Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Yenny Yang Menyesal


__ADS_3

Tiba-tiba, muka Westen menjadi semakin pucat! Dia sudah mengenali identitas Leo dari tadi! Bagaimanapun, dia sudah pernah melihat data informasi Leo! Setelah melihat Leo secara langsung, Westen juga semakin terkejut. Leo terlihat jauh lebih muda dari fotonya.


Westen menarik napas yang dalam dan berkata.


“John, cepat urus anakmu!”


Kemudian, Westen langsung membungkuk dan berkata dengan sopan.


“Mohon maaf, Pak Leo. Saya terlambat.”


BOM!


Semua orang menarik napas yang dalam bersama gerakannya Westen.


Ini... Apa yang terjadi?


Bukankah Leo ini pengangguran? Sepertinya ini tidak sesuai dengan skrip. Semua orang menganga. Yenny dan Theo yang berdiri di samping juga terkejut dan bingung.


Di saat sama, John yang berada di belakang Westen langsung berjalan mendekat dengan penuh emosi.


“Plak!”


Dia menampar Theo dengan keras.


“Brengsek!”


John sangat marah, seperti singa jantan yang mengamuk.


“Ayah...”


Theo memegang wajahnya. Kemudian, air mata pun memenuhi matanya.


“A-ayah menamparku? Sejak kecil, ayah tidak pernah bersikap keras padaku, tapi sekarang ayah malah menamparku?”


“Ayah memang menamparmu! Siapa suruh kamu menyinggung Pak Leo!”


John benar-benar marah. Saat dia melihat Theo, dia sudah mengerti segalanya! Anak dia telah menyinggung bos baru Gedung Juanda ini!


Mendengar omongan John, Theo semakin bingung.

__ADS_1


“Memangnya kenapa kalau aku menyinggung dia! Leo ini hanyalah pengangguran, orang miskin yang tak berkuasa! Kenapa kalian harus menyeganinya!


“Orang miskin?”


John semakin marah dan berteriak.


“Theo John! Otakmu ketinggalan di mana! Pak Leo ini bos Jalan komersial Juanda! Apa kamu tahu berapa pendapatan sewa per tahun di sini? 8 triliun! Kalau dia orang miskin, ayah ini apa!”


Setelah mendengar teriakan John, semua orang yang mendengarkannya langsung berseru, karena terkejut.


Bos Jalan komersial Juanda! Pendapatan sewa per tahun, 8 triliun!


Dua kalimat ini langsung mengubah pandangan semua orang terhadap Leo.


Kini, tatapan mereka hanya ada rasa hormat dan iri hati. Tiada lainnya! Sedangkan Yenny, dia pun berteriak dengan suaranya yang tajam.


“Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Dia ini orang miskin, pengangguran! Bagaimana mungkin bisa menjadi bosnya Jalan komersial Juanda!”


Yenny berteriak dengan keras dan penuh ketidakpercayaan.


Westen yang di samping mencibir dan berkata.


Yenny sangat terpukul.


“Ini benaran?”


Pacaran bersama Leo selama 2 setengah tahun, dia bahkan tidak menyadari Leo adalah anak konglomerat!


Kini ekspresi Yenny hanyalah penyesalan. Jelas-jelas ada orang kaya papan atas yang berada di sisinya! Kalau sebelumnya dia tidak menghina Leo, mungkin saja dia akan segera menjadi nyonya muda keluarga kaya!


Menyesal! Penyesalan tak berujung telah memenuhi seluruh pemikiran Yenny.


“Tidak, mungkin saja aku masih punya kesempatan!


Benar! Aku telah berpacaran selama 2 setengah tahun dengan Leo. Dia pasti masih menyukaiku! Selama aku bisa balikan dengannya, aku tetap bisa menjadi nyonya muda keluarga kaya!


Selesai berpikir, Yenny langsung berkata terhadap Leo.


“Leo, maafkan aku! Aku berlutut padamu. Kita balikan, ya!”

__ADS_1


Bersama omongannya, langsung terdengar suara gedebuk. Dia telah berlutut.


Leo yang melihat adegan ini merasa sangat jijik. Sejak dia mengetahui sifat asli wanita ini, kesan yang tersisa di hatinya hanyalah rasa jijik yang tiada habisnya.


Leo langsung bertanya kepada satpam:


“Sekarang aku sudah boleh masuk, kan?”


“Silakan! Silakan, Pak Leo.”


Di saat satpam menyambut Leo dengan senyuman penuh rasa hormat.


“Oh, saat keluar nanti, aku tidak ingin melihat orang-orang yang mengganggu pemandangan.”


Sambil berbicara, Leo sambil berjalan memasuki gedung.


“Baik, Pak Leo!”


Setelah Leo memasuki gedung, kedua satpam pun berjalan ke depan Yenny Tjandra dan Theo John.


“Huh! Bapak dan Ibu, Pak Leo tidak ingin melihat kalian. Jadi, kalian ingin pergi sendiri atau kami yang antar?”


Mendengar kata-kata ini, Theo langsung berbalik badan dan pergi dengan wajah muram.


Yenny juga terlihat canggung. Dia berdiri dan buru-buru mengejar Theo. Dia memanggilnya dengan keras.


“Sayang, tunggu aku!”


“Dasar ******! Enyahlah!”


Awalnya pemikiran Theo sudah dipenuhi kebencian. Setelah melihat Yenny, amarah dalam hati pun semakin memuncak. Dia berbalik badan dan menampar Yenny dengan keras.


“Plak!!”


Wajah Yenny langsung membengkak.


“Jalang sepertimu hanya pantas jadi mainanku! Sekarang, enyahlah!”


Seusai berbicara, Theo langsung pergi. Hanya Yenny yang tertinggal di sana sambil menutupi wajahnya.

__ADS_1


Kali ini, dia benar-benar kalah.


__ADS_2