
“Halo, Pak Leo. Perkenalkan saya Yunita, manajer showroom Pagani yang menghubungi Anda sebelumnya.”
Yunita memperkenalkan diri kepada Leo dengan penuh rasa hormat.
Yunita berpakaian setelan jas yang ketat dan lurus. Lekukan badannya yang anggun semakin terlihat karena jahitan jas yang pas. Makeup-nya juga sangat natural. Rambut panjangnya yang disibakkan ke belakang telinga membuatnya terlihat sangat profesional!
Di saat yang sama, Yunita juga sangat terkejut. Ketika bertelepon dengan Leo, dia sudah bisa menebak usia Leo itu masih muda. Namun, tidak disangka, bakal semuda ini! Kelihatannya baru berumur 20an! Leo benar-benar jauh lebih muda dari yang dia bayangkan!
Hatinya juga mulai penasaran, bagaimana Leo yang semuda ini bisa membeli mobil sport yang seharga 100 miliar. Siapakah identitas dia yang sebenarnya?
Sedangkan, pramuniaga yang di sana, hasrat dalam hati mereka pun mulai bertambah setelah melihat Leo yang semuda ini.
“Ya.”
Leo mengangguk, lalu melirik Yunita dan para pramuniaga wanita dengan tenang. Sebenarnya, Leo juga merasa sangat puas. Bagaimanapun, dia telah disambut oleh manajer dan belasan karyawan yang ada di showroom. Apalagi, showroom Pagani itu showroom merek mobil papan atas. Rasanya benar-benar berbeda!
__ADS_1
Saat ini, Leo tiba-tiba teringat sebuah kalimat yang pernah dia baca di internet: Kaya tidak berarti bahagia.
Mungkin, Leo yang dulu akan sependapat dengan kalimat itu. Tapi, sekarang dia tiba-tiba mengerti sebuah kebenaran. Orang biasa tidak akan bisa membayangkan kebahagiaan dan kegembiraan yang dirasakan orang kaya!
Contohnya sekarang saja. Leo yang dulu pasti tidak akan bisa menikmati cara penyambutan seperti ini.
“Pak Leo, Anda mau menjalankan prosedur serah terima dulu atau melihat mobilnya dulu?”
Yunita menegakkan badan dan bertanya kepada Leo.
“Lihat mobilnya dulu.”
Sambil berkata, Yunita langsung berjalan di depan Leo dan mengarahkannya ke tempat parkir mobil. Yunita juga terus menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan, sehingga terlihat sangat menawan! Tapi, Leo yang akan segera melihat mobil sport senilai ratusan miliar tidak bisa lagi membagi konsentrasinya kepada Yunita.
Lagi pula, dia yang sekarang, ada uang dan mobil sport. Wanita mana yang tidak tertarik padanya?
__ADS_1
Akhirnya Leo tiba di showroom independen bersama Yunita. Saat ini, Pagani Huayra telah diparkir di posisi paling tengah. Di samping mobil juga ada beberapa teknisi pemeliharaan yang sedang melakukan pemeriksaan dasar mobil.
Setelah melihat kedatangan Leo, salah satu teknisi langsung menyapa Leo, lalu melapor kepada Yunita.
“Bu Yunita, mobil ini sudah selesai diperiksa. Tidak menemukan masalah apa pun!”
“Baiklah. Kalian keluar saja dulu.”
“Baik.”
Tidak lama kemudian, hanya Yunita dan Leo yang tersisa di showroom ini.
“Pak Leo, menurut Anda, bagaimana?”
Sebenarnya, Leo yang duduk di Pagani Huayra, memegang steering mobil dan menduduki jok mobil yang berbahan kulit asli sangat senang. Namun, dia tetap hanya mengangguk dan berkata dengan tenang.
__ADS_1
“Iya, lumayan.”
Melihat ekspresi Leo yang setenang itu, rasa penasaran Yunita menjadi semakin kuat. Reaksi Leo benar-benar terlalu santai! Rasanya seperti membeli mobil mainan, bukan mobil sport yang harganya ratusan miliar! Reaksinya yang setenang ini membuat Yunita semakin merasa luar biasa!