Menunggumu

Menunggumu
bab 80


__ADS_3

Meraka selamat sampai tujuan dengan berteriak ria atas keselamatannya. Para penumpang tidak henti-hentinya mengucapkan terimakasi kepadaTuhan dan juga pilotnya yang dapat menyelamatkan nyawa mereka. Ketika turun dari pesawat, Jey langsung mencari Willa. Ia melihat gadis itu sudah duduk terdiam di samping pesawat.


Kepalanya terasa pusing. "Willa?" panggil Jey menghampiri Willa.


"Bg, Jey?" ucapnya sambil terbatuk-batuk.


"Wil?" ia peluk Willa dengan erat.


"Kamu baik-baik saja?"


Willa menepuk-nepuk lengan Jey yang memeluknya erat. "Wil? kamu?


Willa meremas bajunya menahan sakit didadanya.


Jey langsung panik dan mengangkat tubuh gadis itu mencari pertolongan.


Mereka membawa Willa ke rumah sakit terdekat. "Wil, bertahanlah!" memegang tangan Willa.


Keringatnya sudah berceceran membasahi bajunya. Beberapa menit kemudian, Willa sudah di periksa oleh dokter. "Bagaimana keadaan Willa, dokter?


"Dia baik-baik saja. Hanya saja sesak nya sedikit kambuh."


"Apa saya boleh masuk?"


"Silahkan!"


Jey menghampiri Willa yang juga melihatnya dengan lemas. "Bang?"


"Mmm?" Jey mendekat dan memegang tangan Willa. air matanya mengalir tidak tega melihat gadis itu. "Bagaimana? apa masi sakit?"


"Kamu menangis, bang?"


"Tidak, apa masi sakit?"

__ADS_1


Willa meraba wajah lelaki itu dan menghapus air matanya. "Aku baik-baik saja."


"Wil, apa yang terjadi? Maafin aku tidak bisa menjagamu dari kejadian tadi."


"Bukan salah kamu, bang." ia mencoba bangun perlahan di bantu oleh Jey. "Bang, aku harus kembali, mereka sudah menungguku."


"Tidak, kamu masi lemah. Aku akan bicara pada atasanmu, kalau kamu harus dirawat dirumah sakit ini untuk beberapa hari kedepan."


"Mmhh, aku udah sembuh, bang. Lagian sudah terlalu lama aku bercuti." mengingat kejadian saat ia di Jerman. Sampai saat ini Morgan belum juga menghubunginya.


"Oya, ponselku dimana, bang?"


"Ada di tas kamu."


"Ayo bang, bantu aku."


"Wil, apa kamu yakin? apa kamu sanggup?" sambil duduk dikasur itu berdekatan dengan Jey.


"Jaga diri kamu baik-baik, ya!" Ia peluk erat Willa dan gadis itu pun membalasnya.


"Aku sayang kamu, Will."


Begitu juga dengan Willa, ia tidak mengungkapkan apa pun, namun air matanya mengalir menetes ke bahu lelaki itu. Meskipun lelaki itu pernah meninggalkannya, tetapi itu bukan keinginan Jey, melainkan keinginan mamanya. "Aku akan tetap menunggumu."


"Bang," ia lepaskan pelukan itu.


"Aku sudah punya Morgan, begitu juga kamu, sudah ada Ana."


"Aku tidak mencintai Ana."


"Aku mohon jangan sakiti dia, bang. Kamu harus belajar mencintai dia.


Panjang lebar mereka berbicara, akhirnya Jey mengantar Willa sampai ke tempat tugasnya. Lelaki itu memberikan sebuah kaling liontin yang sudah lama ia beli khusus untuk Willa. Meskipun belum bisa bersama kembali, setidaknya mereka masi bisa bersahabat. Willa menerima kalung tersebut pertanda sahabat sejati.

__ADS_1


***


"Wil, angkat dong!" beberapa kali Morgan menghubungi Willa namun tidak diangkat juga. Setidaknya ia sedikit lega melihat kabar tersebut, bahwa pesawat itu berhasil landas dengan baik. Dan ia juga tau kalau pilotnya adalah Jey.


Apa Willa dan Jey bertemu? Apa gue telfon Jey saja kali, ya?


Ia mencoba mencari nomer Jey yang sudah lama ia simpan. Beberapa kali panggilan, "Hallo?"


"Mm, hallo Jey, ini gue Morgan!"


Jey sudah tidak heran lagi, Morgan pasti menanyakan tentang Willa.


"Ada apa, Mor?"


~"Aa, bagaimana keadaan lo? apa semuanya baik-baik saja? gue udah liat berita tadi pagi."


~Sebenarnya lo bukan mau nanya kabar gue kan, Mor?


Ia tepatnya memang bukan menanyakan kabar Jey, melainkan Willa.


~Gue baik-baik saja. Dan Willa juga sampai dengan selamat.


Menyerngitkan keningnya, Betulkan gue bilang, mereka pasti bertemu., batin Morgan


~Apa lo bertemu dengan Willa?


~Iya, Mor. Lo tenang aja Willa sudah gue anter ke Asramanya.


~Oh, kalau begitu terimakasi, ya.


Morgan langsung menutup panggilannya. Jey mengantar Willa?


Apa karena bersama Jey, dia tidak mengangkat tfn ku? Apa Willa juga menceritakan semua tentang hubungan kami?

__ADS_1


__ADS_2