Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Kecelakaan


__ADS_3

Setelah menelusurinya, Leo baru tahu ternyata perusahaan sepeda yang didapatnya bukanlah perusahaan biasa!


Sepeda Pinarello! Perusahaan sepeda top di dunia! Sepeda yang diproduksi dengan merek tersebut juga telah berpartisipasi dalam kompetisi balap sepeda berkali-kali dan juga memenangkan banyak medali! Karena itulah, nilai pasar perusahaan sepeda ini terus meningkat.


Hingga saat ini, perusahaan ini telah menjadi LaFerrari di industri sepeda. Sembarang satu sepeda saja bisa dijual dengan harga puluhan juta!


“Ini benar-benar mengerikan!”


Leo berkata sambil menggelengkan kepalanya.


Detik berikutnya, ponsel Leo menerima panggilan. Setelah terhubung, dia baru sadar ternyata ada paket internasional. Setelah menerimanya, Leo menemukan ternyata perusahaan Pinarello telah mengirimkannya 2 sepeda kustomisasi khusus untuknya. Selain itu, juga lengkap dengan semua perlengkapannya.


Kebetulan Leo sedang ingin berolahraga, jadi dia pun mendorong sepedanya keluar dan berencana berkeliling 2 putaran.


Dia ingin mencoba sepeda yang disebut LaFerrari di industri sepeda ini seluar biasa apa.


Selama perjalanan mengendarai sepeda, akhirnya Leo mengerti mengapa Pinarello ini disebut LaFerrari di industri sepeda. Julukan ini tidak dipanggil sia-sia, karena sepeda ini benar-benar sangat nyaman untuk dikendarai!


Setelah bersepeda mengelilingi komplek sejauh 3 km, Leo pun berencana pulang. Namun, tepat saat dia tiba di gerbang komplek, saat di jalan perempatan, ada sebuah mobil BMW ungu yang bergegas masuk!


“Awas!”


Leo terkejut dan segera melompat dari sepedanya.


Sedangkan mobil BMW itu, langsung menabrak sepeda Leo. Dalam seketika, sepeda Leo menjadi hancur, rodanya juga membengkok.


Leo sangat terkejut, bagaimana cara orang ini mengendarai mobil? Kalau bukan karena dirinya telah mengalami penguatan tubuh dan bereaksi cepat, mungkin saja dirinya akan ditabrak mobil ini juga.

__ADS_1


Saat amarah Leo sedang meroket, pemilik mobil BMW pun turun. Tubuh atasnya telanjang dan terlihat jelas bertato dua naga terbang di atasnya.


“Kamu cari mati, ya! Kamu naik sepeda tidak lihat jalan, ya? Apa kamu tahu berapa harga mobilku ini!”


Mendengar kata-kata ini, Leo mengerutkan keningnya dan melihat sepedanya yang telah hancur di tanah. Lalu, dia berkata.


“Sebaiknya kamu lihat baik-baik baru berbicara. Mobilmu yang menabrak sepedaku! Sekarang sepedaku telah hancur. Aku belum meminta ganti rugi, kamu malah menyalahkanku lebih dulu?”


“Kamu minta dihajar, ya!”


Pria mafia kekar ini menunjuk ke arah Leo dan berkata dengan wajah dingin.


“Sayang, untuk apa kamu berbicara sebanyak itu dengan orang miskin ini. Langsung ganti rugi saja, lalu selesai, deh~”


Lalu, pada saat ini juga, ada seorang wanita yang rambutnya berantakan, bajunya juga acak-acakan turun dari mobil.


“Hehe, benar! Ganti rugi! Mobilku ini dibeli dengan harga 1,6 miliar! Goresan besar di depan mobil ini, kalau kamu tidak mengganti rugi 200 juta hari ini, jangan harap kamu bisa pergi!”


Pria mafia itu menggerakkan kepalanya dan mencibir sambil menatapi Leo.


Lalu, Leo yang berdiri di sana pun berkata dengan senyuman jahil.


“Kamu yakin aku yang harus mengganti rugi?”


“Kenapa? Lagi pula, di sini juga tidak ada CCTV! Kamu cepat ganti rugi!”


Pria mafia itu tampak sangat sombong saat ini.

__ADS_1


Orang di sekitar pun mulai mengelilingi mereka dan menonton. Melihat pria mafia itu, orang-orang pun mulai berkata dengan keras.


“Anak muda, kamu cepat ganti kerugiannya. Jangan menyinggung orang ini.”


“Sayangnya, anak muda. Kalau dia melapor polisi pun, takutnya akan dibalas dendam.”


Namun, Leo yang mendengarnya, malah mencibir dan berkata.


“Hehe, kamu seperti ini karena mengira aku benar-benar tidak ada bukti, ‘kan? Baiklah! Kalau begitu, aku beritahu kamu saja. Meskipun tidak ada CCTV di sini, tapi sepedaku dilengkapi alat perekam!”


Sambil berbicara, Leo berjongkok dan mencari bagian-bagian sepedanya yang berserakan di tanah. Akhirnya dia menemukan stang sepedanya. Lalu, Leo mengeluarkan perekam mini yang di atasnya.


“Gila??”


“Sepeda sekarang bahkan dilengkapi kamera perekam?”


Dalam seketika, semua penonton terkejut.


Lagi pula, kamera perekam ini mungkin saja lebih mahal daripada sepedanya, ‘kan? Lagi pula, menurutmu, kenapa sepeda saja harus dipasang kamera perekam?


“Brengsek!”


Pria mafia yang di sana tidak menyangka Leo bahkan memasang perekam di sepedanya. Dia sendiri tahu jelas bahwa kecelakaan hari ini memang salahnya. Karena berciuman dengan pacarnya saat mengemudi, akhirnya dia tidak sengaja menabrak sepeda Leo.


“Beruntung kamu! Ini 2 juta, ambil dan segera pergi dari sini!”


Pria mafia itu mengeluarkan sejumlah uang kertas dan melemparnya ke hadapan Leo secara langsung. Saat dia berbalik badan dan hendak pergi, Leo malah mencibir dan berkata.

__ADS_1


“2 juta? Hehe! Kamu kira aku ini pengemis?”


__ADS_2