
"Oya Jey, kamu lahir bulan berapa sih?"
"Bulan maret 2004."
"Wahhhh berarti kamu lebih tua dong dari aku."Emang wajah aku kelihatan tua ya?"tanya Jey sambil tersenyum.
Gk kok, kalau di liat dari umur sih iya. hehhehe. " Kamu sendiri kelahiran tahun belapa?" Kalau aku bulan Agustus 2005" jawab Willa.
"Beda setahun aja kok."
"Iya sih, gimana kalau aku panggil abang?"
"Iya terserah kamu aja. "
Tidak terasa mereka panjang lebar bercerita akhirnya sudah sampai di depan sekolah Bangsa. "Makasi ya bang Jey, sudah memberikan tumpangan sama aku."
"Sama" Wil," kemudian melajukan mobilnya dengan cepat karena jam sudah menunjukkan pukul 07,00 wib.
"eh Mor, itu bukannya anak basket lawan kita kmaren? Apa dia ada hubungan dengan Willa? tanya Remon.
emmm!
"Apa lo ada rencana mau bales dendam?" tanya miko. "Gua akan tantang tu anak main balapan. Gua juga mau liat seberapa jantannya dia bisa ngalahin gua.
Morgan adalah pangeran ganas di sekolah Bangsa. Banyak para wanita yang menginginkan Morgan menjadi kekasihnya. Namun dia tidak pernah ingin berurusan dengan yang namanya perempuan. Baginya itu sangat merepotkan. Dia hanya asik dengan dunianya sendiri yaitu balapan dan pemain tinju.
Bel istrahat pun tiba.
__ADS_1
"Will, kantin yuk," ajak Rika
"Yuk!"
Sesampai mereka di kantin mereka memesan makanan seperti biasa.
Kori menghampiri Willa yang tengah sibuk memainkan ponselnya sambil menunggu pesanan datang.
"Eh, berdiri lo!" memukul meja dengan keras sehingga anak anak yang lain memandang kearah Kori.
"Apaan si?" jawab Willa berdiri.
"Lo habis diantar siapa tadi? Lo itu gk ngaca tau gk, lo hanya anak tiri. Gue akan aduin lo sama papa."
"Tolong pelan kan suaramu Kori!"
"Apa lo bilang? semua anak-anak sekolah ini juga tau kalau lo itu anak pungut." mendorong Willa hingga terjatuh.
Willa mengingat perkataan papanya, kalau sampai dia dan Kori berantem lagi, dia bisa di usir dari rumah. Itu sebabnya dia tidak membalas perbuatan Kori.
Morgan dan teman"nya hanya mengamati pertunjukan tersebut. Mereka tidak ingin ikut campur masalah konyol itu. Ketika mengalihkan pandangannya, Kori melihat morgan sedang meliriknya.
"Hai Morgan, apakah gue boleh duduk di sini?"
Morgan menyingkirkan smua benda yang ada di atas meja dengan kasar. Dia menarik tangan Kori sehingga gadis itu terbaring dimeja tsb. Morgan menindih tubuh kori dan mata mereka saling bertatapan.
"Apa kau ingin kita melakukan nya disini,?"
__ADS_1
Morgan meraup bibir Kori dan **********.
semua mata memandang aksi mereka. Willa sangat geram dengan kelakuan Morgan terhadap kakak tirinya.
Willa mendorong tubuh Morgan dan melayangkan satu tamparan.
plakkkkkk.......dasar pria brengsek...
Hey braninya kau menampar Morgan? (Adam)
Morgan melihat Adam dan mengisyaratkat diam.
Kemudian Willa menarik tangan Kori menjahui kantin.
"Willa, lepasin gue.!" menghempaskan tangan nya kasar. "lo iri ya gue di cium sama Morgan?
Cihhhh aku jijik tau gk liat kelakuan kamu begituan di depan anak anak.
"Eh, lo gk usah sok suci, dan gue peringati lo jangan pernah ikut campur urusan gue, ngerti gk lo?"
*/*/*/*/*/*/
"Gimana Mor, apakah gue harus seret tu si Willa ke hadapan lo?" tanya Remon.
"Tidak perlu, Dia bukan lawan kita men. Lo mau jadi banci aa? Tadi gua hanya mau mancing emosi dia aja, ternyata dia punya nyali kuat melawan gua.
Buaarrrrrr....
__ADS_1
*M*organ memukul meja dan mengepal tangannya. tidak ada yang bisa baca pikiran nya kecuali teman sebangsatnya.
***