Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Undangan


__ADS_3

Hadi yang di samping benar-benar tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka orang yang di depannya adalah direktur legendaris perusahaan ini! Kini pandangan Hadi saat melihat Leo, bercampur antara terkejut dan khawatir.


Lalu, Hadi segera berkata.


“Direktur Leo, saya tidak tahu identitas Anda...”


“Tidak masalah.”


Leo melambaikan tangannya, lalu berkata.


“Adelio, suruh semua karyawanmu menghentikan pekerjaan mereka untuk sementara. Ada yang ingin aku umumkan.”


“Baik, Direktur Leo.”


Adelio yang di situ berangguk, lalu meninggalkan ruangan.


Segera setelah itu, Dodi Gunawan pun dilempar keluar oleh satpam. Kakak iparnya juga dipecat dalam waktu sebentar saja.


...


Di sisi lain.


Di dalam departemen pengembangan game, semua orang mulai khawatir. Kini semua orang tampak berada dalam kondisi sangat berkonsentrasi. Mereka berdiri di tempat kerja masing-masing dan menunggu dengan wajah sangat khawatir.


Direktur game Prime Dragon yang tidak pernah muncul telah datang hari ini!


Tiada yang tahu bagaimana sifat direktur yang misterius ini. Lagi pula, rumornya begitu direktur ini datang, manajer departemen pengembangan game dan wakil CEO operasional langsung dipecat.


Ini juga membuat orang-orang yang memberi Dodi Gunawan hadiah merasa panik. Bagaimanapun, tidak ada yang tahu, akankah direktur menyelidiki hal ini lebih lanjut!

__ADS_1


Sedangkan Richard, dia sedikit gugup dan bingung. Lagi pula, dia lumayan penasaran dengan direktur ini. Namun, pada detik berikutnya, suasana di depan pun menjadi sangat tegang.


Karena penasaran, jadi Richard melirik ke arah pintu depan secara diam-diam. Begitu melihat orang yang masuk dari pintu depan, dia langsung tercengang di tempat.


Bagaimanapun, dia tidak akan menyangka orang yang berjalan masuk adalah teman baiknya, Leo Mayor!


Pantas saja teman baiknya ini mengatakan mungkin kondisi ini akan berbalik!


Ternyata, ini perusahaannya!


Namun, begitu terpikir keluhannya di depan Leo kemarin.


Dia bahkan mengeluh bosnya tidak mengurus perusahaan, menyuruh Leo mendirikan perusahaan game, dirinya akan merekrut tim perusahaan ke tempatnya...


Richard tiba-tiba merasa sangat canggung.


Lalu, kini Leo juga telah menyadari keberadaan Richard, lalu dia tersenyum dan berdiri di depan semua orang.


“Sudah, untuk apa kalian semua berdiri? Duduklah.”


Sambil berbicara, Leo pun duduk di atas kursi. Sedangkan orang yang di bawahnya, mereka pun mulai duduk di tempat masing-masing.


“Hari ini aku mengumpulkan kalian semua karena ingin mengumumkan beberapa hal. Pertama, aku tidak suka dalam perusahaan berlaku aturan tak tertulis. Aku tidak peduli dengan aturan tak tertulis yang telah terjadi saat aku tidak ada sebelumnya, tapi, kini, jangan harap bisa ada aturan tak tertulis lagi! Di dalam perusahaan game, semua bisa berbicara sesuai kemampuan!”


“Kedua, kini perusahaan berencana mengembangkan game battle royale baru secara sepenuhnya. Kuharap sesama tim bisa saling bekerjasama dengan aktif. Kalau hal ketiga, Richard Benard dan Hadi.”


Mendengar omongannya, Richard yang di situ tertegun sejenak, lalu segera berdiri.


“Direktur Leo.”

__ADS_1


Richard sedikit bingung, dia tidak tahu kenapa Leo memanggil dirinya.


Hadi yang di sampingnya juga berdiri dengan bingung.


“Mulai sekarang, Richard, kamu pindah ke tim Hadi dan menjadi wakil ketua tim. Aku yakin dengan kemampuanmu. Hadi, kuharap kalian bisa bekerjasama dengan baik dan mengembangkan game baru ini dengan sepenuh kemampuan kalian!”


Richard yang di situ tampak agak bersemangat.


“Baik!”


Sedangkan yang lain, kini mereka mulai melihat ke arah Richard. Pandangan mereka melihat Richard dipenuhi dengan antusias! Mereka telah menyadarinya.


Richard memiliki hubungan yang tidak sederhana dengan direktur!


“Oke, bubarlah.”


Setelah selesai berbicara, Leo pun berbalik dan pergi. Begitu keluar dari pintu departemen pengembangan game, Leo segera melihat Zella yang menunggunya di situ.


“Pak Leo, saya telah selesai merapikan data yang bapak minta.”


Mendengar ini, Leo sedikit terkejut. Dia tidak menyangka Zella bisa merapikannya dengan begitu cepat.


“Oh? Kalau begitu, beritahu aku secara garis besar.”


“Baik!”


Zella mulai melaporkannya. Tak lama kemudian, setelah mendengarkannya, Leo berangguk.


“Hm, lumayan.”

__ADS_1


Namun, pada saat ini juga, Zella lanjut berkata.


“Selain itu, Pak Leo, kini ada banyak bos besar Purakarta yang telah mengirimi Anda undangan. Matthew Parvis dari Mal Boulevard juga telah mengirimkan sebuah undangan yang ingin mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam pesta lelang amal malam ini.”


__ADS_2