Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Eye Shadow Kamu Benar-Benar Sangat Jelek


__ADS_3

“Halo.”


“Halo, apa ini dengan Pak Leo?”


“Benar, dengan saya sendiri.”


“Baik, Pak Leo. Saya Westen Warsito, manajer umum manajemen properti Jalan Komersial Juanda. Kami perlu Anda datang untuk menandatangani dokumen pengalihan hak milik jalan komersial dan tarif sewa untuk kuartal ini. Apa Anda punya waktu sekarang?”


“Ya, saya ke sana sekarang. Saya akan meneleponmu begitu tiba.”


Selesai bicara, Leo langsung menutup teleponnya dan memesan taksi untuk ke Jalan Komersial Juanda.


...


Di sisi lain.


Westen juga mengelap keringat dingin yang di dahinya dan bergumam.


“Astaga, siapa identitas sebenarnya bos baru ini? Kalau lihat dari data, dia baru saja lulus kuliah setengah tahun dan kini sudah mampu membeli seluruh Jalan Komersial Juanda ini! Mungkinkah dia anak konglomerat? Tidak tahu juga bagaimana kepribadiannya. Semoga bukan tipe orang yang berkarakter buruk.”

__ADS_1


Meskipun sangat khawatir, tapi Westen tetap mulai menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pertemuan nanti.


...


Tidak lama kemudian, Leo tiba di jalan komersial. Dari kejauhan, Leo sudah melihat Gedung Juanda setinggi 500 meter yang berada di pusat Jalan Komersial Juanda. Bisa dibilang, Gedung Juanda ini sudah menjadi salah satu gedung ikonik di Purakarta.


“Gedung Juanda!” Leo bergumam.


Gedung Juanda ini adalah area berkumpulnya seluruh perusahaan terkenal di Purakarta dan para pekerja kantoran. Dulu, ini juga tempat yang diimpikan Leo! Bagaimanapun, tempat ini adalah gedung kantor terbagus tingkat 5A!


Leo berjalan menuju Gedung Juanda dan berhenti di depan pintu gerbang. Melihat satpam yang kekar, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Westen, karena dia tidak memiliki kartu akses keluar masuk Gedung Juanda.


Tiba-tiba, sosok yang familier muncul di depan mata Leo. Melihat orang itu, Leo tampak terkejut.


Sementara, Yenny yang merangkul seorang pria muda dengan manis juga menyadari keberadaan Leo! Yenny langsung mengernyit dan berjalan cepat ke hadapan Leo. Dia menunjukkan jarinya ke Leo dan berteriak.


“Leo, untuk apa kamu ke sini! Jelas-jelas aku sudah menolakmu! Kenapa kamu begitu tidak tahu malu. Bisa-bisanya kamu menguntitku dan menggangguku sampai ke sini!”


Leo memutarkan kepalanya dan menatapi Yenny. Leo mengerutkan kening.

__ADS_1


Wanita ini benar-benar sekejam itu?


Sejak melihat tampang asli wanita ini, Leo sudah tidak menyukainya lagi! Selain materialistis, dia bahkan sama sekali tidak menghargai pengorbanan Leo di masa lalu!


Bersama dengan suara teriakan Yenny, orang-orang mulai melihat ke sini. Tatapan mereka terhadap Leo juga terlihat aneh. Leo mengernyit dan masih belum menjawab apa pun langsung mendengar pria muda yang bermata panda di situ berkata.


“Kamu mantannya Yenny, ya? Huh! Halo, perkenalkan, namaku Theo John. Teknologi Nakon yang di dalam Gedung Juanda itu milik keluargaku. Boleh tahu sekarang kamu kerja di mana?”


Theo menatapinya dengan tatapan merendahkan. Dia tahu Leo baru saja kehilangan pekerjaannya dua hari yang lalu dari Yenny. Kini dia hanyalah seorang pengangguran. Yenny yang berada di sampingnya langsung berkata dengan nada menghina.


“Kak Theo, kamu jangan bercanda dengannya lagi! Dia ini pengangguran! Dua hari lalu baru saja dipecat!”


Begitu Yenny selesai berbicara, tatapan orang-orang di sekitar pun semakin meremehkannya. Bahkan ada yang menunjukkan ekspresi menghina. Bagaimanapun, ini adalah tempat perkumpulan para elite. Namun, bisa-bisanya ada seorang pengangguran yang memasuki tempat ini. Bagi mereka, tanpa diragukan dia adalah pecundang!


Sementara, Leo malah menatapi mereka berdua dengan dingin dan berkata sambil menggelengkan kepalanya.


“Yenny, jangan kegeeran begitu! Aku datang mencarimu? Huh, konyol!”


“Kamu!”

__ADS_1


Leo melihat mata pandanya Theo dan berkata dengan ekspresi acuh tak acuh.


“Tapi, bro, aku ingin bertanya, eye shadow kamu ini benar-benar sangat jelek!”


__ADS_2