
"Kamu abis dari mana saja pulang sore bgini?" tanya miska mama tirinya. Tadi ada pertandingan basket antar sekolah ma.
"Mama sudah melarang kamu untuk tidak mengikuti semua acara disekolah kan? mulai besok pulang sekolah harus langsung kerumah. ngerti gk kamu?" mendorong willa hingga terjatuh ke lantai.
Huffff.... sial sekali nasibku hari ini!" Aku pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Sehabis itu menyiapkan makanan untuk makan malam kami. Meskipun kami punya pembantu, memasak itu sudah menjadi kewajiban ku.
Ibu tirinya sangat kejam dan baik jika didepan papanya. namun Willa tidak pernah lengah, dia gadis yang kuat. Terkadang dia mau melawan ibu tirinya jika dia merasa dirinya tidak bersalah. Jadi dia tidak sekalem" gitu lah.
"Willa?"
"iya pa?" Bagaimana dengan sekolahmu sayang?"
"Baik kok pa."
Papa gk nanya Kori? ketus mama. "Papa juga belum selesai bicara sudah mama potong. Papa juga udah tau Kori gmana, gk perlu ditanya lagi. "Papa jangan pilih kasih dong sama anak sendiri, kamu juga selalu membela Willa."
Praaakkkkk...
Rehan menjatuhkan sendok makan yang ia pegang. wajahnya begitu kesal melihat tingkah istrinya. Miska menundukkan kepalanya, ia takut jika suaminya sudah marah.
"Dengarkan perintah ku buat kalian ber3, jika tidak bisa melaksanakan nya silahkan keluar dari rumah ini." kata rehan dengan tegas.
"Willa dan Kori, laksanakan tugas mu sebagai pelajar, dan kamu menunjuk miska, laksanakan tugas mu sebagai ibu, urus dan awasi anak" dengan baik! Apa kalian mengerti??
"i.. iya pa" jawab mereka ber3.
__ADS_1
Willa mendudukan dirinya di kursi belajar dan memulai membuka lembaran buku pelajaran.
dreetttt... dretttt... 1 pesan di terima.
Tidak beralih dari pandangan getaran ponsel, Willa tetap fokus pada buku di hadapannya. Dia membagi waktunya sekonsisten mungkin.
Setelah 1 jam berlalu, Willa menyusun buku kedalam tasnya sesuai jadwal besok.
Huuuuuuayaaammm....
"Badan ku terasa sangat capek."
Membaringkan tubuh dan merentangkan tangan di kasurnya. Seperti biasa sebelum tidur, dia berguling kesana kemari menjelajahi tempat tidurnya. Kemudian beralih pada ponselnya dan melihat pesan masuk.
~Mau tidur nih.. (terkirim)
Jey langsung mengambil ponselnya lalu melihat 1 pesan masuk. Karena telah menyimpan nomor dengan nama Willa, Jey langsung menggeser layar dan membuka pesan tsb.
"Gue harus tanya apa lagi y?"
Beberapa kali mengetik kalimat kemudian di hapus lagi. Akhirnya terkirim.
~ Selamat tidur ya., good night..
Willa hanya menggeleng dan tersenyum.
__ADS_1
~ iya, selamat malam juga.
Jey langsung membaca pesan tsb, kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "huuuufff dasar ***** lo Jey, nanya basa basi aja payah." Akhirnya mereka lalu terlelap ke dalam mimpi masing-masing.
*/*/*/*/*/*/
Keluarga Wisnu Jaya sedang sarapan pagi bersama. Oya mi, hari ini Jey bawa mobil ya, soalnya hari sangat mendung begini."
"Terserah kamu aja sayang."
Seperti biasa Willa sedang menunggu di halte bus. Pagi ini sangat mendung dan suara petir saling bersahut sahutan. Tandanya hujan akan segara turun. Ketika Bus sudah tiba, orang" saling berebutan masuk kedalam bus, sehingga bus sudah penuh penumpang.
"Ahhh sial!"
"Kalau begini aku bisa terlambat," sementara langit sudah menjatuhkan titik air. Willa segera mencari tempat berteduh.
"Itu kan willa?"
Jey menghentikan mobilnya di depan halte.
kemudian menurunkan kaca mobil penumpang.
"Willa...... ayo masuk!!"
****
__ADS_1