
Dalam perjalanan ke restoran, Leo mengemudikan mobil sementara Jessica duduk di sebelahnya. Sedangkan yang lain, duduk di belakang mobil sambil minum minuman es dengan tegang, termasuk Ivan Joshua yang duduk di paling dalam dengan ekspresi muram!
Dia tidak menyangka Volkswagen yang dikendarai Leo akan lebih mahal daripada semua mobil di rumahnya! Hal ini membuat Ivan Joshua yang sombong karena terlahir di keluarga kaya sangat tidak senang.
Lalu, Jessica bertanya kepada Leo dengan bingung.
“Kak, bukankah kakak bilang kakak hanya seorang pegawai di Purakarta? Kenapa kakak bisa mengendarai mobil yang semahal ini dan apa maksud sekretaris yang kakak sebut tadi?”
Jessica terus mengedipkan matanya dan bertanya dengan ekspresi penasaran.
“Kakak sudah resign beberapa waktu yang lalu dan kemudian, membuka perusahaan sendiri. Jangan beritahu tantemu (Ibu Leo), ya!”
Leo menjawab setelah melihat Jessica yang di sebelahnya.
“Wah! Kak, kamu sudah memulai bisnis sendiri? Apa yang kamu kerjakan sekarang?”
Leo melirik Jessica dengan ekspresi ragu. Apa yang harus dia katakan?
Sewa-menyewa gedung?
Leo mengernyitkan dahinya dan menjawab setelah berpikir beberapa detik.
“Berhubungan dengan bidang finansial. Detailnya kamu jangan tanya lagi, aku susah menjelaskannya juga.”
Um...
Harusnya sewa-menyewa gedung termasuk bidang finansial, ‘kan?
“Oh...”
Jessica mengedipkan matanya. Karena dia tidak terlalu memahami bidang finansial, jadi dia tidak terus bertanya lebih banyak.
__ADS_1
Sejam kemudian.
Mobil tiba di restoran yang dipesan oleh Zella Alfiya.
Restoran No.3.
Di sekitar restoran ini, tidak hanya ada lapangan golf, tapi juga ada peternakan kuda dan manor. Restoran ini merupakan salah satu tempat hiburan terbaik di Purakarta! Oleh karena itu, Restoran No. 3 ini pun menjadi restoran kelas atas yang sering dikunjungi oleh selebriti dan orang kaya!
Setelah memarkir mobil, Leo membawa beberapa orang ini ke Restoran No.3. Meskipun orang-orang ini sudah pernah mengunjungi Purakarta, tapi ini juga pertama kalinya mereka mengunjungi restoran kelas atas begini.
Terutama Jessica yang ikut di belakang Leo, dia terus melihat sekelilingnya dengan ekspresi gugup! Tapi, yang lebih banyak tetap ekspresi gembira!
Pada saat yang sama, Jessica tiba-tiba bertanya sambil menunjuk ke depan Restoran No. 3 yang tampaknya semegah istana.
“Kak, tempat apa itu?”
“Oh, itu Restoran No. 3, tempat makan kita hari ini.”
Jessica yang mendengar jawaban Leo menelan ludah, lalu bertanya lagi.
“Biasa saja.”
Jawaban Leo yang santai langsung membuat Ivan Joshua yang diam menjadi bersemangat dan berkata.
“Huh, Jessica, bukankah kakakmu baru saja memulai bisnisnya, harusnya restoran ini tidak akan terlalu mahal. Aku baru saja mengecek ada restoran barat yang harga per-kapita setidaknya 2 juta di Purakarta. Aku akan membuat reservasi sekarang dan mentraktir kalian makan malam di sana.”
Begitu mendengar omongan Ivan Joshua, Jessica mengernyit dan menunjukkan ekspresi yang tidak senang.
Pria yang berdiri di samping, Kelvin Ned malah menanggapinya dengan keras.
“Haha, Kak Ivan sungguh bermurah hati! Kalau begitu, aku akan makan sampai puas!”
__ADS_1
Sedangkan wanita-wanita yang tersisa, mereka juga menatapi Ivan dengan semangat. Tatapan seperti ini membuat Ivan merasa sangat bangga. Ketidaksenangan yang tersembunyi di hatinya pun langsung terhapus!
“Bagaimana, apa kamu mau ikut malam ini?”
Ivan mengangkat alisnya, lalu berdiri di depan Leo dan bertanya padanya dengan nada suara yang provokatif.
“Aku juga akan mentraktirmu makan sekali hari ini. Kamu yang masih dalam proses memulai bisnis, harusnya tidak pernah pergi ke restoran level segitu, ‘kan? Kali ini aku akan membawamu pergi supaya kamu tidak salah memilih restoran jika mau menemui klien nanti.”
Mendengar omongan Ivan, Leo hanya tersenyum acuh tak acuh, lalu berkata.
“Hehe, tidak perlu.”
Setelah selesai bicara, Ivan langsung melanjutkannya.
“Eh, jangan segan-segan. Aku ini juga demi kebaikanmu.”
Leo hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya tanpa memberikan tanggapan.
Pada saat yang sama, Zella yang sudah menunggu di pintu masuk Restoran No. 3 dari tadi juga berlari mendekat setelah melihat rombongan Leo.
“Pak Leo, Anda sudah datang. Saya telah memesan ruang pribadi no.1 restoran ini untuk Anda. Karena standar konsumsi per kapita untuk ruang pribadi no.1 adalah 20 juta, jadi harga hidangan yang saya pesan mungkin agak mahal.”
Zella sudah mendengar omongan Ivan Joshua tadi. Jadi, meskipun omongan ini seperti sedang melapor kepada Leo, tapi sebenarnya dia mau menujukannya pada Ivan Joshua!
Dia tahu jelas, jika dibanding dengan kekayaan dan status Leo, sosok seperti Ivan Joshua ini hanyalah seekor semut. Leo tidak membantahnya, hanya karena dia tidak ingin menjelaskannya pada Ivan Joshua.
Namun, sebagai sekretaris Leo, tentu saja dirinya tidak memperbolehkan orang lain menyinggung Leo!
“Tidak apa-apa. Ayo bawa kami masuk.”
Leo tersenyum tipis dan tampak sangat tenang.
__ADS_1
Begitu dia selesai bicara, Zella yang berdiri di situ segera berangguk dan membawa Leo ke arah ruang pribadi.
Sedangkan Ivan Joshua, dia langsung tercengang!