Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Dua Triliun Diterima


__ADS_3

Kembali ke Gedung Juanda.


Leo dan Westen sudah memasuki lift. Sedangkan, John yang di samping terus tersenyum...


“Pak Leo, mohon maafkan kebodohan anak saya. Anggap saja semua omongannya itu kentut. Lain hari saya akan membawa Theo ke rumah bapak untuk meminta maaf. Saya berharap Anda bisa memaafkannya.”


Leo hanya melirik John dan berkata dengan tenang.


“Sudahlah. Anakmu bilang kalau aku berani masuk, dia akan menghajarku sampai keluar. Aku tidak pantas menerima permintaan maafnya!”


Begitu mendengarnya, John langsung canggung di tempat.


“Begini saja. Westen, apa biaya sewa Teknologi Nakon bermasalah?” Leo melanjutkannya.


“Teknologi Nakon, selain biaya sewa kuartal ketiga tahun lalu mengalami tunggakan selama setengah bulan dan biaya sewa kuartal tahun ini belum dilunaskan, kredibilitas Teknologi Nakon selalu sangat baik.”


Leo mengangguk kepala dan berkata.


“Baik, begini saja. Dua hari lagi ‘kan tanggal jatuh tempo biaya sewanya. Kalau dalam dua hari ini, Teknologi Nakon masih belum melakukan pelunasan, masa sewanya jangan diperpanjang lagi! Pak John, aku ingatkan, ya. Kalau biaya sewanya tidak dilunaskan, maka bapak harus mencari alamat baru untuk perusahaan bapak terlebih dahulu.”

__ADS_1


Selesai bicara, pintu lift pun terbuka. Leo langsung berjalan keluar tanpa berekspresi. Sedangkan, John masih lemas di dalam lift. Matanya dipenuhi oleh keputusasaan! Habislah! Perusahaannya memang sedang mengalami masalah perputaran dana! Ini sudah pasti adalah bencana bagi Teknologi Nakon.


“Brengsek! Dasar bocah tak berguna! Kenapa aku bisa memiliki anak begitu!”


Semakin John memikirkannya ia semakin marah! Dia segera turun dari lift dan pulang ke rumah. Begitu tiba, dia langsung melepaskan ikat pinggangnya dan memukul Theo yang duduk di sana dengan keras! Saat ini, dalam rumah hanya bisa terdengar suara teriakan kesakitan, suara kibasan “Plak! Plak! Plak” dari ikat pinggang, dan suara bentakan kemarahan!


Leo sama sekali tidak mengetahui apa yang dialami Theo.


Kini, dia sedang diarahkan ke kantor pribadinya oleh Westen. Kantornya terletak di bagian terdalam lantai 109 dan itu menempati sepertiga dari luas ruangan lantai atas. Dia juga bisa melihat pemandangan lebih dari setengah Purakarta melalui jendela kantornya. Ini membuat Leo mengangguk puas dengan ekspresi tenang.


Westen yang berdiri di belakang Leo telah menyeduhkan secangkir kopi untuk Leo. Kemudian, dia mengeluarkan dokumen dan berkata dengan hati-hati.


“Pak Leo, ini laporan keuangan selama setengah tahun ini. Silakan dicek.”


“Iya, lumayan. Kerja yang bagus.”


Begitu dokumennya ditutup, Westen lanjut berkata.


“Jadi, begini, Pak Leo. Hari ini juga hari pertama Anda datang ke Jalan Komersial Juanda untuk memungut biaya sewa, maka saya akan menjelaskan sedikit tentang Jalan Komersial Juanda kepada Anda. Jumlah toko yang ada di Jalan Komersial Juanda ada 328 toko. Di dalamnya ada kawasan pejalan kaki dalam ruangan dan mal dengan 6 lantai. Lantai 6 mal adalah bioskop. Pendapatan sewa per kuartal mal dan kawasan pejalan kaki ada 1,5 triliun.

__ADS_1


Kalau Gedung Juanda yang di area pusat, terbagi menjadi 109 lantai. Lantai 2-30 telah disewakan secara terpisah dengan harga Rp.34.000 per m2. Total pendapatan sewa per kuartal ada 20,4 miliar.


Lalu, lantai 31-35 telah disewakan kepada sebuah hotel. Pendapatan sewa per kuartal ada 4 miliar.


Setelah itu, berlanjut hingga lantai 105, semuanya disewakan secara per lantai. Pendapatan sewa per kuartal ada 476 miliar.


Ditambah lagi biaya manajemen lainnya, pendapatan per kuartal bisa mencapai sekitar 2,6 triliun.”


Saat mendengarnya, meskipun Leo terlihat tenang, tapi sebenarnya dia sudah dikejutkan oleh angka-angka itu dan tidak bisa berbicara lagi.


Seusai Westen berbicara, ponsel Leo pun berdering. Membaca pesan di atasnya, Leo sangat terkejut!


[Kartu Anda dengan nomor akhir 9527 telah menerima transfer pada tanggal 11 Mei pukul 13:00. Saldo Anda saat ini adalah Rp.2.160.002.701.000,66]


Saat membaca pesan ini, Leo mengangguk dengan pelan.


“Baik, terima kasih. Kamu akan terus bertanggung jawab atas manajemen gedung ini di masa depan. Selain itu, mengenai aku adalah bos baru, juga tidak perlu disebarluaskan.”


“Baik.”

__ADS_1


“Oke. Kamu sudah boleh keluar.”


Westen menganggukan kepalanya dan langsung berjalan keluar tanpa ragu.


__ADS_2