
Hening!
Sangat hening!
“Mobil ini...”
Setelah menelan seteguk air liur, Fajar yang berdiri di samping Leo berkata dengan suara pelan sambil menunjuk ke Pagani Huayra.
“Kenapa? Ayo masuk ke mobil.”
Setelah membuka pintu mobil, Leo melemparkan barang belanjanya ke jok belakang, lalu duduk di jok pengemudi. Sedangkan Fajar, dia masih tertegun di tempat dengan ekspresi kaget.
Leo sudah sekaya ini sekarang?!
Bukankah katanya keluarganya tidak kaya, hanya keluarga biasa saja?
Memangnya ini mobil yang sanggup dikendarai keluarga biasa?
Mengerikan!
Sungguh mengerikan!
Saat ini, Fajar merasa pandangannya tentang hidup telah dirobohkan. Tatapannya ketika melihat Leo pun menjadi sangat aneh. Lalu, dia memasuki mobil dengan tenang.
“Bro, jujurlah padaku. Keluargamu sungguh hanya keluarga biasa?”
“Ya, hanya keluarga biasa.”
Leo berangguk sambil memundurkan mobil. Karena ini adalah Pagani Huayra, jadi tidak ada yang memarkir di sekelilingnya.
Leo mengemudi sepanjang jalan sampai ke komplek tempat Fajar tinggal. Sementara Fajar, dia sama sekali tidak ingin berbicara.
__ADS_1
Jika dikatakan, awalnya dia masih bangga dengan dirinya yang baru lulus kuliah saja sudah menikah dan membeli rumah di Purakarta. Namun, begitu melihat mobil Leo ini, rasa bangganya pun sudah menghilang sepenuhnya!
Lagi pula, bagaimana mungkin bisa ada rasa bangga lagi dalam kondisi seperti ini!
Tidak lama kemudian, Leo tiba di depan Komplek Taman Indah dan di seberangnya tepat adalah pintu belakang komplek tempat Fajar tinggal.
“Sudah sampai.”
Fajar tersenyum dan berkata: “Haha, terima kasih, ya.”
“Ya, kedepannya sering-sering saling kontak, ya.”
“Hehe, oke.”
Fajar tersenyum canggung dan hendak pergi. Namun, pada saat yang sama, manajer departemen penjualan Taman Indah berjalan keluar dari komplek bersama seorang pemuda yang berjas hitam.
Saat melihat Leo, matanya melebar dan segera berlari ke depan Leo.
“Pak Leo!”
Leo melirik ke arah Michael, lalu turun dari mobil dan berkata.
“Jadi begini, mari kuperkenalkan, ini Manajer Agen Properti Deka, namanya Patrick Adiwangsa. Dia datang ke sini sendiri setelah mengetahui Anda memiliki 1.199 unit rumah yang ingin disewakan. Tadi beliau ke rumah Anda, namun Anda sedang pergi. Kebetulan sekali, malah bertemu di sini.”
“Halo, Pak Patrick.”
“Pak Leo.”
Mereka bersalaman, lalu Patrick langsung berkata dengan lugas.
“Pak Leo, sebelumnya saya telah berbicara dengan sekretaris Anda dan harga sewa akhir yang kami tentukan untuk setiap rumah adalah 600 juta per tahun. Lalu, Agen Properti Deka kami akan menarik biaya agen sebesar 2.5% untuk setiap pesanan. Jika Anda sudah setuju, silakan tanda tangan di sini.”
__ADS_1
Patrick mengeluarkan kontraknya dan Leo membacanya dengan cepat. Setelah memastikan kontrak ini tidak bermasalah, Leo menerima pena yang diberikan Patrick dan menandatangani namanya.
“Kalau begitu, selamat bekerja sama.”
“Selamat bekerja sama.”
Begitu Leo selesai tanda tangan, Patrick langsung membalikkan badannya dan pergi. Michael juga mengucapkan selamat tinggal. Sedangkan Fajar, dia benar-benar tercengang! Mulutnya terbuka lebar, terdiam di tempat dengan tatapan kosong!
“Leo, kamu...”
Setelah menelan seteguk air liur, Fajar yang di sana berteriak.
“Seluruh Komplek Taman Indah ini milikmu?!”
Mendengar pertanyaan ini, Leo menyentuh hidungnya dengan malu dan berkata.
“Ya, bisa dibilang begitu. Haha, aku pergi dulu, ya.”
Begitu selesai berbicara, Leo masuk ke mobilnya dan pergi dengan kecepatan tinggi!
Saat ini, Fajar yang berdiri di situ sudah tidak tahu harus berekspresi apa lagi.
Keluarga Biasa?
Hehe!
Kalau ini namanya Keluarga Biasa, lalu dia itu apa?
Dalam sekejap, perasaan Fajar menjadi sangat rumit. Karena saat ini, dia benar-benar sangat terpukul oleh Leo!
“Brengsek!”
__ADS_1
Setelah memaki, Fajar menyimpan suasana hati buruknya dan berjalan kembali ke rumahnya. Bagaimanapun, hidupnya tetap harus dijalani.
Sedangkan Leo, setelah kembali ke rumah dan memasak makan malam, dia membuka ponselnya dengan santai. Lalu, dia menyadari group chat teman kuliah yang sudah lama dia blokir tiba-tiba menjadi sangat ramai.