
Tepat ketika Leo membawa Lili ke dalam mal dan hendak memasuki toko mewah merek LV, pramuniaga itu langsung berekspresi dingin dan bergumam dengan nada merendahkan karena melihat pakaian Leo yang polos.
“Tidak ada uang masih saja datang ke toko bermerek, lalu tidak membeli baju satu pun!”
Leo sudah masuk ke dalam toko LV dengan Lili, tetapi ketika dia mendengar apa yang dikatakan pramuniaga itu, ekspresinya tiba-tiba menjadi dingin.
“Apa yang baru saja kamu katakan?” Leo menoleh dan melihat ke arah pramuniaga di sampingnya.
Pramuniaga itu memandang Leo, mendengus, dan berkata dengan nada mengejek: “Aku bilang seseorang mending jangan membuang waktu. Kalau tidak sanggup membeli barang bermerek, jangan sembarang melihat juga.”
Kata-kata pramuniaga ini telah menarik perhatian orang-orang yang lewat. Melihat ada yang memperhatikan mereka, pramuniaga ini menjadi semakin berani. Dia melirik ke arah Leo: “Ini toko merek LV, bukan kios pinggir jalan yang biasa kamu pergi.”
“Bagiku, LV hampir sama dengan kios pinggir jalan.” Leo berkata sambil tersenyum, “Hanya beberapa potongan kain.”
Argumen antara Leo dan pramuniaga langsung menarik banyak penonton dan semua orang menantikan bagaimana insiden tak terduga ini akan berakhir.
Namun, pada saat ini, ada seorang pemuda modis yang baru saja berjalan keluar dari toko LV. Dia sama sekali tidak peduli dengan kerumunan penonton dan berjalan melewati Leo dengan santai. Tapi, sepertinya pemuda ini juga mendengar ucapan pramuniaga itu, jadi dia menoleh dan melirik Leo. Saat hendak pergi, dia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan Leo.
Dirinya sontak berhenti. Wajahnya memerah dan melihat ke arah Leo dengan semangat: “Pak, Bolehkah saya melihat jam tangan yang di pergelangan tangan Anda?”
“Hah? Boleh.”
Leo terkejut, lalu mengangguk sebelum mengulurkan pergelangan tangannya.
Pemuda itu melihat jam tangan Leo dengan sangat teliti, lalu ekspresinya semakin bersemangat!
__ADS_1
“Ternyata aku tidaksalah melihat! Tidak salah lagi, ini pasti Richard Mille RM056! Pak, apakah bapak berniat menjual jam tangan ini? Saya bersedia membelinya dengan harga 100 miliar!”
“Apa!?”
Tiba-tiba, semua penonton terkejut, begitu juga dengan pramuniaga LV yang melihat Leo dengan tatapan menghina.
“Gila, membeli satu jam tangan dengan harga 100 miliar? Dia gila, ya!”
“Ya. Bahkan Patek Philippe pun tidak bisa dijual semahal itu, ‘kan?”
Melihat para penonton yang mulai memperhatikannya dan mendengar kata-kata mereka yang curiga, pemuda itu melirik ke arah pramuniaga wanita itu, mengambil ponselnya untuk mengirim sebuah pesan dulu sebelum berkata dengan keras:
“Kalian tahu apa? Jangan bicara seenaknya dengan konyol kalau diri sendiri tidak berpengatahuan! Richard Mille itu merek jam tangan termahal di dunia pada saat ini. Yang bisa membeli jam tangan merek ini hanyalah triliuner! Ini adalah Richard Mille RM056, jam tangan edisi peringatan ulang tahun ke-10 dari merek ini! Dirilis terbatas di seluruh dunia!”
Setelah dia selesai berbicara, ada seorang penonton yang segera berkata:
“Ya Tuhan, benar, jam tangan pria tampan ini memang Richard Mille RM056!”
“Kalau begitu, berarti pemuda ini seorang triliuner?”
“Gila!”
“Hahaha, sepertinya tidak salah. Bagi dia, LV memang hampir sama dengan kios pinggir jalan.”
Saat ini, semuanya berbicara dengan keras. Sedangkan pramuniaga yang berdiri di samping Leo, dia benar-benar terkejut. Lalu, dia berteriak dengan histeris.
__ADS_1
“Aku tidak percaya! Aku tidak akan percaya! Kamu pasti bersekongkol dengan orang miskin ini, ya, pasti!”
Selesai dia berbicara, di sisi lain, manajer mal juga telah tiba dan berkata kepada pemuda itu dengan panik: “Tuan Muda Zhang, kenapa Anda ada di sini?”
“Huh, kalau tidak datang, aku masih tidak tahu. Pantas saja penjualan di mal ini terus menurun akhir-akhir ini. Ternyata inilah cara manajemen kalian. Orang apa pun berani direkrut ke dalam mal! Pramuniaga yang memandang rendah orang... Bagaimana mungkin ada pelanggan yang mau memasuki toko lagi!”
Setelah pemuda itu selesai berbicara, pramuniaga yang memandang rendah orang langsung putus asa.
“Pecat saja!”
“Benar, benar, Anda benar.”
Manajer mal ini sama sekali tidak berani membantahnya. Dia segera menunjuk pramuniaga itu dan berkata dengan keras.
“Kamu sudah dipecat! Satpam, usir dia keluar!”
Mendengar pembicaraan manajer dan pemuda itu, kaki pramuniaga itu langsung lemas ketakutan dan ia pun terjatuh berlutut di tanah. Dia sudah mengerti dirinya tidak hanya telah menyinggung orang kaya, tapi juga kehilangan pekerjaannya!
Lalu, para penonton yang menyaksikan insiden ini pun mulai berkata:
“Pramuniaga sampah! Berani-beraninya meragukan orang kaya yang sebenarnya? Huh!”
“Bilang yang dipakai orang itu barang pinggir jalan, orang satu jam tangan saja sudah bernilai puluhan miliar!”
“Harusnya dipecat dari dulu! Pramuniaga ini memang suka memandang rendah orang, sikapnya sangat tidak sopan!”
__ADS_1
Dalam sekejap, pramuniaga ini telah ditarik keluar oleh satpam, penonton yang menyaksikan juga terus mengomentarinya. Namun, tiada yang sadar, Leo juga sudah pergi.