malam ini morgan tidur di restoran milik willa, karena mood nya sedang tidak baik apabila pulang kerumah.


morgan bersigap di pintu di belakang pintu kamar


beberapa x dobrak pintu itu akhirnya terbuka. preman suruhan mami jey membanting beberapa kursi.


hei *******... suara morgan mengejutkan mereka. ke 3 preman itu saling melirik. hajar dia, kata seorang bosnya.


morgan berlari keluar ruangan, karena dia tidak ingin restoran itu menjadi berantakan.


preman itu mengejar morgan.


kini mereka sedang bertarung. morgan menghajar mereka sampai babak belur.


siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua? tanya morgan melingkarkan lengan ototnya ke leher preman itu.


gue gk akan pernah bilang sama lo.


jawab, atau lo bakalan mati...kata morgan memperkuat jeratannya.


maminya a..ardika.


morgan mengepal jarinya dengan tatapan membunuh pada preman itu.


jangan pernah sentuk willa, atau lo bakalan mati di tangan gue, mendorong preman itu dan bangkit meninggalkan morgan.


morgan kembali ke restoran dan membersihkan serpihan kursi yang pecah dia sangat geram dengan kelakuan orang tua jey.


**


bg ini sudah larut malam, ayo kita pulang ajak willa. iya, aku antar kamu pulang ya.

__ADS_1


sepanjang perjalanan jey menggenggam tangan willa.


bg, fokus dulu ge bawa mobilnya. iya aku juga lagi fokus sayang. wil ini belok kanan atau belok kiri? kita ke kanan bg.


brengsek, kalau begini kita tidak akan dapat jatah. ini semua karena lo berdua terlalu *****. tanpa sadar bosnya membanting stiur mobil sehingga dia tidak bisa mengendalikan mobilnya di perbelokan jalan.


bang awas.. jey terkejut sehingga membelokkan mobilnya hampir saja menambrak pohon. kepalanya terbentur ke bagian mobil. begitu juga dengan willa.


suara apa itu? batin morgan mendengar suara tabrakan. sementara para preman itu dengan keadaan kritis karena menabrak pohon.


morgan segera kelokasi itu yang tidak jauh dari restoran. willa.. jeritnya membuka pintu mobil dan melihat jey dan willa sudah berceceran darah di kening nya.


setelah sampai di rumah sakit, morgan menghubungi keluarga ardika jaya.


mami dan papi berlari ingin memasuki ruangan itu.


maaf ibu, bapak, sebaiknya tunggu di luar saja karena dokter sedang memeriksa pasien.


bagaimana bisa saya berdiam diri disini, sementara anak saya sedang sekarat di dalam sana. kata mami jey dengan nada marah.


apa kamu yang membawa anak saya kemari?


iya tante. jawab morgan


bagaimana bisa anak saya jadi seperti ini?


ini pasti gara gara prempuan itu. dimana perempuan itu, saya akan bunuh dia..


cukup tante, ini semua bukan karena willa, dia juga terluka dan sedang di periksa oleh dokter.


tenang dulu mi, jangan emosi gitu dong, yang terpenting sekarang keadaan jey.

__ADS_1


mami tidak bisa terima ini pi.


**


apa kalian adalah keluarga pasien? tanya dokter. iya dokter saya maminya. bagaimana keadaan anak saya?


anak ibu baik baik saja, hanya sedikit luka di kepalanya. lalu bagaimana keadaan willa dokter? potong morgan.


saat ini willa memerlukan donor darah 0. karena benturan di kepalanya mengakibatkan kekurangan darah.


ambil saja darah saya dokter kata morgan dengan nada resahnya.


morgan mendonorkan darahnya untuk willa.


**


jey mengerakkan jarinya dan perlahan membuka matanya. kepalanya terasa berat dan pusing. sayang kamu udah sadar kata mami.


jey menatap langit langit ruangan, dan mencoba mengingat kejadian tadi.


willa, dimana willa pi?


tanya jey mencoba mendudukkan dirinya.


jey, kamu jangan banyak gerak dulu, kesehatan kamu belum terlalu pulih kata papi.


bagaimana keadaan willa?


gadis itu baik baik saja, ngapain sih kamu mikirkan orang lain? sementara keadaan kamu sangat lemah begini? kata mami


aku baik baik saja mi. apa willa terluka? aku ingin ketemu willa. jey bangkit dan mencoba menarik selang infusnya namun di cegah oleh papi.

__ADS_1


jey, tenang lah dulu willa baik baik saja. dia juga sudah di bawa pulang kerumah kata papi berbohong. dia tidak ingin melihat jey semakin gelisah memikirkan willa.


**


__ADS_2