
**
sesudah pulang sekolah seperti biasa mereka akan berlatih bela diri. di tengah perjalanan, beberapa orang pemuda membentangkan motornya untuk menghalangi jalan morgan.
morgan, siapa mereka? tanya ku. zoki turun dan menghapiri mereka. "waaauuu ada gadis cantik nih, zoki ingin mencolek ku namun aku langsung menyingkirkan tangan zoki.
"minggir lo, gue mau lewat kata morgan!"
" gue gak akan membiarkan lo lepas kali ini. apa mau lo? ya apa lagi kalau bukan melihat lo hancur.
aku mengeratkan peganganku ku pinggang morgan, tentu saja dia membelai tanganku dan menatapku dengan santai.
gue akan temui lo di jalan xx. gua akan hantar willa dulu. ckk biar willa disini saja, gue lebih semangat kalau willa bisa melihat lo mati kali ini. morgan mencengkram leher zoki dan turun dari motor, lo hanya punya urusan sama gue, bukan willa.
zoki menghentakkan cengkraman morgan, lo gk akan pernah mengubah keputusan gue.
aku turun dari motor dan merangkul lengan morgan untuk menghentikan perdebatan mereka. "zoki sudah cukup, bisa gak sih kamu jangan berantem begini dengan morgan? kataku.
apa lo bilang? ck gue itu bukan manusia bisa mendengarkan perkataan lo. gue sudah peringati lo untuk melawan gue 2 hari yang lalu, kenapa lo datang? apa lo takut?
gue gak pernah takut sama banci seperti lo.
ck ok kita liat saja siapa yang banci setelah ini. ayo kita tanding main motor!
percuma saja berdebat dengan ******** ini, ok gua mau. kata morgan
morgan jangan!
wil, lo diam disini ya, jangan kemana mana, gue akan segera kembali. morgan memegang daguku dengan tatapan tajamnya.
dan lo semua, jangan pernah sentuh gadis ini! kata morgan memberi perintah kepada anak buahnya zoki! pertandingan akan segera di mulai. "morgan, kamu hati" ya. morgan mengangguk dan mencium keningku. tidak ada rasa pesona dengan ciuman itu, yang ada hanya rasa khawatir.
setelah mereka berlalu dari pandangan ku, aku terus waswas dengan lelaki yang ada di sekelilingku. ok wil, kamu harus tenang. semoga morgan bisa memenangkan pertandingan ntah apalah itu yang disebut geng" motor.
aku mengambil ponsel di saku seragamku. aku mengirim pesan ke adam untuk segera datang ketempat ini. 30 menit sudah berlalu aku, melihat sebuah motor yang menghampiri tempat kami semula. itu kan zoki, dimana morgan? batinku. setelah zoki turun dari motornya, dia menghampiri ku dengan tawa kemenangannya. "zoki dimana morgan? "
morgan lo sudah mati!
aku mencengkram baju zoki, dimana morgan? hahaha.. huuu serem gue takut. lo gak dengar gue bilang morgan sudah mati di perbelokan jalan itu. dengan geram aku melayangkan 1 tonjokan di hidungnya dan mengeluarkan darah. " brengsek lo ya!
aku langsung berlari untuk mencari morgan.
aku tidak menemukan morgan, namun aku melihat tubuh seseorang yang sudah tak berdaya. morgan?
morgan.. aku mengeraskan teriakan ku ketika melihat morgan dengan penuh noda darah di kepalanya. tolong..aku berteriak sekuat mungkin untuk meminta pertolongan.
morgan, aku mohon bertahan lah!
willa, panggil adam berlari menghampiriku.
__ADS_1
tolong dam, ayo bawa morgan kerumah sakit.
kami membawa morgan ke rumah sakit terdekat. morgan sedang di tangani di ruang UGD.
aku menceritakan kejadian itu kepada adam.
brengsek...!! adam mengepalkan tangannya dengan tatapan membunuh.
adam, kamu jangan emosi begini! sebaiknya kita tunggu morgan sampai siuman.
adam menghubungi keluarga morgan.
beberapa menit kemudian, dokter keluar dan kami langsung menghampiri nya
"dokter, bagaimana keadaan morgan? "
apakah kalian keluarga pasien?
iya dokter, aku sepupunya kata adam.
"begini, akibat dari benturan terlalu keras di kepalanya, pasien kehilangan memori ingatannya. kami hanya ternganga mendengar perkataan dokter.
morgan sudah di pindahkan ke ruangan vip. aku dan adam duduk bersebrangan di kasur morgan, bahkan sampai saat ini dia belum juga sadarkan diri.
morgan... kata seorang wanita menghampiri morgan dan memeluknya. hikksss, kenapa kamu bisa seperti ini sayang?
"adam, bagaimana keadaan anak tante? "
adam menceritakan semua mengenai keadaan morgan seperti yang di katakan dokter padanya.
isak tangis mamanya semakin menderas. aku mencoba merangkul bahunya
"tante, yang sabar ya morgan pasti baik" saja"
"apa kamu yang bernama willa? "
"iya tante"
mama morgan memeluk ku dengan erat, kenapa ini bisa terjadi willa?
aku mencoba untuk rileks, dan menceritakan apa yang terjadi pada mereka tadi siang.
**
malam sudah tiba,
wil, sebaiknya lo pulang dulu ya, ini sudah malam biar gue dan tante yang jagain morgan disini. iya wil ayo gue antar pulang, kata remon. tapi mon, aku mau jagain morgan disini.
lo butuh istrahat wil, jangan sampai lo juga sakit. besok pagi lo bisa balek lagi kesini untuk morgan.
__ADS_1
**
sesampai di rumah, aku membersihkan diriku dan membaringkan tubuhku. hari ini sungguh buruk bagi ku, aku melihat sahabatku terdampar lemah. tuhan, berikan kesembuhan untuk morgan, batinku.
pagi hari aku bangun seperti biasa. hari ini adalah hari minggu, aku segera memasak dan mengechek sebentar keadaan restoran. setelah semuanya beres, aku segera kerumah sakit untuk melihat keadaan morgan.
sekitar 1 jam di perjalanan, aku telah tiba di rumah sakit itu. aku mengetuk pintu dan melihat mamanya yang sedang menyuapi morgan.
willa, kamu sudah datang sayang, kata mama menyambutku dengan lembut.
"iya tante. morgan bagaimana keadaan mu, tanyaku mendekat dan memegang lengan morgan dengan lembut."
morgan bahkan tidak menjawabku.
mmm.. morgan, ini adalah willa sayang gadis yang sering kamu ceritakan ke mama.
apa yang morgan ceritakan tentang ku,?
aku tidak mengingatnya ma.
aku hanya terdiam dan menundukkan kepalaku, ya ini sungguh menyakitkan bagiku. " morgan, aku sahabat mu. kita sering belajar bersama, bercanda bersama dan semuanya kataku dengan tersenyum kepadanya. "
"aku tidak pernah bersahabat dengan seorang perempuan."
aku melihatnya dengan tatapan kosong, namun aku tetap berusaha untuk lebih tegar.
hei kamu bilang apa?
kamu jangan curang begini dong, seenaknya saja melupakanku!
ya aku memang tidak mengingatmu.
ma, tolong suruh gadis ini keluar, aku tidak ingin melihatnya kata morgan mengalihkan pandanganya.
morgan, kamu gak boleh begitu dong sayang, willa sudah jauh" kesini mau melihat keadaan mu, masa kamu mengusirnya?
ma, tolong usir dia dari sini! bentak morgan mengeraskan suaranya.
jep.. sakit sungguh sakit. mataku kini mulai berkaca kaca. morgan aku bawakan makanan kesukaan mu, makan ya!
"tante willa pergi dulu ya".
"willa, maafkan morgan ya sayang. morgan tidak bersalah tante. aku akan tetap menunggunya sampai dia mengingatku.
**
jangan lupa berikan dukungan untuk cerita ini dan tinggalkan like, komen and vote ya.
🙏🙏
__ADS_1