
Pukul 11:00, Leo baru bangun. Setelah melihat atap rumah yang di depannya, dia menoleh dan melihat Lili Louis yang masih tertidur pulas di sampingnya, Leo tidak bisa menahan diri untuk tersenyum.
Pada saat yang sama, Lili sudah bangun juga. Begitu melihat Leo, wajahnya langsung memerah.
Leo yang melihatnya pun tersenyum.
“Kamu istirahat saja lagi, aku akan menyiapkan sarapan untukmu.”
“Ya...”
Lili berangguk pelan dengan ekspresi agak malu.
Leo bangun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Lalu, dia menelpon Westen dulu untuk menyuruhnya meminta cuti untuk Lili Louis, baru mandi. Setelah itu, dia mengenakan pakaiannya dan berjalan ke dapur untuk memasak.
Di sisi lain, Westen menyeka keringat yang di dahinya.
“Fiuh... kenapa setiap berbicara dengan bos, aku selalu gugup begini...”
Setelah menghela napas yang panjang, Westen juga tidak berani bersantai. Dia segera turun dan berjalan ke toko di lantai bawah.
Sedangkan, di dalam toko Armani.
“Huh, Lili ini benar-benar semakin tidak disiplin! Dia benar-benar mengira setelah mendapatkan pelanggan besar, dia bisa seenaknya seperti ini! Sebelumnya sudah cuti 2 hari, sekarang masih berani bolos kerja?”
__ADS_1
Dalam toko, seorang wanita gemuk sedang memarahinya. Intonasi suaranya juga terdengar sangat emosi. Sedangkan pramuniaga lainnya yang di samping, mereka juga ikut berangguk dengan kuat.
Salah satu pramuniaga juga berkata.
“Benar, benar! Manajer, kamu harus menghukum Lili dengan serius! Sekarang dia sudah terlalu berlagak. Dia sama sekali tidak mengingat peraturan toko lagi! Orang seperti ini, mending langsung dipecat saja!”
Mendengar omongannya, manajer toko pun menjadi semakin marah. Tatapannya menjadi sangat dingin. Mulutnya juga tidak berhenti memaki-maki.
Namun, pada saat yang sama, tiba-tiba terdengar suara:
“Halo, apa manajer toko kalian ada? Aku datang untuk membantu Lili Louis meminta cuti.”
Begitu mendengar ucapannya, Manajer toko langsung hilang kendali.
“Lili Louis ini semakin lama semakin tidak tahu aturan. Kali ini dia bahkan tidak meminta cuti sendiri?”
Ekspresi marahnya langsung menghilang dan tergantikan oleh senyuman khas penjilat, lalu berkata.
“Haha, ternyata Pak Westen. Anda datang untuk membantu Lili meminta cuti?”
“Kenapa? Tidak boleh?”
Westen melirik manajer toko itu dan berkata dengan tenang.
__ADS_1
Manajer toko ini segera tersenyum dan berkata.
“Boleh! Tentu saja boleh! Boleh tahu, apa hubungan Anda dengan Lili?”
“Oh, Lili Louis tidak berhubungan denganku.”
Westen melambaikan tangannya. Namun, Manajer toko yang berdiri di sini malah menjadi semakin bingung.
Tidak berhubungan dengan Westen, lalu kenapa dia datang meminta cuti untuk Lili?
Saat Manajer toko masih bingung, Westen berkata lagi.
“Dia berhubungan dengan bos kami. Kali ini aku juga datang atas perintah bos kami.”
Begitu Westen selesai berbicara, semua orang terdiam, tapi sebenarnya hati mereka sudah bergolak seperti badai!
Berhubungan dengan bosnya Westen! Berarti, Lili sudah dihidupi orang kaya?
Dalam sekejap, semua orang di dalam toko tidak bisa tenang lagi. Mereka menatapi Westen dan menelan seteguk air liur!
“Haha, begitu, ya. Baiklah, saya sudah menyetujui permintaan cuti Lili. Cutinya juga akan dihitung cuti berbayar. Haha.”
Manajer toko yang berdiri di sana berkata dengan keras. Sedangkan orang-orang yang mendengarnya, mata mereka langsung melebar!
__ADS_1
Cuti berbayar!
Ini masih pertama kalinya terjadi hal sebagus ini di toko!