
Esok paginya, Leo membuka matanya dan menatap atap rumah yang di depan mata, lalu dia bangun untuk mandi. Saat sudah hampir waktu menjemput adik sepupunya, Leo menerima telepon dari Zella.
“Pak Leo, Anda sungguh tidak perlu saya saja yang pergi jemput?”
“Tidak perlu. Aku jemput sendiri saja. Kamu pergi ke hotel dan awasi persiapan mereka di sana.”
“Baik, Pak Leo.”
Begitu menutup telepon, Leo langsung berangkat menuju ke arah bandara.
...
Sekitar 40 menit kemudian, mobil Leo pun tiba di luar bandara. Leo memasukkan tangannya ke dalam saku dan bersandar di pagar pembatas pintu keluar sambil mendengarkan lagu.
Tidak lama kemudian, pesawat mendarat. Orang-orang yang turun dari pesawat pun mulai berjalan keluar. Yang pertama keluar adalah Jessica Chiara, adik sepupu Leo.
Lalu, di belakang Jessica juga diikuti 4 orang... 2 pria dan 2 wanita. Di antara ada dua orang yang terlihat jelas adalah sepasang kekasih. Sedangkan pria satu lagi yang berpakaian Nike di sekujur tubuhnya, dia berdiri di belakang Jessica dan hendak membantu Jessica mengambil koper, tapi Jessica menolaknya.
Selain itu, di antara 5 orang masih ada seorang wanita cantik yang membawa tas ransel dan berjalan di tengah mereka secara perlahan. Melihat total ada 6 orang, Leo merasa bersyukur, untung saja mobilnya cukup besar. Jika tidak, dia benar-benar tidak bisa menjemput mereka sekaligus.
Sedangkan Jessica yang telah melihat Leo, matanya langsung berbinar!
“Kak!”
Jessica sangat senang, karena Leo telah memesankan tiket pesawat kelas utama untuk mereka. Ini benar-benar sungguh memuaskan rasa gengsinya!
“Jessica.”
Leo berangguk pada Jessica sambil tersenyum.
“Ayo, kak. Mari kuperkenalkan, 2 ini teman baikku. Namanya Dea Emily dan Echa Gibran. Lalu, ini pacarnya, teman kami juga. Namanya Kelvin Ned. Ini juga teman kami Ivan Joshua.”
Begitu 4 orang itu jalan mendekat, Jessica pun mulai memperkenalkan mereka kepada Leo. Leo hanya berangguk pada kedua wanita itu, lalu berjabat tangan dengan 2 pria.
__ADS_1
Setelah itu, Leo berkata: “Ayo, aku bawa mobil. Kita pergi ke hotel dulu, lalu makan siang lebih awal. Setelah makan baru bagi kamar untuk kalian.”
“Hehe, oke!”
Jessica tampak sangat bersemangat. Leo juga membawa mereka ke parkir bawah tanah bandara. Saat melihat mobil yang dibawa Leo hanyalah mobil bisnis Volkswagen, Ivan Joshua yang ikut di belakang Leo langsung menepuk kap mobil dengan tatapan merendahkan.
“Ternyata hanya Volkswagen. Kelihatannya kehidupan kakak di Purakarta tidak begitu bagus juga?”
Ivan Joshua yang memakai Nike menepuk kap mobil Leo dan berkata dengan nada menghina.
“Kalau tidak? Ini memang mobil bisnis untuk perusahaan. Tidak perlu terlalu mewah.”
Leo menatapi Ivan dengan mata sedikit menyipit. Dalam hatinya sedikit tidak senang.
Namun, Ivan malah mencibir dan berkata lagi:
“Tidak. Kalau begitu, kemampuan perusahaanmu belum cukup hebat. Contohnya perusahaan keluargaku, mobil bisnis saja sudah mobil Mercedes-Benz yang senilai 1.2 miliar! Itu lebih menunjukkan status saat dibawa keluar! Aku sarankan kamu lebih baik pindah tempat kerja saja, kak!”
Dia sangat jelas dengan sifat Ivan Joshua. Karena rumahnya memiliki usaha sendiri, jadi sifatnya sangat sombong. Sangat suka merendahkan orang yang tidak lebih kaya darinya.
“Baiklah. Aku diam.”
Ivan mencibir, lalu diam. Pada saat yang sama, Jessica juga berkata kepada Leo.
“Maaf, kak. Kalau tahu begitu, aku tidak akan membawa Ivan ke sini.”
“Tidak apa-apa.”
Leo berkata sambil tersenyum.
“Sudah, ayo masuk mobil.”
Ivan yang berdiri di situ pun menanggapinya dengan sombong: “Baiklah. Kalau begitu, aku terpaksa harus duduk Volkswagen sekali!”
__ADS_1
Ivan sambil berkata sambil membuka pintu mobil. Hanya saja, saat melihat interior mobil Volkswagen ini, Ivan tercengang!
Interiornya mewah sekali!
Di dalam mobil, ada meja lipat, kerai, dan juga kulkas vertikal mini. Selain itu, dalam mobil pun bisa membentuk tempat tidur sofa dengan meluruskan tempat duduk barisan kedua dan ketiga. Pada saat yang sama, mobil ini juga dilengkapi TV LCD ukuran 42 inci yang dapat dinaikkan dan diturunkan secara elektrik! Tempat duduk mobil juga memiliki fungsi pemanas, pijat, dan sandaran kaki!
Saat melihat interior mobil yang mewah, semua orang tertegun!
Jessica yang juga sedikit kaget menatapi Leo dan berkata.
“Kak, kamu yakin ini mobil Volkswagen?”
“Iya, sekretarisku yang membelinya. Interiornya telah dimodifikasi. Sepertinya total telah menghabiskan 2.4 miliar.”
Leo menjawabnya sambil berangguk.
Begitu Leo selesai berbicara, semua orang menarik napas panjang dan berteriak.
“Ya Tuhan! 2.4 miliar?”
“Tunggu, kakak bilang sekretaris kakak yang membelinya? Jessica, bukankah kamu bilang kakakmu baru lulus kuliah?”
“Um... Volkswagen yang senilai 2.4 miliar? Ini sudah cukup untuk membeli dua Mercedes-Benz milik keluarga Ivan!”
Setelah kalimat ini diucapkan, suasana menjadi sunyi kembali. Lalu, semua orang melihat ke arah Ivan.
Kini Ivan merasa mukanya sangat merah dan perih! Bagaimanapun, dia baru saja mengatakan kemampuan perusahaan orang kurang hebat. Mobil bisnis yang dipakai hanyalah merek Volkswagen biasa, tidak bisa dibandingkan dengan Mercedes-Benz keluarganya.
Hasilnya?
Harga mobil orang seharga 2.4 miliar! Cukup untuk membeli dua Mercedes-Benz!
Saat ini, Ivan benar-benar terdiam. Perkataannya barusan sungguh membuat dirinya terlihat seperti badut.
__ADS_1