
Semua orang yang berada di showroom Pagani merasa sangat gembira! Bagaimanapun, ini adalah anak konglomerat yang telah membeli Pagani Huayra!
Kedatangan orang sekaya itu, bagaimana mungkin mereka tidak heboh? Apalagi, sebagian besar pramuniaganya adalah wanita. Tentu saja mereka akan berharap lebih.
Sebagai pramuniaga di showroom mobil, mereka sangat tahu jelas pentingnya uang. Meskipun belum menemui Pak Leo yang legendaris itu, tapi mereka menebak umurnya tidak akan terlalu tua. Orang yang sangat tua jarang bermain mobil sport dan mereka juga sudah memastikannya dengan Yunita. Pak Leo ini baru berumur 20an.
Bagaimanapun, Yunita sudah pernah bertelepon dengan Pak Leo. Hanya dengan mendengar suaranya saja dia sudah dapat memperkirakan rentang usianya! Pak Leo ini masih muda, tapi sudah bisa membeli mobil seharga 100 miliar. Sekaya apakah dia?
Kalau hanya kaya, sebenarnya bukan apa-apa. Mereka juga sering berkontak dengan pembeli yang kaya. Namun, Pak Leo ini, kemungkinan bukan hanya kaya! Bagaimanapun, Pagani Huayra itu mobil sport edisi terbatas! Hanya ada 20 mobil di dunia ini dan Pak Leo ini berhasil membeli satu! Tanpa diragukan, itu lebih menandakan statusnya.
Kalau diri sendiri bisa disukai orang yang berstatus begitu, kalaupun hanya saling bertukar nomor telepon...
Kini para pramuniaga wanita sudah mulai mengkhayal.
__ADS_1
...
“Anak muda, kita sudah sampai di showroom Pagani.”
Supir membalikkan kepalanya dan berkata pada Leo setelah taksi berhenti di depan showroom Pagani secara perlahan.
“Oh, berapa, ya?”
Leo yang masih memainkan ponselnya langsung bertanya kepada supir.
“Baik.”
Leo mengeluarkan dompetnya dan mengambil setumpuk uang kertas. Lalu, dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Yunita. Setelah Leo turun dari taksi, supirnya juga tidak buru-buru pergi. Bagaimanapun, dia selalu mengimpikan mobil mewah.
__ADS_1
“Haih... kalau aku bisa mengendarai mobil sport tingkat super begini sekali saja, hidupku sudah tidak ada penyesalan lagi!”
Setelah melihat showroom yang penuh dengan mobil sport seharga puluhan miliar, supir taksi pun mulai bergumam.
“Haih!”
Melihat pramuniaga showroom yang berkumpul di depan pintu, mata supir taksi langsung melebar karena terkejut. Rokok yang baru saja dinyalakan sudah terjatuh pun masih tidak disadari.
Saat ini, Leo yang sedang berjalan masih berjarak belasan meter dari pintu masuk showroom. Namun, setelah Yunita melihat Leo, dia langsung memimpin belasan karyawan untuk menyambutnya di depan pintu. Mereka membungkuk dan bersorak serempak.
“Selamat datang di showroom Pagani, Pak Leo.”
“Ini!”
__ADS_1
Supir taksi langsung menganga. Dia tidak akan mengira ini sebagai salah satu dari pelayanan showroom, karena pelayanan yang sebagus apa pun juga tidak akan seperti ini. Lagi pula, karyawan-karyawan itu langsung memanggilnya Pak Leo. Jelas-jelas mereka itu saling kenal!
“Mungkinkah anak muda ini anak konglomerat? Jadi, mau membeli sebuah Pagani? Tidak disangka orang kaya akan naik taksi juga.”