
Begitu selesai berbicara, ekspresi para pimpinan kampus langsung berubah drastis!
“Apa!!”
Terutama wakil rektor, Tedy Iskandar. Wajahnya tiba-tiba menjadi sangat suram!
Jika dana yang hendak Leo donasikan sungguh bisa masuk, maka selama masa jabatan, dia telah meraih pencapaian karier yang luar biasa! Namun sekarang, pencapaian yang sudah hampir diraihnya malah dihadang di luar oleh orang lain! Dalam sekejap, wajah Tedy Iskandar menjadi sangat menakutkan!
“Brengsek-brengsek ini!”
Sedangkan Vion, dia pun mulai membereskan dokumen yang di atas meja dan berkata.
“Pak Tedy dan Para Pimpinan, bos kami sudah berkata, jika kalian tidak berniat menandatangani perjanjian ini, maka tolong jangan saling menghabiskan waktu.”
Melihat adegan ini, ekspresi Tedy Iskandar berubah dalam sekejap.
“Jangan, Pak Vion! Kali ini adalah kelalaian kami. Saya akan segera turun untuk menyambut Pak Leo. Bapak tolong beritahu Pak Leo untuk tunggu sebentar.”
“Oke, bos kami juga sudah berkata. Dia beri bapak waktu satu menit untuk menemuinya. Sekarang sudah berlalu 15 detik.”
Mendengar kata-kata ini, ekspresi Tedy langsung menjadi pucat, lalu segera berlari ke bawah!
Di sisi lain.
Saat ini, Leo sedang menunggu di tempat dengan ekspresi dingin.
Begitu melihat Leo belum pergi, Ketua BEM yang di atas langsung mengernyitkan keningnya. Dia mencibir dan berjalan ke depan Leo. Dia menunjukkan jarinya ke hidung Leo, mengangkat kepalanya, dan berkata dengan sombong.
__ADS_1
“Kau, kenapa masih belum pergi? ‘Kan sudah dibilang, kakak senior tidak waktu untuk menemuimu! Kau tidak lihat juga bagaimana tampang kau saat ini! Kau di sini benar-benar merusak image kampus!”
Mendengar kata-kata ini, Leo mengernyit dan berkata.
“Coba kau bilang. Bagaimana aku merusak image kampus? Lagi pula, aku berdiri di sini, apa urusannya denganmu? Selain itu, bagaimana kau bisa tahu kakak senior Leo tidak akan menemuiku?”
Leo berkata dengan dingin. Dia benar-benar marah sekarang!
Mendengar Leo membantah, wajah Ketua BEM pun langsung berubah. Ekspresinya menjadi sangat serius, dia menunjuk Leo dan membentaknya dengan keras.
“Hei! Di mana KTM-mu? Kau mahasiswa jurusan apa?”
Sedangkan Leo, ekspresinya tetap sangat tenang. Dia berdiri di situ dan berkata dengan santai.
“KTM? Aku tidak ada.”
“Tidak ada KTM? Kalau begitu, kau masih berani mendatangi kampus kami? Sekarang aku benar-benar curiga kau ini berhubungan dengan kasus pencurian dalam kampus yang terjadi dua hari terakhir! Kalian, cepat lapor polisi!”
Mendengar kata-kata ini, orang-orang yang di situ pun mulai menatapi Leo dengan pandangan menertawakan. Sedangkan Leo, ekspresinya tampak sangat tenang dan tidak panik sama sekali. Dia hanya melirik jam tangannya.
“Masih ada 10 detik.”
“Apa?”
Mendengar ini, ketua BEM tiba-tiba menjadi bingung. Dia mengernyit dan tampak sedikit heran.
”Apa maksudmu?”
__ADS_1
Leo tidak menjawabnya.
Pada saat ketua BEM hendak membentak Leo, terdengar pula suara langkah kaki yang tergesa-gesa dari belakang.
Mendengar suara ini, Ketua BEM langsung melirik ke belakang dengan penasaran. Dia melihat Tedy Iskandar sedang berlari ke arahnya dengan gugup. Dalam seketika, ekspresi ketua BEM berubah.
Sedangkan Tedy Iskandar, saat melihat Leo, wajahnya langsung mulai tersenyum. Sebelum tiba di bawah, dia sudah mengulurkan tangannya kepada Leo.
“Haha, Alumni Leo, maaf telat menyambutmu.”
Begitu mendengar omongan wakil rektor, semua orang tercengang. Saat mereka masih sangat bingung, Tedy Iskandar telah berjalan ke depan Leo.
Sedangkan Leo, dia hanya berjabat tangan dengan ringan dan menunjukkan ekspresi acuh tak acuh.
Apa? Orang ini... mungkinkah dia kakak senior Leo?!
Lagi pula, orang yang bisa membuat Tedy Iskandar turun dan menyambutnya sendiri, lalu berjabat tangan dan memanggilnya Alumni Leo. Harusnya juga hanya Leo Mayor yang akan datang hari ini untuk menandatangani perjanjian!
Dalam seketika, ekspresi semua orang tampak putus asa. Kakak Senior Leo yang mereka tunggu begitu lama, jaraknya sudah begitu dekat dengan mereka tadi! Namun, tidak ada satu pun yang berhasil mengenalinya!
Sedangkan Ketua BEM itu, dia bahkan mundur dua langkah dan tampak linglung.
Leo pun melirik ke Ketua BEM itu dan mencibir.
Kali ini, wajah ketua BEM menjadi semakin pucat!
Sedangkan wakil rektor, Pak Tedy, meliriknya dan mencibir, lalu berjalan ke atas tanpa berkata apa pun.
__ADS_1
Saat ini, Ketua BEM tahu jelas dirinya sudah... habis!