
Di sisi lain.
Leo mengendarai Pagani Huayra menuju ke arah Komplek Blessing. Lili yang di sampingnya terlihat sangat gugup. Leo yang melihatnya hanya tersenyum dan berkata.
“Kenapa kamu gugup begitu? Aku tidak akan memakanmu, kok!”
Lili hanya tersenyum dan menjawabnya dengan canggung.
“Tadi...”
Saat mendengar suara Lili, Leo langsung memotongnya.
“Oh, tadi, ya. Aku bukan sengaja memegang tanganmu. Kalau kamu merasa terusik, aku minta maaf.”
Setelah mendengarnya, pandangan Lili terlihat sedikit kecewa. Lalu, dia menggelengkan kepalanya dan berkata.
“Tidak, aku ingin berterima kasih padamu. Terima kasih sudah membantuku.”
“Haha, tidak apa-apa. Membantu orang itu sangat menyenangkan.”
__ADS_1
Leo tersenyum dan duduk dengan ekspresi sangat santai.
“Oh, iya! Mobilmu harusnya sangat mahal, ‘kan?
Lili melirik Leo dan bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“Mobil ini? Tidak mahal.”
Leo menjawabnya dengan sangat tenang, tidak terlihat seperti sedang berbohong. Lili pun jadi lebih rileks. Lalu, Leo terus berkata.
“Harganya hanya 100 miliar.”
“Haha, kamu sangat humoris...”
Lili tersenyum dan menjawabnya dengan canggung. Namun, begitu dia selesai bicara, Lili mulai mengkhayalkan identitas Leo. Bisa-bisanya dia menyebut 100 miliar dengan sesantai itu.
Tidak lama kemudian, mobilnya pun tiba di depan Komplek Blessing. Pintu mobil terbuka dan Leo mengantar Lili ke dalam komplek. Setelah itu, dia baru kembali ke mobil dan pulang ke kompleknya.
Adegan Lili turun dari mobil juga kebetulan terlihat oleh temannya. Tiba-tiba, mata wanita yang cakap ini langsung terbuka lebar.
__ADS_1
“Gila, Lili! Baru beberapa hari tidak bertemu, kamu sudah jadi pacar anak konglomerat saja. Mobil tadi harganya paling tidak ada puluhan miliar, ‘kan!”
Setelah mendengar omongannya, Lili tersipu.
“Yuli, jangan sembarang omong. Dia hanyalah pelanggan aku. Karena sejalan, jadi sekalian mengantarku pulang.”
Yuli langsung menunjukkan senyuman aneh di wajahnya.
“Haih... bagusnya apa yang harus kukatakan padamu, Lili. Menurutmu, orang yang bisa mengendarai mobil semewah itu bisa tinggal di dekat sini? Jelas-jelas dia menyukaimu. Kamu harus mengambil kesempatan ini. Jangan membiarkannya kabur! Kalaupun hanya menjadi pacarnya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan kelangsungan sisa hidupmu lagi!”
Lili yang mendengar omongannya terdiam. Kemudian, dia berkata: “Sudah, aku tidak ingin membahasnya lagi.”
Lili melambaikan tangannya dan naik ke lantai atas dengan canggung.
Di sisi lain, Leo telah mengendarai mobilnya sampai di depan kompleknya sendiri. Saat mobil memasuki komplek, satpam yang menjaga gerbang pun menganga dengan ekspresi sangat terkejut!
Setelah memarkir mobil, Leo kembali ke rumahnya. Tiba-tiba, ponselnya berdering.
Panggilan dari ibu...
__ADS_1