Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Pradita Aditya Yang Panik


__ADS_3

Dalam sekejap, semua orang yang di tempat kejadian terkejut. Lalu, mereka segera melihat ke arah ayah dan anak keluarga Pradita dan mulai menertawakannya.


Dia masih bilang tidak akan membiarkannya pergi dari tempat parkir?


Meminta satu penjelasan juga?


Memangnya dia berhak?


Lalu, mereka menatapi Leo dan plat nomor mobil Leo! Para bos perusahaan langsung diam-diam membuat keputusan di dalam hati. Begitu pulang, mereka harus segera memperingatkan anak-anak di rumah untuk tidak menyinggung Leo, tidak peduli apa pun yang terjadi!


Sedangkan Pradita yang tadinya masih sangat berlagak, kini tubuhnya menjadi gemetar! Ekspresinya terus berubah sambil menatapi kedua anaknya, sampai akhirnya menjadi sangat pucat!


Siapa bilang dia ini supir!


Lalu, Pradita segera berjalan ke depan Leo dan berkata sambil tersenyum.


“Haha, salah paham! Ini hanya salah paham!”


“Huh!”


Leo mencibir, lalu berkata sambil menyeringai.


“Kenapa seingatku, tadi ada yang mengatakan dia tidak akan membiarkanku pergi dari tempat parkir?”


“Hmm...”


Pradita tersenyum pahit. Dia tahu dia harus menghabiskan banyak uang jika dia ingin menyelesaikan masalah ini. Lalu, dia lanjut berkata: “Pak Leo, ini benar-benar salah paham. Menurut Anda, bagaimana kalau saya memesan satu meja makan untuk menjamu Anda dan meminta maaf pada Anda?”


“Meminta maaf?”

__ADS_1


Leo menurunkan pandangannya, lalu berkata.


“Tidak perlu. Westen, bantu aku periksa biaya sewa Asuransi Jiwa Prabu.”


“Baik!”


Westen yang di samping berangguk, lalu melirik ke arah Pradita dengan pandangan mengasihani.


Kamu ini... siapa saja boleh kamu singgung, kenapa harus menyinggung bos Jalan Komersial ini!


Kemudian, Westen mulai melapor.


“Asuransi Jiwa Prabu baru melunaskan sepertiga dari biaya sewa kuartal lalu. Kuartal ini mereka masih belum membayarnya sama sekali.”


Leo berangguk, lalu berjalan ke depan Pradita dan berkata sambil melambaikan tangannya: “Lunaskan biaya sewamu dalam tiga hari ini. Lalu, pindah dari sini!”


“Apa? Pak Leo, ini... saya sudah...”


“Hehe, Pak Pradita, kontrak sewa itu dilindungi oleh hukum. Bapak yang melanggar kontrak lebih dulu, kemudian kehilangan kredibilitas. Kini aku memberi waktu 3 hari untuk melunaskan semua biaya sewa. Lalu, segera pindah dari sini!”


Saat mendengar omongan Leo, Pradita merasa dirinya seperti disambar petir! Meskipun gedung kantor di Jalan Komersial Juanda sangat mahal, tapi itu adalah simbol status!


Terkadang, mewah atau tidaknya alamat kantor perusahaan juga akan menentukan tingkat kepercayaan pelanggan besar terhadap perusahaanmu secara langsung. Apalagi, Asuransi Jiwa Prabu memang sedang mengalami krisis operasional.


Begitu orang-orang tahu perusahaannya telah keluar dari Jalan Komersial Juanda, mereka pasti akan berpikir perusahaannya telah tidak kondusif! Tiba saat itu...


Kemungkinan besar perusahaannya akan habis!


“Selain itu, Westen, coba cek siapa yang merekrut satpam-satpam ini! Bisa-bisanya membiarkan preman-preman seperti ini memasuki tim keamanan! Ini sungguh mendiskreditkan Jalan Komersial Juanda kita!”

__ADS_1


“Baik!” Westen berangguk.


Lalu, Leo langsung meninggalkan tempat kejadian.


Bos-bos yang di sana pun mengelilingi Leo dan tersenyum ingin membangun hubungan yang baik.


Pradita berdiri di tempat dengan pandangan kosong. Lalu, berkata pada Westen sambil menangis.


“Pak Westen! Pak Westen! Kita ini juga sudah berteman selama bertahun-tahun, bolehkah Anda...”


Westen langsung memasang wajah dingin dan membantahnya:


“Jangan sembarang berbicara, Pak Pradita. Sejak kapan kita pernah berteman! Lagi pula, bos kami sudah memberi perintah. Lebih baik bapak segera melunaskan biaya sewa yang tertunggak, lalu pindah keluar. Jika tidak, kami hanya bisa mengambil jalur hukum.”


Saat mendengar omongannya, Pradita menjadi sangat emosi.


“Westen!”


Westen sama sekali tidak peduli dengan bentakannya. Jangan lihat dia ini hanya kepala manajemen perusahaan properti, tapi itu perusahaan properti seluruh Jalan Komersial Juanda!


Setelah itu, Westen juga meninggalkan tempat kejadian. Sedangkan Pradita, dia masih terpaku di tempat dengan pandangan kosong. Dua anak yang di belakangnya pun sudah lumpuh terduduk ke lantai. Siapa sangka, suatu kesalahan yang tidak disengaja akan menyebabkan akhir yang menyedihkan begini!


Santo yang berdiri di situ menatap punggung ayahnya dan berkata dengan gemetar, “Ayah...”


“Aku bukan ayahmu, kamulah ayahku, kamu leluhurku!”


Pradita yang berdiri di situ langsung meledak dengan kemarahan yang luar biasa. Lalu, dia berbalik badan dan memukul anak-anaknya. Dalam tempat parkir pun terdengar serangkaian suara teriakan kesakitan!


...

__ADS_1


Di sisi lain, pesta yang di dalam gedung sama sekali tidak terpengaruh. Satu-satunya yang berbeda adalah Leo yang baru masuk langsung menjadi pusat perhatian! Sedangkan Zella yang di sampingnya, meskipun dia juga tetap sangat menarik perhatian, tapi jika dibandingkan dengan Leo, sorotan yang di tubuh Zella langsung meredup.


Setelah menerima sekelompok bos yang bersulang padanya satu demi satu, Leo pun menjadi semakin pusing, karena mabuk. Akhirnya, dia hanya bisa meninggalkan pesta lebih awal sambil dipapah Zella.


__ADS_2