
“Ya, saat ini hanya sebanyak itu perusahaannya. Ke depannya kalau masih ada perusahaan baru aku akan beritahu kalian lagi. Tiba saat itu, aku akan menyerahkan semua masalah hukum untuk kalian tangani. Aku harap kalian bisa bekerja keras.”
Leo berangguk dengan puas. Sedangkan kedua orang yang mendengarkan kata-kata Leo, hati mereka pun sudah mati rasa!
Lagi pula, kata-kata ini telah mengandung terlalu banyak maksud! “Saat ini hanya sebanyak itu”, berarti bos mereka mungkin sedang berminat terhadap perusahaan lain!
Begitu Leo selesai berbicara, ekspresi kedua orang yang di situ juga tampak jadi serius. Mereka segera berkata: “Tenang saja, Bos!”
“Ya!” Leo berangguk. Nada suara dia menjawab pun menjadi lebih dingin.
“Namun, aku harap kalian ingat. Aku tidak ingin orang lain mengetahui aku memiliki perusahaan sebanyak ini pada saat bersamaan.”
“Mengerti, mengerti!”
Melihat ekspresi Leo yang tiba-tiba menjadi tegas, kedua orang pun menjadi tegang. Lalu, mereka lanjut bertanya.
“Apa bos masih ada perintah lain?”
“Tidak ada!”
“Kalau begitu, kami kembali dan membuat persiapan dulu!”
Vion dan Robin yang di samping segera berdiri dan pamit.
Leo kemudian berdiri dan meregangkan tubuh.
“Masalah dana akhirnya beres juga! Selanjutnya mau ngapain, ya?”
Leo berdiri di situ bertanya kepada diri sendiri, lalu mengambil ponselnya dan mengecek pesan teks. Dia menemukan Zella telah mengirimkannya salinan pengaturan liburan untuk Perusahaan Game Prime Dragon. Setelah dicek, ternyata hanya 3 hari.
Leo mengernyitkan keningnya.
Bagaimana bisa mengatur waktu liburan seperti ini?
__ADS_1
Leo langsung menelepon Zella.
“Waktu liburannya perpanjang saja. Perpanjang sampai 5 hari. Nanti kau juga libur 5 hari saja. Kau maupun perusahaan, semuanya sama-sama libur berbayar. Selain itu, kau beli juga beberapa hadiah. Ingat semuanya harus yang terbaik!”
Lagi pula, libur 3 hari saja sudah pasti tidak cukup.
Mendengar kata-kata Leo, Zella langsung tercengang.
Ini liburan sepanjang 5 hari dan berbayar! Semua hadiah yang dibeli juga harus yang terbaik! Fasilitas ini sungguh mengerikan!
“Kalau begitu, Pak Leo, apakah kami perlu kerja di hari lain untuk mengganti hari libur ini?”
“Ganti? Tidak perlu.”
Leo tertegun, kemudian segera menjawab.
“Baik, Pak Leo.”
Tidak lama setelah ini, Leo menerima telepon dari Richard Benard.
Mendengar ini, Leo hanya tersenyum dengan santai, kemudian segera berkata.
“Bukan apa-apa, tapi bagaimana rencana kau melewatinya? Balik kampung, tidak?”
Seingatnya, sejak bekerja di luar, Richard sudah tidak sering pulang kampung lagi. Lalu, dirinya juga ingat bahwa hubungan Richard dengan orang tuanya tidak terlalu baik. Dia bahkan menyembunyikan pernikahannya dari keluarganya.
Richard sempat ragu, dan berkata,
“Oke, pulang! Kali ini aku sekalian pulang untuk melihat guru!”
Mendengarkan ini, Leo berangguk dan berkata.
“Ya. Aku sudah tahu. Kali ini bawa kakak ipar, tidak?”
__ADS_1
Dalam seketika, Richard tertawa dengan keras, lalu berkata.
“Tentu saja bawa!”
“Oh, iya. Kini kau masih tinggal di tempat dulu? Nanti aku bawa mobil pergi jemput kau. Kita pulang bersama.”
“Hehe, oke!”
Sambil mengobrol, mereka pun menutupi telepon.
Setelah melakukan semua ini, Leo terus duduk di situ dan mulai bermain game.
Hari pun berlalu dengan cepat.
Esok paginya, saat Leo masih tidur, teleponnya berdering.
Ternyata telepon dari Vion.
Leo mengangkat telepon dengan sedikit marah, lalu berkata.
“Beri kau 3 menit. Kau sebaiknya jelaskan kenapa meneleponku pada jam segini!”
Nada suara Leo bisa dibilang sangat emosi! Dia sudah bergadang untuk bermain game semalaman. Bersusah payah baru berhasil naik level dan tidur pada pukul 3 subuh! Sekarang baru tidur 5 jam saja sudah diganggu oleh Vion!
“Er... Bos, jadi begini. Kami sudah membuat perjanjian untuk rencana donasi Anda. Anda juga harus berpartisipasi dalam donasi hari ini. Jadi, kami menelepon untuk bertanya kepada Anda rencana berangkat ke sana jam berapa.”
Kemarahan Leo mereda setengah. Kemudian, dia berbicara kepada Vion:
“Harus aku pergi sendiri?”
Vion: ...
“Anu, Bos, Ini uang Anda.”
__ADS_1
Leo: ...