
hay kakak" mohon dukungannya ya,
maaf kalau cerita ini masih banyak typo.
jangan lupa kasih like and saran untuk melengkapi kekurangan novel saya.. 😊
happy reading yauuu....
**
aduhhh.. perut ku terasa sakit. aku membaringkan tubuhku ke lantai.
lo gpp wil? tanya morgan padaku.
gpp kok, tubuh ku terasa lemas mor.
iya itu karna lo belum terlalu biasa aja. sini gue bantu merilekskan badan lo.
ehh jangan jangan, nanti juga pulih sendiri kok. aku memegang perut ku karena terasa nyeri. eh kok basah ya? astaga apa jangan jangan aku datang tamu bulanan kali ya?
aduh bagaimana ini, aku gk bawa pembalut lagi.
aku menatap morgan yang sedang menegukkan air minumnya. setelah itu dia melirik ku dan mengerutkan dahinya. aku hanya tersenyum cengengesan.
wil, kenapa muka lo pucat begitu? apa lo sakit? morgan memegang keningku dengan punggung tangannya.
gak panas kok. ayo gue bantu berdiri, morgan mengulurkan tanganya.
aku gpp kok mor, perutku bagian bawah terasa sakit.
dimana yang sakit, ayo kita kerumah sakit!
morgan segitu paniknya sehingga membantu ku untuk berdiri. ketika aku berdiri morgan melihat bekas berwarna merah gelap ditempat ku berbaring tadi. dia terkejut dan melalakkan matanya.
willa, darah apa itu?
upps, aku menutup mulutku dengan kedua tangan ku. coba lo balik. wil lo berdarah, mengeraskan suaranya.
" jangan" peranakan lo pecah wil?
apaan si morgan, lari nya kok jauh banget, aku menjongkokkan tubuhku karena rasanya sangat" perih. aku bahkan tidak ingin bicara dengan morgan, takutnya kebawa emosi. dia semakin panik melihatku bersungut merasakan nyeri.
willa.. lo kenapa diam saja sih. apa yang harus gue lakukan, jawab dong! meremas rambutnya. gue sudah larang lo untuk tidak mengikuti hal seperti ini, karena tubuh lo masih lemas. sekarang ayo kita ke rumah sakit
stop deh, kamu jangan berlebihan seperti itu. ucapku.
bagaimana aku tidak panik melihat mu seperti ini. percuma saja berdebat dengan mu, kata morgan mengambil bajunya dan segera merangkulku untuk berdiri.
morgan ini sungguh gak lucu, kamu gk usah kelihatan seperti orang bodoh begitu. aku cuma datang tamu bulanan.
apa? sialll... morgan mengacak acak rambutnya serasa bagai dipermainkan.
astaga gue udah hampir frustasi menghadapi gadis ini batin morgan.
terus, ngapain lo bersungut seperti itu?
morgan ini sungguh sakit, apakah kamu bisa bantu aku ke toilet.
sesampai di toilet, aku meminta morgan untuk mengambilkan minyak angin di dalam tasku.
ohh tuhan,, ini sungguh sakit sekali..
morgan....
__ADS_1
apa?
aku bisa minta tolong sama kamu?
lo bilang apa? teriak morgan dari luar yang tidak mendengar suaraku karena kebisingan air. aku membuka sedikit pintu dan mengeluarkan kepala ku.
morgan, bisakah kau membelikan ku pembalut?
apa lo bilang, pembalut? astaga mau ditaro dimana muka gue aa?
ayo dong morgan, aku gk bisa pulang dengan keadaan seperti ini. ini sangat deras dan memalukan.
apa nya yang deras willa, lo jangan buat gue semakin panik.
aduhhhh.. kamu gak usah banyak tanya, cepetan beli. baik lah lo jangan kemana mana gue akan segera kembali.
kalau bukan karna gue sayang sama lo, gue gak bakal mau di suruh beli apaan itu?
ah gue jadi jijik mengingatnya.
morgan melajukan motornya menuju swalayan terdekat. setelah sampai morgan langsung mengarahkan langkahnya ke tempat pembalut.
apa ini kali ya? morgan mengangkat pempres. kok ada gambar bayi?
yang mana sih ini? gue jadi bingung sendiri.
morgan mengambil ponselnya dan melakukan videocall dengan adam.
apa? dengan raut wajahnya yang malas karena baru bangun tidur?
willa nyuruh gue buat beli pembalut, apa lo tau yang mana? mengarahkan kamera ke steling pempers.
wkwkkw.. apa lo bilang, pembalut?
keparat lo, itu untuk tamu bulanan si willa kata morgan dengan suaranya yang nyaring sehingga orang yang berada di sampingnya melirik dengan heran.
ooo gue kira...
jadi yang mana nih?
yang ini atau yang itu? menunjuk pempers bayi. kayaknya yang sebalah kanan deh mor, yg kiri itu ukuran untuk anak bayi.
loh emang tau ukuran willa?
mana gue tau aaah apa" aja lah, lagian si willa gk besar" amet.
yaudah lo ambil aja ukuran m kata adam.
ukuran m juga masih ada gambar bayinya.
kalau gitu ambil ukuran xl aja lah..
mmm.. morgan langsung memutuskan komunikasi mereka dan langsung mengambil ukuran xl.
cih ternyata cewek" memakai pempres sampai usia tua, batin morgan menahan tawanya.
hanya butuh waktu 10 menit, morgan sudah sampai di beskem.
dia melihat willa berbaring miring menahan perutnya.
wil, apa perut lo masih sakit?
udah lumayan membaik kok mor, mana pembalutnya?
__ADS_1
nih... morgan menyerahkan bungkusan plastik dan aku langsung bangkit menuju toilet. sesampai ditoilet aku membuka bungkusan itu dan melihat isinya yaitu pempress.
apa ini?
hampir saja aku ingin tertawa namun tak sanggup.
morgan....
ada apa, kenapa lo teriak aa? willa buka pintunya!
kenapa kamu membeli pempers?
huufff morgan menghembuskan nafas nya dengan kasar. lo yang minta beliin itu..
aku terpaksa memakai pempers itu dengan situasi ini. tidak mungkin juga aku pulang dengan darah yang berceceran bau amis seperti ini.
bagaimana, apa masih sakit? tanya morgan lagi yang sudah melihatku memakai baju seragam sekolah.
mmhhh percuma saja berdebat dengannya, batinku melirik morgan.
sidikit. ayo kita pulang!
iya.
selama di perjalanan, aku hanya diam saja karena memang moodku kurang baik.
lo gak usah minta gue ngajarin bela diri begitu, merepotkan saja , beli ini lah itu lah.
kata morgan dengan nada kesalnya.
ehh.. baru juga aku suruh kamu beli pembalut, tapi liat apa yang kamu beli.
cihhh, lo udah gede masi saja pake pemfres.
is, kamu itu yang *****. ingin rasanya aku tonjok muka kamu yang nyebelin ini.
**
jey melihat story di medsos nya dan melihat kiriman dari adam.
hatinya terasa panas yang sedang membara.
aaaa.....jey melabrak seluruh benda yang ada pada meja riasnya.
secepat ini kau melupakanku wil?
jey mengambil ponselnya dan memanggil nama willa.
tu kan, panas deh, tapi belum sempat bergelinjang seperti cacing😀
kali ini pasti diangkat, ya sudah pasti.
~hallo? suara serak willa yang tanpa sadar mengangkat panggilan dari orang yang selama ini berusaha dia lupakan.
~wil, aku kangen sama kamu. kata jey
willa berdiri dari kasurnya dan melihat layar ponselnya.
~wil, apakah kamu sudah lupa denganku, sehingga kau lebih dekat dengan morgan?
***
aahhh..
__ADS_1