Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya

Metropolis: Check In Jadi Orang Terkaya
Westen yang Terkejut


__ADS_3

Setelah meninggalkan kantor, Westen mengelap keringat dingin di dahinya dan menghela napas panjang. Sebenarnya Westen sangat terkejut. Bagaimanapun, reaksi Leo terlalu tenang!


Selama ini, dia sudah bertemu berbagai jenis orang. Namun, Ini pertama kali dia bertemu orang seperti Leo. Padahal dia masih sangat muda, tapi saat mengetahui rekeningnya telah menerima uang sebanyak 2 triliun, dia hanya mengucapkan terima kasih dengan tenang tanpa berekspresi lainnya!


“Mungkinkah dia tuan muda dari keluarga konglomerat?” Westen bergumam dengan bingung.


“Tapi, kalau Pak Leo itu anak konglomerat, apa pakaiannya tidak terlalu sederhana?”


Tiba-tiba, Westen menjadi semakin bingung, karena pakaian Leo benar-benar terlalu sederhana! Tidak ada bedanya dengan orang biasa! Tapi, temperamen dan sikapnya yang tenang itu membuat orang merasa sangat aneh!


Setelah Westen meninggalkan kantor, Leo langsung terduduk di kursi. Dia menatapi plafon kantor dengan tatapan kosong dan ekspresi sedikit gembira! Leo merasa semua ini sangat tidak nyata!

__ADS_1


Dia duduk di kursinya yang berkulit asli dan melihat dekorasi kantornya yang sangat berlebihan. Di dalam kantor, selain ada berbagai jenis koleksi yang berharga, di pojok dinding juga ada bar dan lemari yang penuh dengan jajaran anggur merah. Leo yakin anggur-anggur merah itu juga koleksi berharga yang sudah lama disimpan!


Setelah melihat sekeliling, ekspresi Leo menjadi tampak rumit. Lalu, dia mengeluarkan ponselnya dan mengecek saldo rekeningnya berulang kali. Senyuman di mukanya pun semakin lebar!


Benar-benar 2 triliun dan ini hanya pendapatan sewa satu kuartal! Kalau diberikan kepada keluarga biasa, bahkan seumur hidup pun mereka tidak bisa menghabiskannya.


“Gimana pakainya ya uang sebanyak ini...” Leo bergumam.


“Tapi, sepertinya aku sudah harus mencari pakaian yang lebih cocok buat diri sendiri.”


Leo mengingat kembali pandangan orang-orang menilainya. Dia bisa merasakan pandangan mereka yang menghina.

__ADS_1


Lagi pula, dia baru check in sekali saja sudah menjadi bos Jalan Komersial Juanda. Jadi, ke depannya dia mungkin akan mendapatkan hadiah yang lebih banyak dan mewah. Mungkin saja dia perlu menghadiri acara komersial tertentu di masa depan. Pakaiannya yang sekarang benar-benar kurang cocok.


Setelah memikirkannya, Leo berjalan keluar dan meninggalkan Gedung Juanda. Dia langsung berjalan ke toko Versace terdekat. Setelah berkeliling, dia meninggalkan toko dengan tangan kosong.


Aku tidak bisa menghargai desainnya!


Meskipun merek Versace sangat terkenal, tapi Leo tetap merasa desainnya kurang enak dipandang. Tidak tahu juga, apa karena penilaian estetika Leo belum ikut meningkat. Akhirnya, Leo memasuki toko Armani yang di sebelah dan mulai berbelanja.


Jalan Komersial Juanda ini, bagaimanapun adalah Jalan Komersial termewah di Purakarta. Armani sendiri juga merek besar tingkat internasional, bukan sembarang merek tak dikenal. Jadi, setelah memasuki toko juga tidak ada kejadian pramuniaga mengusir pelanggan maupun tidak melayani pelanggan.


“Selamat datang di Armani. Saya Lili, apa yang bisa saya bantu?”

__ADS_1


Seorang pramuniaga wanita muda berjalan ke samping Leo dan menyapanya dengan senyuman manis.


__ADS_2