
Saat ini, Leo telah menemukan departemen pengembangan game. Leo pun berkeliaran dengan santai di dalam departemen ini.
Departemen pengembangan ini hampir terdiri dari 300-400 orang. Setelah melihat departemen pengembangan ini secara sekilas, Leo berangguk dan terus berjalan ke bagian lebih dalam. Namun, begitu baru tiba di bagian lebih dalam, dia langsung mendengar suara pertengkaran.
“Manajer Dodi! Harusnya kamu tahu! Jika proyek game baruku ini benar-benar diselesaikan, maka game ini akan dapat menempati sejumlah besar pasar game internasional!”
“Hehe, Hadi, kamu ‘kan telah menjadi perencana proyek game selama bertahun-tahun. Harusnya kamu tahu jelas, rencana proyek kalian ini tidak akan berhasil! Pasar internasional sekarang telah jenuh dengan game jenis perang! Meskipun kamu bilang punyamu ini termasuk game battle royale dan memang sangat kreatif, tapi siapa bisa jamin ini pasti akan berhasil? Kalau mengenai pengembangan game baru, aku berencana mendukung proyek tim Alex Bruno!”
Kemudian terdengar lagi suara bentakan yang keras.
“Manajer Dodi! Bukankah hanya karena aku tidak memberimu hadiah waktu itu, perlukah kamu sengaja mempersulit kami seperti ini?! Semua orang tahu jelas kamu telah mengambil berapa banyak dana yang diberikan oleh bagian atas untuk tim proyek kami! Apa kamu mau menghancurkan perusahaan dengan terus mempersulit kami?”
Di luar ruangan, Leo yang mendengar kata-kata ini dan langsung menyipitkan matanya.
Kelihatannya, masalah internal game Prime Dragon ini lebih parah dari yang dirinya bayangkan?
Leo menyipitkan matanya, lalu dia langsung mendorong pintu ruangan.
“Tampaknya, masalah internal perusahaan ini benar-benar tidak kecil.”
Leo berjalan masuk dan berkata dengan santai.
__ADS_1
“Siapa kamu?!”
Melihat Leo yang masuk, Manajer Dodi yang di situ segera membentaknya dengan marah.
“Siapa aku? Tidak penting. Yang penting, kamu yang sebagai manajer, selain menerima suapan secara pribadi, juga tersangka korupsi. Kurasa dua hal ini harus dijelaskan dengan baik!”
Kemudian, Leo mengambil dokumen proyek yang ada di atas meja dengan santai. Setelah membaca sekilas, matanya menyipit lagi! Proyek ini, menurut penilaiannya, ini sungguh proyek yang lumayan bagus! Hanya perlu direvisi sedikit saja dan game ini berpotensi menjadi game eksplosif!
Namun, Manajer Dodi ini malah menolak proyek ini hanya karena perencananya tidak memberinya hadiah! Leo menahan amarahnya dan melempar dokumen rencana proyek itu ke atas meja, lalu berteriak dengan marah.
“Manajer Dodi! Proyek ini bisa dikategorikan sebagai proyek yang sangat berkualitas! Kamu yang duduk di posisi ini, apa sudah meneliti proyek ini dengan cermat?! Perusahaan membiarkanmu duduk di posisi ini bukan untuk kamu memuaskan kepentingan pribadimu, tapi untuk menciptakan nilai yang berharga untuk perusahaan! Kamu yang tidak bisa apa-apa, atas dasar apa kamu duduk di sini dan sembarang menilai?!”
“Beraninya!”
“Siapa yang mengizinkan anak magang sepertimu mengomentari keputusanku?! Segera keluar! Kamu sudah dipecat!”
Sedangkan Hadi yang berdiri di samping tiba-tiba menepuk meja dan berteriak dengan matanya yang sudah memerah.
“Dodi Gunawan! Bagaimana perusahaan bisa memiliki karyawan brengsek sepertimu?! Kamu ini ‘kan hanya karena kakak iparmu adalah wakil CEO operasional perusahaan! Departemen pengembangan game memilih orang sepertimu sebagai manajer itu benar-benar kesalahan terbesar!”
Leo menarik napas yang dalam, lalu mencibir dan berkata kepada Dodi Gunawan.
__ADS_1
“Huh! Oh ya? Kamu kira kamu benar-benar bisa seenaknya?”
Mendengar omongan Leo, Manajer Dodi itu hanya mencibir dan berkata.
“Benar! Di departemen pengembangan game ini, omonganku adalah perintah terbesar! Kuberitahu, ya. Kamu sudah dipecat! Segera pergi dari sini atau aku akan memanggil satpam untuk melemparmu keluar!”
“Kamu mengusirku? Huh!”
Leo langsung tersenyum, lalu melirik ponselnya. Ini nomor yang tidak dikenal.
“Halo.”
Setelah teleponnya terangkat, Leo menjawabnya dengan dingin.
Di ujung telepon segera terdengar suara yang sangat segan.
“Direktur Leo, mohon maaf, saya Adelio Safari, tadi saya sedang pergi untuk rapat. Begitu mengetahui Anda telah datang, saya pun sudah segera bergegas kembali. Mohon maafkan saya. Saya akan segera pergi menemui Anda, Direktur Leo. Bolehkah saya tahu di mana Anda sekarang?”
“Aku, ya? Aku ada di ruangan manajer departemen pengembangan game kalian. Manajer kalian ini cukup hebat, dia bahkan ingin memecatku?”
Leo berkata sambil melihat Manajer Dodi dengan senyuman jahil.
__ADS_1
Sedangkan Adelio Safari yang di ujung telepon, begitu mendengar omongannya, dia yang baru memasuki lift hampir saja jatuh terduduk di lantai karena kakinya mendadak lemas!