Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Lafite Senilai 140 Juta


__ADS_3

Di sisi lain.


Pemuda yang tadi ingin membeli jam tangan telah pergi bersama Leo.


“Perkenalkan, namaku Matthew Parviz. Ayahku direktur Mal Boulevard.”


Leo tersenyum tipis, lalu berkata.


“Leo Mayor.”


Begitu selesai berkata, Matthew tidak bisa menahan diri untuk bergumam:


“Nama ini, sedikit familier...”


Setelah berpikir sebentar, dia tampak seperti berhasil mengingat sesuatu. Lalu, matanya tiba-tiba melebar dan hampir melompat dari tempatnya. Dia berteriak dengan kaget.


“Kamu ini bos baru Jalan Komersial Juanda?!”


 “Eh? Kamu mengenalku?”


Leo sedikit terkejut dengan respon Matthew, jadi dia bertanya.


Matthew menggaruk kepalanya, lalu tersenyum dan berkata: “Ayahku pernah mengungkitmu di hadapanku beberapa hari yang lalu.”


“Oh, begitu.”


Leo berangguk dengan santai.


Namun, Lili yang selalu berdiri di samping Leo terkejut dengan identitas Leo. Meskipun dia tahu identitas Leo itu luar biasa, tapi dia tidak menyangka dia ini bos Jalan Komersial mereka!!


“Jadi, Tuan Muda Leo, hari ini Anda datang untuk...”


Lili melihat ke arah Leo dan bertanya dengan heran.


“Oh, aku ada teman yang akan menikah lusa nanti. Aku datang untuk mencari setelan jas hari ini.”

__ADS_1


Matthew melirik Lili secara sekilas, lalu tersenyum dan berkata.


“Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu Tuan Muda Leo lagi. Oh, iya, Tuan Muda Leo, ini kontakku. Bisakah kita saling bertukar kontak?”


“Bisa.”


Leo berangguk, lalu bertukar nomor Whatsapp dengan Matthew.


“Haha, kalau begitu, aku tidak akan mengganggu Tuan Muda Leo lagi.”


Setelah mereka berpisah, Lili pun menjadi agak tegang. Lalu, mereka lanjut berbelanja di dalam mal. Akhirnya, Leo berhasil menemukan 2 setelan kasual dan beberapa aksesoris di toko Dior. Total telah menghabiskan 160 juta.


Lalu, setelah membayar tagihannya, mereka pun berjalan keluar. Saat melewati toko Prada di dekatnya, tatapan Lili tertarik oleh parfum baru yang terletak di stan.


“Kenapa?”


Leo melirik ke arah Lili, lalu bertanya.


“Tidak apa-apa...”


Melihat ini, Leo hanya tersenyum, lalu berjalan ke toko Prada.


“Bantu aku bungkus parfum ini.”


“Baik, pak.”


Begitu mendengar ucapan Leo, pramuniaga Prada segera berangguk. Lagi pula, insiden Leo di depan toko LV sudah tersebar di seluruh mal. Selain itu, saat ini dia juga sedang membawa kantong belanja toko Dior. Ini saja sudah cukup untuk membuktikan Leo bukan pelanggan yang tidak ada uang!


“Tuan Muda Leo.”


Melihat Leo membeli parfum ini, Lili langsung tersipu.


“Nah.”


Leo menyerahkan bungkusannya kepada Lili dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


“Ini...”


Lili terkejut, lalu Leo yang berdiri di sana segera berkata.


“Ambillah. Anggap saja ini hadiah karena kamu telah menemaniku berbelanja.”


Wajah Lili langsung tampak gembira saat menerima hadiahnya.


“Terima kasih, Tuan Muda Leo.”


“Haih, bukan apa-apa. Kamu mau makan apa? Aku traktir. Dan, kenapa kamu tegang begitu? Kelihatannya seperti aku telah menindasmu.”


Leo tersenyum tipis.


Mendengar kata-kata Leo, Lili yang di sana pun juga tidak bisa menahan diri untuk tersipu.


“Baiklah, karena kamu tidak mau bilang ingin makan apa, maka aku saja yang menentukannya.”


“Ya.”


Lili hanya berangguk tanpa mengatakan apa-apa lagi.


Setelah mengeluarkan ponselnya dan mencari restoran barat terdekat, Leo menemukan satu restoran yang lumayan bagus.


Sangat cepat, mereka berdua pun tiba di restoran itu. Setelah masuk, Leo memesan dua steak sapi dan sebotol anggur merah Lafite senilai 140 juta.


Melihat pesanan Leo, Lili merasa sangat terkejut. Lagi pula, sebotol anggur merah saja, harganya 140 juta!


Ini sungguh mengejutkan hati Lili!


Mereka berdua menyelesaikan makan malam dengan gembira. Karena telah meminum anggur merah, Leo memutuskan untuk pulang bersama Lili dengan jalan kaki. Mobil yang dibawa kemari masih diparkir di parkiran mal. Besok saja baru dibawa pulang.


Sangat cepat, mereka berjalan sampai komplek yang Leo tinggal. Karena Leo baru saja menyewakan komplek ini, jadi masih belum ada banyak penghuni.


Seluruh komplek terlihat sangat kosong.

__ADS_1


Saat ini, Leo dan Lili juga sedang berjalan di jalur kecil dalam komplek. Suasana mereka berdua sangat hening.


__ADS_2