Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Mobil Mewah Seharga 100 Miliar


__ADS_3

Leo tidak tahu apa-apa tentang situasi di toko. Kini dia sedang membawa sejumlah tentengan hasil belanja dan memanggil taksi untuk pulang ke rumahnya.


Tidak lama kemudian, Leo tiba di rumah. Dia langsung berbaring di kasurnya dan menatapi plafon kamar dengan pikiran kosong. Sekarang dia sudah kaya, tapi siapa yang bisa dia cari untuk berbagi kebahagiaan ini? Lagi pula, dia benar-benar tidak tahu dia harus menceritakan kekayaan yang diperoleh secara tiba-tiba begini kepada siapa.


“Lupakanlah! Karena sudah ada uang, aku harus memperbaiki lingkungan hidup orang tuaku. Aku harus menjemput orang tuaku dari desa ke kota. Aku harus membeli sebuah rumah besar dan mobil yang bisa menjadi alat transportasi.”


Sambil berencana di dalam hati, Leo mengeluarkan ponsel dan mulai mengecek harga rumah di sekitarnya.


Dia tidak berencana untuk memberi tahu orang tuanya tentang kondisinya saat ini. Lagi pula, dia juga belum menemukan alasan yang cocok untuk menjelaskan sumber kekayaan yang sebesar ini!


Waktu berlalu dengan perlahan, langit pun menjadi gelap. Leo hanya makan malam di restoran dekat rumahnya, lalu tertidur lelap.


...


Malam berlalu dengan cepat. Tiba esok paginya, Leo pun sudah bangun. Setelah mandi, jam waktu menunjukkan pukul 08:00 dan sistem berdering.


[Bip! Silakan check in dan terima hadiah besar hari ini.]


“Terima!”


Seusai menjawab, berbunyi lagi suatu suara elektronik.


[Selamat, Tuan! Check in berhasil! Anda mendapatkan Pagani Huayra!]

__ADS_1


Begitu mendengarnya, jantung Leo hampir berhenti berdetak! Pagani Huayra! Itu ‘kan mobil sport super yang harganya ratusan miliar! Setelah menarik napas yang dalam, Leo memaksakan dirinya untuk tenang. Lalu, ponsel yang terletak di samping pun berdering.


“Halo, apa ini dengan Pak Leo?”


“Benar, dengan saya sendiri.”


Begitu terhubung, langsung ada yang berbicara.


“Pak Leo, nama saya Yunita, manajer showroom mobil Pagani. Pagani huayra yang Anda pesan sudah tiba di showroom. Apa hari ini Anda punya waktu untuk datang menjemputnya?”


“Oke. Sebentar lagi aku pergi ke sana. Kirimkan alamatnya padaku.”


“Baik, pak Leo. Saya akan mengirimkan alamat showroom kepada Anda melalui SMS. Kami menantikan kedatangan Anda.”


“Ini terlau menegangkan. Sistem ini benar-benar sederhana dan lugas.”


Sambil dia bergumam, ponselnya pun berdering lagi. Yunita telah mengirimkan alamat showroom. Setelah membaca, Leo meninggalkan rumahnya. Dia memanggil taksi di pinggir jalan dan berkata terhadap supir.


“Pak, ke Showroom Pagani yang di Jalan Meikarta.”


“Baik.”


Supir menjawabnya secara refleks. Namun, kemudian supir melihat kembali Leo yang duduk di belakang melalui kaca spion dalam dan berkata.

__ADS_1


“Anak muda, kamu mau pergi beli mobil?”


Meskipun supir bertanya seperti itu, tapi bagi dia, anak muda seperti Leo, harusnya tidak sanggup membeli mobil sport Pagani. Lagi pula, harga mobil Pagani bukanlah harga mobil yang bisa dijangkau semua keluarga kaya. Anak muda seperti Leo lebih tidak mungkin sanggup membeli Pagani. Kalaupun benar dia sanggup membelinya, biasanya juga akan ditemani orang tua. Lagian, jika orang tua benar-benar menemaninya, siapa juga yang akan menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk membeli sebuah mobil sport?


“Bukan, saya baru mendapat SIM, jadi mau pergi lihat-lihat.” Leo menjawab dengan santai sambil memainkan ponselnya.


Sebenarnya tidak salah juga, dia baru saja mendapatkan SIM-nya sebelum lulus kuliah. Awalnya dia kira SIM-nya tidak akan dibutuhkan dalam waktu 3-5 tahun ini. Tidak disangka, SIM-nya sudah dibutuhkan dalam waktu secepat ini.


...


Di saat yang sama, dalam showroom Pagani, Yunita yang telah menutup telepon langsung berteriak keras kepada semua karyawan:


“Cepat! Cepat! Pak Leo sudah mau datang ke sini!”


Begitu selesai omong, karyawan-karyawan yang di showroom mulai berkata dengan kaget.


“Apa?! Pak Leo mau datang?”


“Wah, tidak disangka aku bisa melihat konglomerat yang legendaris itu secepat ini. Apa makeup-ku masih bagus?”


“Ahhh! Menegangkan sekali! Orang kaya yang menghabiskan 100 miliar untuk membeli Pagani Huayra!”


“Memangnya ini masalah uang? Meskipun 100 miliar itu lumayan banyak, tapi orang-orang Purakarta yang sanggup membelinya juga tidak sedikit. Poin utamanya adalah seluruh dunia ini hanya ada 20 Pagani Huayra dan ini adalah satu-satunya yang ada di negara Yana kita!

__ADS_1


__ADS_2