Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

“Do-dobel?”


Zella mengulanginya tanpa sadar. Lalu, dia langsung bereaksi dan berkata dengan waspada.


“Kamu bukan penipu, ‘kan?”


Mendengar ini, Leo hanya tertawa tak berdaya, lalu menjawab.


“Ya, aku tahu ini sangat sulit dipercaya. Bagaimana kalau kamu tentukan waktu dan tempat, kita bertemu dan bicarakan langsung?


“Ini...” Zella agak ragu, lalu mengangguk dan berkata, “Oke, setengah jam lagi kita bertemu di Restoran Laguna.”


“Oke, aku akan tiba tepat waktu.”


Setelah menutup telepon, Zella mulai berbisik di dalam hati.


“Minimal dobel dari gaji tahunan sekarang. Jika dihitung dari 1,6 miliar yang sekarang, berarti 3,2 miliar! Kalau aku benar-benar bisa mendapatkannya...”


Sudah pasti, Zella sangat tertarik! Lagi pula, dia sangat percaya diri dengan kemampuannya. Hanya saja jika dia ingin mendapatkan gaji tahunan segitu di perusahaan biasa, dia setidaknya butuh waktu 3-5 tahun. Tapi sekarang, karena ada yang menawarkan gaji yang cocok, kenapa dia tidak mencobanya?


Lagian, orang yang telepon juga membiarkan dia yang memilih tempat pertemuan. Kemungkinan dia adalah penipu juga semakin kecil.Ditambah lagi, dia sendiri juga belum resmi bergabung dengan perusahaan tadi, jadi boleh dicoba dulu.


Setelah memikirkannya, dia memanggil taksi dan berangkat ke Restoran Laguna.


Di sisi lain.


Setelah merapikan pakaian, Leo juga turun ke lantai dasar. Baru saja tiba, dia langsung melihat orang-orang berkumpul di situ.


“Mobil apa ini? Keren sekali!”


“Eh, setelah aku telusuri, sepertinya ini Pagani Huayra? Harganya 100 miliar!”


“Ya Tuhan, memangnya komplek kita ada penghuni yang sekaya ini?”


Saat ini, semua orang yang berdiri di sana sangat terkejut.


Melihat adegan ini, Leo langsung mengernyit. Tampaknya dia harus pindah tempat tinggal dan mengganti mobil menjadi yang lebih sederhana! Kalau tidak, dia akan terus menghadapi situasi seperti ini setiap bepergian. Itu terlalu merepotkan!


Kemudian, ada dua anak muda yang terus berfoto di depan mobilnya. Leo yang melihatnya juga tidak mengusir mereka. Bagaimanapun, setiap manusia memiliki rasa gengsi. Jadi, dia bersedia menunggu sampai mereka selesai berfoto.

__ADS_1


Dia berjalan mendekat, lalu duduk di sebuah motor listrik. Namun, pada saat dia mau duduk, pria muda yang sedang berfoto di sana langsung marah dan berteriak.


“Kamu ngapain? Mau nyolong motor listrik, ya!”


Begitu dia selesai berbicara, semua orang yang berkumpul di sana pun menoleh ke arah Leo dan mulai berbisik-bisik sambil menunjuknya.


Sedangkan Leo, dia mengernyit dan berkata.


“Aku hanya sedang menunggu kalian selesai berfoto.”


“Kalau begitu, kamu tidak punya mata, ya? Aku baru saja membeli motor listrik ini. Bagaimana kalau itu rusak gara-gara kamu sembarang duduk!”


Pria muda itu terus memaki-maki. Sedangkan Leo, dia hanya menatapinya dengan tatapan dingin.


“Kalau begitu, apa kalian sudah selesai berfoto?”


Setelah mendengarnya, pria muda itu semakin marah dan membentaknya.


“Untuk apa kamu mendesak-desak! Ini kan bukan mobilmu! Aku mau berfoto di sini sampai kapan pun, ya, terserah aku! Tidak ada hubungannya denganmu!”


Seusai pria muda itu berbicara, tatapan Leo menjadi semakin dingin. Dia tidak menjawab apa pun dan langsung mendekati mobilnya dan menarik wanita seksi yang sedang menyandar di mobilnya untuk berfoto.


Wanita seksi itu berteriak karena kesakitan.


“Apa yang kamu lakukan!”


“Kamu mau ajak berantem?!”


Pria muda yang di samping memelototinya. Saat dia hendak memukul Leo, Leo telah mengeluarkan kunci mobilnya dan membuka pintu mobil.


“Maaf, ini benar mobilku dan kalian telah menghalangi jalanku.”


Leo berkata terhadap kedua anak muda dengan tatapan sangat dingin.


Orang-orang yang mengelilingi mereka langsung menarik napas yang panjang karena terkejut.


“Gila, mobil ini milik dia?”


“Seingatku, dia itu penyewa rumah kontrakan lantai 3 gedung 17, ‘kan?

__ADS_1


“Mobil yang dikendarai seharga 100 miliar, tapi malah tinggal di rumah kontrakan? Kehidupan orang kaya memang sulit dipahami!”


“Dia itu pemilik mobil. Kamu masih bilang tidak ada hubungannya dengan dia?”


Tiba-tiba, pria muda itu merasa sangat malu. Tapi, wanita seksi itu malah sangat bersemangat. Dia langsung membungkukkan pinggangnya dan berkata kepada Leo dengan nada manja.


“Kakak ganteng, apa kamu kekurangan pacar?”


Leo melirik wanita seksi itu, melihat bedaknya yang tebal dan bibirnya yang merah. Dia hampir muntah. Lalu, dia langsung menjawabnya dengan dingin.


“Tidak perlu!”


“Jangan galak begitu, kakak ganteng. Apa aku tidak cukup cantik?”


Wanita seksi itu terus mengedipkan matanya dan mengencangkan *********** yang kiri-kanan beda ukuran.


Sedangkan pria muda yang di belakang, wajahnya terlihat sangat kesal!


Orang-orang terus menyaksikan mereka dengan pandangan yang aneh.


“Huh, aku sarankan kamu sering-sering ngaca, deh! Jadi, kamu bisa lebih tahu diri!”


Setelah menjawabnya, Leo langsung menutup kaca jendela mobilnya, menyalakan mesin, dan meninggalkan komplek.


“Eh! Kakak ganteng!”


Melihat kepergian Pagani Huayra, wanita seksi itu terlihat sedikit kecewa. Lalu, dia melihat pria muda yang di belakangnya dan berkata dengan putus asa:


“Sayang, ayo pulang.”


Pria muda itu telah merasakan pandangan para penonton di sekeliling. Wajahnya tampak sangat suram!


“Dasar ******!”


“Plak!!”


Dia menampar wanita seksi itu dengan keras. Hidung wanita itu ditampar sampai bengkok! Orang-orang yang mengelilingi mereka pun menganga karena terlalu kaget.


Kemudian, bersama teriakan seperti babi, seluruh komplek menjadi kacau balau. Terakhir, polisi pun datang untuk menangani keributan ini.

__ADS_1


Tentunya, Leo sama sekali tidak mengetahui semua itu. Saat ini, dia telah tiba di luar pintu Restoran Laguna.


__ADS_2