Menunggumu

Menunggumu
bab 51


__ADS_3

**


aku melangkahkan kaki ku keluar dari rumah sakit itu, aku ingin mengunjungi pantai biru untuk merilekskan pikiran ku. jarak diantara rumah sakit ke pantai itu memang cukup lama. sesampai di pantai biru, aku menyusuri pinggir pinggir pantai dan menikmati suasana angin yang bertiup kencang.


sejenak aku mengingat kenangan masa laluku bersama lelaki yang ku cintai. aku rindu aku sangat sangat rindu tapi aku menahan rasaku untuknya. banyak janji yang kami ucapkan di tempat ini. menunggu dan menunggu


"kak, kamu sangat cantik sekali. seorang bocah datang mengejutkanku. oh ya?


"iya kak, apa lagi di foto dengan langit langin biru itu, pasti makin cantik. ayo kak aku ambil gambar hanya 20 ribu doang. "


" hehe kamu pintar sekali memuji ya. baik lah gunakan ponselku untuk mengambil gambar, nanti aku akan bayar 20 rb. "


"siap kak."


beberapa foto sudah tersimpan di ponsel ku.


"ini kak, kau sangat cantik sekali"


"wah kamu pintar juga ya, mengambil fotonya, ini uang buat kamu beli permen. "


banyak sekali kak, aku kan cuma minta 20 ribu. gpp ambil saja. iya makasih ya kak


aku melihat beberapa foto yang di ambil oleh bocah itu dan membuka ap story di sosmed.



hidup ku tidak semanis coklat


zaka : ~tetapi senyum mu lebih manis. daripada coklat 😁😂

__ADS_1


rika :~ huuiiii cuantikkss beb 😍😘😘 lo kok pergi gak ngajak gue sih @willa karina


zaka : ~ lo ajak aja si reno.


reno :~ ayo beb kita kesana!


ardika :~ I love you😘😘😘😘


zaka :~ I love too 😘


**


sudah seminggu morgan tidak masuk sekolah. keadaannya juga sudah membaik, namun dia sama sekali tidak bisa mengingat ku.


"wil, lo harus semangat dong, jangan merenung terus"


iya wil, pengobatan dijerman lebih canggih dari pada disini. willa, aku tau perasaan lo itu terhadap morgan, tapi kita juga tidak bisa berbuat apa" kan, ini semua demi kebaikan nya dia. udah dong, kamu jangan sedih lagi.


dia akan berangkat besok pagi, dan nanti malam kita akan berkenjung kesana.


aku hanya mengangguk saja.


tepat jam 7 malam, kami para sahabat baiknya datang berkunjung ke rumah sakit.


disana ada remon, adam, tante, dan juga aku sama rika. morgan hanya melirikku namun tidak berbicara padaku.


"mor, lo cepat cembuh ya dan jangan pernah lupain kita disini kata remon memeluk morgan"


adam melirikku untuk mengungkapkan kata perpisahan. aku mencoba mendekati morgan dan menggenggam tangannya.

__ADS_1


"morgan, aku sangat sedih harus berpisah jauh dengan mu, aku tidak akan bisa lagi melihat mu marah" di restoran, aku tidak bisa belajar lagi bersama mu, dan bahkan tidak ada lagi yang menolongku disana aku terluka. air mataku mulai menetes ditangan morgan dia melihatku biasa saja tanya komentar melepaskan tangan ku. semua perkataan ku tidak masuk akan baginya.


"morgan, aku yakin suatu saat nanti kita akan berjumpa kembali dan aku berharap pada saat itu juga kamu sudah mengingatku".


semakin deras isakan tangisku. bagiku morgan adalah seorang sahabat terbaikku sekaligus aku merasakan bagaimana rasanya punya saudara laki".


"willa, kamu jangan nangis lagi ya, tante yakin suatu saat nanti morgan akan kembali padamu".


ma apa"an ini, aku sama sekali tidak menyukai gadis cengeng ini. mama kan tau aku paling anti melihat orang menangis begini. aku ini masih hidup belum mati, jadi lo gak perlu menangisi gue.


"yang bilang lo udah mati siapa mor? willa hanya mengungkapkan isi hatinya, kesel gue liat lo begini sama willa, kata remon"


kalau lo kesel, pergi sana gue gk nyuruh lo semua datang kesini!


tanpa lo suruh juga kita bakalan pergi sebentar lagi.


"morgan kalau lo udah sampai disana kabari kita ya kata rika. kalau begitu kita permisi pulang ya tante."


"iya terimakasi ya, kalian sudah berkunjung kesini."


ayo wil,


aku melihat morgan dan memberikan sebuah kotak tanda terimakasih ku selama ini. dia hanya menerimanya tanpa mengucapkan sesuatu padaku.


sesampai di ujung pintu, aku membalikkan pandanganku padanya. sejenak kami saling berpandangan.


ayo wil..


**

__ADS_1


__ADS_2