Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Firma Hukum Warrant


__ADS_3

“Halo.” Leo menjawab telepon.


Suara Zella pun terdengar dari ujung telepon.


“Pak Leo, saya telah selesai mengakuisisi firma hukum sesuai perintah Anda.” Mendengar kata-kata ini, mata Leo langsung berbinar.


“Oh? Coba katakan, firma hukum mana?”


“Firma Hukum Warrant. Kini Anda telah menginvestasikan 2,6 triliun, memegang 53% saham Firma Hukum Warrant, merupakan pemegang saham mayoritas.”


Leo mendengarkan ini sambil berangguk.


Firma Hukum Warrant adalah salah satu firma hukum paling terkenal di Purakarta, bahkan di seluruh negeri! Tingkat kemenangan kasus firma hukum ini juga telah mencapai 95% yang menakjubkan! Bisa dibilang bahwa firma hukum ini sejak terkenal, tidak pernah mengalami kekalahan kasus! Beberapa tahun ini, pengacara-pengacara ternama firma hukum mereka yang dipercayakan untuk mengurus kasus pun selalu menang dan membuat pencapaian yang luar biasa!


“Oke, aku sudah tahu. Kerjamu sangat bagus kali ini. Beri tahu alamat rumahku kepada beberapa pengacara ternama dan suruh mereka kemari.”


“Baik, Pak Leo.”


Lalu, kini Leo juga lanjut berkata.


“Ya. Selain itu, bantu aku cari dua pilot dan kru pramugari.” Ujung telepon sana tiba-tiba terdiam.


“Maaf, Pak Leo. Pilot yang Anda katakan tadi itu...”


“Ada apa? Pilot untuk jet pribadi.” Begitu Leo selesai menjelaskannya, Zella yang di sana terdiam lagi.


Meskipun dia berpikir dirinya cukup memahami Leo, namun kini dia tiba-tiba sadar. Mungkin dirinya juga tidak terlalu memahami Leo.

__ADS_1


“Oh, iya. Sekalian bantu aku lapor rute penerbangan. Aku akan pulang ke kampungku, Huntian, dari Bandara Purakarta lusa nanti.”


“Baik, Pak Leo. Bolehkah saya minta detail model jet pribadi Anda?”


“Ya, Gulfstream V.”


Setelah mengatakannya, suasana menjadi sunyi dalam sekejap.


Gulfstream V! Jet pribadi mewah paling top yang nilainya mencapai ratusan miliar!


Kini benak Zella Alfiya berdengung dengan keras. Ini sungguh terlalu... dirinya merasa sedikit menakutkan! Bagaimanapun, tingkat kekayaan ini sungguh mengerikan!


Kamu harus tahu. Bisa membeli jet pribadi itu berbeda dengan bisa buat jet pribadi terbang di langit. Jika tidak, kenapa dalam negeri ada begitu banyak orang kaya yang sanggup membeli jet pribadi, namun tidak ada yang membelinya? Karena jet pribadi bisa diterbangkan atau tidak merupakan urusan yang berbeda!


Pada saat ini, Leo juga memegang dagunya dan berpikir sebentar. Lalu, dia lanjut berkata.


Leo baru saja menyadari sepertinya kali ini dia pulang juga tidak ada mobil untuk dikendarai di situ. Sedangkan jet pribadinya, tidak bisa muat satu mobil. Jadi, dirinya harus menyewa satu pesawat kargo.


Zella Alfiya: ...


Kini Zella hampir berlutut di tempat! Ini benar-benar terlalu kaya!


Menyewa satu pesawat kargo itu minimal harus membayar berapa miliar! Lagi pula, orang biasanya menyewa pesawat kargo itu untuk mengangkut material penting. Namun, kini Leo malah menyewa seluruh pesawat kargo hanya untuk mengirim mobilnya? Dalam seketika, Zella benar-benar tercengang!


Namun, setelah memikirkan Leo bahkan bisa membeli jet pribadi dan itu pun model Gulfstream V yang nilainya ratusan miliar, lihat lagi dia menyuruh diri sendiri menyewa pesawat kargo hanya demi mengirimkan satu mobil. Dalam hati Zella pun menjadi tenang kembali.


Lalu, setelah menutup telepon, Leo memesan makan dan terus duduk di situ untuk bermain game.

__ADS_1


Di sisi lain, di dalam Kantor Firma Hukum Warrant.


Setelah menutup telepon, ekspresi Vion berubah menjadi sangat serius.


Tadi dia baru saja menerima telepon dari sekretaris bos barunya. Dia meminta dirinya dan Robin untuk mengunjungi rumah bos baru.


Vion menarik napas yang panjang, lalu membuka pintu kantor Robin yang di sebelahnya.


“Robin, sudah waktunya berangkat.”


Saat ini Robin sedang duduk dengan mata tertutup dan beristirahat di kursi bos. Mendengar kata-kata Vion, Robin pun membuka matanya.


“Ada apa? Ada klien baru yang perlu ditemui?”


“Bukan, sekretaris bos baru meneleponku. Dia meminta kita ke rumah bos baru.”


Mendengar penjelasan Vion, mata Robin menyipit.


“Oh? Kalau begitu, mari kita pergi lihat, siapa bos baru kita ini!”


Dalam sekejap, Robin sangat tertarik.


Bagaimanapun, ini adalah orang yang bisa mengakuisisi Firma Hukum Warrant, memegang 53% saham dan menjadi pemegang saham mayoritas dalam satu malam! Ini sungguh membangkitkan minat Robin menemuinya!


Robin sangat penasaran siapakah bos baru yang bernama Leo Mayor ini!


Lagi pula, kalau bos baru ini kurang hebat dan tidak memiliki identitas yang menakjubkan, dia juga tidak keberatan untuk membeli kembali semua sahamnya!

__ADS_1


__ADS_2