Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Richard Benard Yang Terkejut


__ADS_3

Leo langsung mengendarai mobilnya ke bandara. Melihat arah yang dikemudikan Leo, keduanya agak sedikit bingung.


“Bukan, Kak Leo, kau ini mau ke bandara? Tapi kami belum sempat beli tiket pesawat, loh!”


Richard Benard sedikit bingung. Awalnya dia mengira Leo akan pulang dengan mengendarai mobil. Namun, siapa sangka dia malah langsung ke bandara! Ini...


“Tenang saja, tidak beli juga tidak masalah!”


Leo tersenyum tipis, lalu berkata kepada kedua orang yang di sana.


Mendengar kata-kata ini, kedua orang menjadi semakin bingung. Wajah mereka tampak sangat heran.


“Sudah, kalian berdua istirahat saja dengan tenang di belakang.”


Sambil berkata, Leo meningkatkan kecepatan mobilnya lagi.


Melihat adegan ini, dalam hati mereka berdua merasa semakin heran.


Leo  dengan cepat tiba di sekitar bandara. Setelah turun dari tol bandara, Leo menurunkan kecepatan mobilnya. dan langsung menuju tempat parkir pesawat pribadi yang di belakang.


“Kak Leo. Pintu masuk bandara ada di depan. Kenapa kau membawa kami ke belakang?”


Namun, kini Leo juga telah memasuki belakang bandara secara perlahan dan tiba di luar pintu gerbang bandara kecil. Meskipun di sini tidak begitu mencolok seperti aula bandara yang di depan. Namun, ini juga sebuah gerbang bandara.


Saat Knight XV Leo tiba di depan gerbang, satpam yang di ruang keamanan segera berlari kemari.


“Halo, boleh tahu Anda ini...”


“Leo Mayor.”


Begitu Leo selesai berkata, ekspresi satpam langsung berubah. Dia sangat familier dengan nama ini!hari ini sebelum dirinya masuk kerja, kepala tim satpam sengaja memperingatkannya!

__ADS_1


Jika ada yang bernama Leo Mayor datang, pastikan harus melayaninya dengan baik! Jangan  membuatnya tersinggung!


Dalam seketika, satpam langsung membuka pintu gerbang.


“Pak Leo, silakan masuk. Pesawat pribadi Anda sudah diparkir di tempat siap lepas landas. pesawat kargo Anda juga sudah diparkir di sampingnya.”


Satpam merasa sangat ketakutan sekarang! ini adalah bos besar yang mampu membeli pesawat pribadi! Belum lagi, sengaja menyewa satu pesawat kargo hanya untuk mengangkut mobilnya pulang kampung! Bos besar seperti ini sungguh mengerikan!


Richard dan Kelly yang mendengar ini, tercengang!


Apa yang telah mereka dengar? Pesawat pribadi?


Kedua orang saling berpandangan.


Pantas saja Leo mau datang ke bandara! Pantas saja dia bilang mereka berdua tidak beli tiket pesawat juga tidak masalah! Ternyata mereka bukan mau naik pesawat biasa! Namun, naik pesawat pribadinya Leo!


Kini di luar gerbang Leo, kru pendukung pesawat Leo, tiga pramugari dan seorang co-pilot, pun sudah berdiri di situ.


Kapten pilot, Aziel Cashel, sedang berpidato kepada empat orang yang di depannya.


Mendengar kata-kata ini, wajah semua pramugari dan co-pilot yang di sana langsung tampak serius.


“Baik!”


Saat ini Leo telah tiba di belakang orang-orang ini. Dia mengklakson dengan pelan. Aziel Cashel yang di situ segera berbalik.


“Pak Leo, Anda sudah datang!”


Setelah melihat Leo, wajahnya langsung tersenyum riang. Lalu, dia berjalan ke depan Leo dan berkata.


“Pak Leo, pesawat Anda sudah disiapkan.”

__ADS_1


Mendengar ini, Leo yang di situ pun berangguk, berkata: “Ayo berangkat.”


Leo turun dari mobil bersama Richard Benard dan Kelly Yvonne yang kebingungan.dia lanjut berkata.


“Bantu aku pindahkan mobil ke pesawat kargo. Aku mau bawa mobil ini pulang.”


Setelah berkata, Leo lanjut berjalan ke dalam.


“Baik, Pak Leo.”


Aziel Cashel yang di sana berangguk kepada Leo. Kemudian, dia langsung berkata kepada co-pilot: “Pindahkan mobil Pak Leo ke pesawat kargo.”


Aziel Cashel lanjut berkata lagi: “Pak Leo, silakan.”


Dia memandu Leo ke dalam bandara.


“ Leo, kau sungguh sudah membeli pesawat pribadi? Model apa?”


Richard agak bersemangat. Dia terus bertanya kepada Leo. Sedangkan Leo hanya tersenyum tipis dan berkata.


“Nanti kau juga akan tahu.”


Dengan antisipasi di dalam hati, mereka bertiga pun tiba di depan Gulfstream V.


Saat melihat pesawat ini, kedua mata Richard langsung melebar!


“Pak Leo, ini pesawat pribadi Anda, Gulfstream V.”


Aziel Cashel memperkenalkannya kepada Leo. Begitu Leo selesai menjawab iya, Richard dan Kelly yang di samping menjadi semakin bingung!


Pesawat pribadi ini... sungguh membuat mereka berdua merasa terkejut! Mereka tahu Leo sangat kaya sekarang. Namun, mereka sama sekali tidak menyangka Leo kaya hingga mampu membeli pesawat pribadi! Bagaimanapun, membeli satu pesawat pribadi paling tidak juga harus menghabiskan puluhan miliar! Apalagi ini pesawat pribadi Gulfstream V yang paling hemat biaya penerbangan, namun juga yang paling mewah!

__ADS_1


Satu pesawat pribadi ini paling tidak juga harus ratusan miliar!


Harga pesawat ini sungguh mengerikan!


__ADS_2