
Leo melirik papan nama yang di depan dada pramuniaga. Namanya Lili Louis. Kemudian, dia melihat wajahnya dan mengangguk!
Lili ini sangat imut. Rambutnya yang dikuncir seperti ekor kuda membuatnya terlihat sangat profesional. Makeup-nya lumayan natural. Matanya juga terlihat sangat bersih dan polos. Jika Leo harus memberinya nilai dengan 100 sebagai nilai sempurna, Lili setidaknya akan mendapatkan nilai 80 yang di atas standar!
“Iya, aku mau membeli baju. Tolong rekomendasikan beberapa kaos oblong.”
Dia menjawabnya sambil mengusap hidungnya untuk menutupi rasa canggung.
“Baik, Pak. Ini model baru musim panas toko kami.”
Bersama rekomendasi pramuniaga, Leo menyukai sebuah kaos oblong yang berwarna abu-abu.
“Mata Anda benar-benar tajam, Pak! Ini model baru yang baru saja tiba di toko kami. Bahannya juga terbuat dari kapas murni, jadi sangat nyaman dipakai.”
Setelah melihat harga baju ini: 4,6 juta.
“Oke. Bungkus langsung.” Leo mengangguk.
“Baik, apa Anda mau mencobanya...” Lili tertegun sebelum ia selesai berbicara.
“Apa yang Anda katakan, Pak?
“Kenapa? Bungkus saja.”
Leo melihat Lili dengan bingung.
“Bukan, Pak. Apa Anda tidak perlu mencobanya dulu?”
“Tidak perlu.” Leo menjawabnya sambil bergeleng.
__ADS_1
Kali ini, Lili yang berdiri di samping Leo menjadi semakin terkejut. Bagaimanapun, ini juga baju seharga 4 jutaan! Pelanggan lain biasanya juga akan mencobanya dan melihat hasil pakai di tubuh dulu. Namun, Leo malah langsung memintanya untuk membungkusnya. Ini pertama kali dia melihat orang yang begitu royal.
Kemudian, Leo menyukai satunya lagi.
“Eh? Rp.5.888.888,-? Aku suka angka ini, yang ini sekalian dibungkus juga.”
“Ba-baik!”
Kali ini, Lili sudah sadar. Dia telah bertemu dengan konglomerat yang sebenarnya!
Dari dulu dia selalu mendengar rumor, orang kaya itu suka berpakaian sederhana, melihat sesuatu yang disukai juga akan langsung beli tanpa menanyakan harga. Waktu itu dia masih kurang memahaminya. Namun, sekarang dia sudah mengerti!
Bagaimanapun, baju itu juga seharga 4-5 jutaan, tapi pelanggan yang ada di depan matanya saat ini bisa langsung membelinya tanpa mencobanya dulu.
Tidak lama kemudian, Leo telah mengganti pakaiannya di dalam toko.
“Ini saja dulu. Tolong hitungkan total berapa.”
“Baik, Pak.
Setelah menghitung semuanya, Lili menyebutkan jumlahnya.
“Total belanjaan Anda 74,6 juta. Anda mau membayarnya dengan tunai atau kartu?”
“Kartu saja.”
Leo menjawab sambil mengeluarkan kartu ATM-nya.
“Baik.”
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pembayaran selesai dan Leo lanjut berkata.
“Oh, iya! Bagaimana kalau kita bertukar nomor Whatsapp? Nanti jika ada pertanyaan tentang cara pencucian pakaian, aku juga bisa langsung bertanya padamu.”
Leo mengatakannya terhadap Lili.
“Ini... baiklah.” Wajah Lili sedikit tersipu dan mengangguk ke Leo.
Setelah bertukar nomor Whatsapp, Leo meninggalkan toko.
Pakaian memang dapat mengubah temperamen dan penampilan seseorang. Begitu mengganti pakaiannya, Leo merasa temperamennya pun ikut meningkat!
Sedangkan dalam toko Armani, pramuniaga lainnya telah berkumpul mengelilingi Lili. Mereka menatap Lili dengan tatapan sedikit iri.
“Lili, aku benar-benar iri pada kamu yang bisa bertemu anak konglomerat.”
“Iya! Iya! Dia sampai meminta nomor Whatsapp-mu. Jangan-jangan dia menyukaimu?”
Semua orang berkata satu demi satu.
“Kalian jangan sembarang omong. Dia hanya mau tanya-tanya masalah pencucian pakaian.”
“Huh! Alasan seperti itu pun kamu percaya? Kamu benar-benar naif, Lili. Kamu pikir saja. Memangnya ada orang kaya yang mencuci bajunya sendiri?”
“Ini...”
Setelah mendengar omongannya, Lili tercengang.
“Kamu harus mengambil kesempatan ini! Kalau bisa menikah dengan anak konglomerat, kamu akan menjadi orang kaya juga!”
__ADS_1
“Jangan bercanda, deh, Kak Nina. Orang sekaya itu, bagaimana mungkin bisa menyukaiku?”
Lili tersenyum dan menjawabnya sambil bergeleng. Tanpa disadari, Lili juga mulai berharap lebih.