
Morgan masi terpaku dalam diamnya. Dia tidak percaya dengan hari valentine, karena dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.Tersenyum miris dengan coklat yang di berikan oleh Willa.
*/*/*/*/
Karena hari ini hari valentine, banyak sekali acara yang dilakukan anak-anak di kelasnya masing. Jam belajar juga di tiadakan.
Mereka bersorak sorai, ada yang bernyanyi, membaca puisi, memberikan bunga untuk pacarnya dan sbgnya.
Rika, selepas ini kamu mau kemana? tanya Willa. Aku mau jalan sama Doni. Melihat sahabatnya yang hanya menganggu angguk, "Makanya lo cari pacar dong Will, jangan jomblo mulu." Mmmhhh biarpun jomblo tpi gue bahagia kok gak kayak lo, dikit" berantem nangis.
dretttt...drett....
"Hallo bang Jey?"
"Aku udah di depan sekolah kamu nih."
"Willa akan segera kesana." Berjalan melewati parkiran, disitu ada Morgan dengan kawan"nya.
Will?? melambaikan tangannya. Morgan melihat jey dengan tatapan tajam.
"Wah, musuh lo tu Mor kata Remon. "
__ADS_1
"Diem lo *******!" Kalau lo mau gue bisa seret dia kesini jawab Adam. jangan lakukan itu di depan Willa."
"Kita mau kemana bang?" Mulai memecahkan keheningan. "Kita makan dulu ya." Mereka sudah sampai di restoran terbesar di kota A. Willa terpaku melihat tempat itu. "wahhh.... bang Jey, kenapa kita kesini bayaran nya terlalu mahal. Jey hanya tersenyum melihat gadis itu yang masih memandang kesana kemari, "ayo masuk!"
Jey sudah membuking tempat yang khusus untuknya dan Willa. Ketika memasuki ruangan itu, Willa ternganga melihat suasana yang penuh dengan hiasan bunga.
"Kamu suka?" tanya jey.
"Willa suka bang." Je**y mengisyaratkan tangannya kepada pelayan. Kemudian pelayan datang dengan membawa berbagai macam makanan tidak lupa beserta bunga dan coklat berbentuk love.
"Willa.. happy valentine day," memberikan bunga 🌹🌹dan coklat tsb. Wi**lla menutup mulutnya dengan kedua tangannya. seakan akan dia sedang bermimpi melihat ini semua.
"Terima kasih, happy valentine juga bang Jey."
"Ayo kita makan."
"Iya bang."
Mereka makan dengan lahapnya.
"Bang, tempat ini romantis ya. hehhe Willa belum pernah ketempat seperti ini." jawab nya dengan polosnya. "Kalau kamu mau kita bisa setiap hari kesini?"
__ADS_1
"Ya elahh, gk gitu juga bang."
"Pelan pelang dong makannya!" Jey mengambil tisu, dan mengelap bekas sambel di bibir Willa. seketika mereka saling berpandangan. Jey menatap Willa dengan mata sayunya yang penuh kasih sayang. jeeppp, jantung Willa berdetak dengan kencang, ya tuhann ada apa denganku? batin nya
"mmmm"
J**ey melepaskan tangannya ketika Willa berdehem. Willa menunduk malu-malu.
"Will, selepas ini kita nonton ya!"
Melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 15.00 wib. "Tapi kita jangan pulang kesorean ya bang."
Ketika mereka keluar dari restoran itu, Willa melihat Kori dengan seorang laki". "Kamu liat apa Will? Oh itu, gak siapa" kok bang. Ayo kita pergi!"
itukan laki" kemaren yang hampir memperkosa aku. Willa berfikir sejenak. Dia mulai mengerti dengan situasi itu.
kurang ajar, batinnya.
Tapi buat apa Kori melakukan hal sejahat itu pada ku? Apa jangan jangan karena uang?
Mereka sekarang berada di biosko xx
__ADS_1
film akan segera di mulai. Jey sengaja memilih film horor supaya lebih gereget gitu deh. Dasar kamprettttt dah lu Jey.