Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Gerakan Kecil Zella Alfiya


__ADS_3

Setelah memapah Leo ke dalam mobil, Zella tersenyum tak berdaya.


Pak Leo ini benar-benar tidak kuat minum, hanya beberapa gelas anggur saja sudah mabuk.


Namun, ini juga menandakan kejujuran Leo. Biasanya orang-orang hanya akan berpura-pura minum dengan menyesap sedikit. Leo malah minum benaran setiap kali diajak bersulang. Untung saja, untuk menangani kondisi seperti ini, dirinya juga telah membawa SIM dan hanya meminum jus! Jika tidak, mereka berdua akan terlantar di jalan atau harus inap di hotel.


Setelah memasuki mobil, Zella bertanya kepada Leo.


“Pak Leo, sadar dulu. Di mana rumah Anda? Saya antar Anda pulang.”


“Um... Komplek Mary Bay Gedung 17 Unit 302.”


Leo menyebut alamatnya dengan linglung. Lalu, Zella menyetel navigasi dan menjalankan mobil ke arah rumah Leo.


Setelah tiba, Zella agak terkejut. Bagaimanapun, Leo ini bos Jalan Komersial Juanda. Mobilnya juga mobil mewah seharga 100 miliar! Dia kira Leo akan bertempat tinggal di vila atau rumah mewah yang besarnya beberapa ratus meter persegi.


Hasilnya...


Ternyata dia tinggal di suatu komplek tua yang luas rumahnya tidak lebih dari 60 meter persegi. Rumahnya juga terlihat sangat berantakan. Begitu dilihat langsung bisa ketahuan jarang dibersihkan! Tempat tinggal Leo bahkan lebih buruk daripada tempat tinggal dirinya! Saat ini, perasaan Zella menjadi sangat kacau.


Sedangkan Leo, dia telah lebih sadar, karena dihembus angin sepanjang jalan. Dia berjalan ke kamarnya dengan keadaan terhuyung-huyung sambil berkata.


“Zella, kunci pintunya kamu taruh di atas meja saja. Kamu kendarai mobilku pulang dulu, besok baru membawanya kemari lagi. Kamu seorang wanita, tidak aman juga kalau naik taksi sendirian. Aku tidur dulu”


Suara Leo terdengar sangat lemas. Selesai berbicara, dia pun langsung tertidur.


Sedangkan, Zella yang melongo di tempat pun jadi mengernyit. Lalu, dia menghela napas panjang dan mulai membersihkan rumah Leo. Zella tersenyum pahit di dalam hati.


“Sebenarnya pekerjaan apa yang telah kulamar? Sekretaris pribadi atau asisten kehidupan pribadi? Kalau bukan karena dibayar uang lembur, aku tidak akan melakukan ini...”


 Zella bergumam sambil membersihkan rumah Leo.

__ADS_1


“Lihat meja di ruang tamu ini, kotor sekali!”


“Iuh! Bau sekali kaus kaki ini!”


“Dapurnya juga kotor sekali! Baiklah, mulai dari dapur saja. Kerja!”


...


Tengah malam.


Leo terbangun dari kasurnya dengan linglung, karena kebelet pipis.


Setelah keluar dari kamar mandi, dia merasa haus. Jadi, berjalan ke ruang tamu. Baru berjalan beberapa langkah saja, dia menyadari ada yang berbaring di sofanya! Leo terkejut dan hampir berteriak.


Itu Zella?


Leo mengucek matanya dan berjalan lebih dekat untuk memeriksanya.


Kenapa dia tertidur di sini?


Leo tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum dan melihat sekeliling rumahnya. Tiba-tiba, Leo terkejut, lalu melihat lagi Zella yang tertidur. Dia merasa sangat hangat. Selama ini, selain ibunya, Zella adalah wanita pertama yang membantunya membersihkan rumah. Kini dia merasa sedikit bahagia.


Leo berjongkok di samping sofa dan memperhatikan wajah Zella dengan saksama. Muda dan penuh kolagen, wanita muda yang sangat cantik.


Leo menghela napas, lalu bangkit dan kembali ke kamar untuk mengambil satu selimut untuk Zella. Setelah menyelimutinya, Leo kembali ke kamarnya dan lanjut tidur.


...


Malam berlalu dengan cepat.


Esok paginya Leo baru terbangun lagi. Saat ini, Zella sudah pergi.

__ADS_1


“Sudah pergi, ya...”


Leo berkata di dalam hati, lalu melakukan check in dulu.


“Sistem, check in!”


[Selamat, Tuan. Check in berhasil! Anda mendapatkan jam tangan pria Richard Mille RM056!]


[Hadiah telah dikirimkan.]


Saat suara sistem selesai memberi notifikasi, Leo mendengar suara ketukan pintu.


Leo berjalan ke luar pintu dengan bingung, lalu melihat ke luar. Tiada seorang pun di luar, selain satu kotak yang berisi jam tangan mewah di lantai.


“Ini barang apaan?”


Leo menatapi jam tangan itu dengan bingung. Bentuk yang aneh, desain yang payah, warna yang jelek! Tidak peduli mau lihat waktu atau tanggal, itu semua sangat tidak nyaman.


“Terima saja, deh...”


Leo menerimanya dengan terpaksa, lalu melemparnya ke meja yang di samping dan tidak mengurusnya lagi.


Setelah itu, Leo berjalan ke kamar mandi untuk mandi. Karena tiada orang lain di rumah, jadi Leo tidak menutup pintu kamar mandi. Lagi pula, ini sudah musim panas, ventilasi kamar mandinya kurang bagus. Jika menutup pintu, dia akan kepanasan di dalam...


Namun, pada saat yang sama, pintu rumah yang tertutup rapat, tiba-tiba terbuka dari luar...


Leo terkejut dan buru-buru menoleh ke belakang. Lalu, dia saling memandang dengan Zella yang memegang sarapan di tangannya...


Suasana dalam rumah tiba-tiba menjadi sangat sunyi.


“Ahhhhhhhhh!!!”

__ADS_1


Kemudian, terdengar suara teriakan!


__ADS_2